Cinta Kalau & Cinta Walaupun

Aku cinta orang tua ku, Kalau..
mereka baik2 saja, sehat2 senantiasa, tidak rewel dan menyenangkan…
Aku cinta pasangan ku, Kalau..
dia selalu baik, mengerti aku, perhatian, sayang, dan…..sebagainya.
Aku cinta teman-temanku, Kalau..
mereka selalu hadir pada saat2 dibutuhkan, mereka dapat diandalkan.
————————————————————
Dalam
kehidupan kita sehari-hari, kita akan sangat sering menemukan “cinta
kalau”, tetapi bagi para pencinta, selalu ada “cinta walaupun”. Apakah
cinta itu ? Apakah cinta itu bersyarat ? Apakah cinta membutuhkan alasan
? Mungkinkah kita bisa membawa “cinta walaupun” dalam kehidupan kita
sehari-hari ?
Jika kita melakukan “cinta kalau”, apakah itu pantas disebut cinta ? atau mungkin lebih tepat disebut sebagai “bisnis”.
Jika
di dunia ini, semuanya hanya ada “cinta kalau”, maka dapat dipastikan
dunia ini menuju kehancuran. Kita hanya bisa tumbuh & berkembang
dalam “cinta walaupun”, seandainya Orang Tua yang membesarkan kita
dengan versi “Cinta Kalau”, sungguh kita tidak akan tumbuh menjadi anak
yang sehat & bahagia. Begitu juga dengan rumah tangga, pasangan
suami-istri, tak akan mungkin bisa hidup bahagia dengan “cinta kalau”.
Dunia ini hanya akan menjadi tempat yang indah, bila ada yang masih bersedia mencintai.. walaupun..