hantu asia afrika
hantu asia afrika

Wisata ke Bandung kali ini tidak saya rencanakan dengan sungguh-sungguh, hanya terjadi begitu saja karena menghadiri acara gathering salah satu brand smartphone di kota ini. Acaranya sendiri berakhir jam 8 malam, dan rasanya sayang melewatkan suasana malam Kota Bandung dengan begitu saja. Maka kemudian saya putuskan untuk menuju Alun-alun kota Bandung, beruntung tempat acara tidak terlalu jauh dari Alun-alun hingga bisa dengan mudah dicapai. Tiba disana suasana sudah begitu ramai, banyak anak kecil bermain bola, keluarga yang duduk-duduk di rumput sintetis, rombongan tour dengan seragam yang sama, hingga para pedagang yang tak henti menawarkan dagangannya ke setiap pengunjung yang datang. Walaupun ini bukan hari weekend, pengunjung tetap datang silih berganti. Setelah puas berkeliling, dari Alun-alun berjalan sedikit ke arah Jalan Asia Afrika, disini ada beberapa spot foto yang menarik.

Salah satunya adalah Hantu Asia Afrika Bandung yang telah terkenal dan menjadi ikon yang unik bagi para wisatawan. Disini kita bisa melihat hantu-hantu legendaris seperti valak, pocong, suster ngesot, genderuwo, serta kuntilanak. Paduan gedung tua dan hantu tersebut menimbulkan perasaan antara horor dan penasaran, tetapi nyatanya banyak wisatawan yang justru tertarik untuk berselfie ria dengan si hantu. Para Hantu ini adalah anak muda kreatif bandung yang tergabung dalam komunitas yang kemudian menyuguhkan atraksi dengan kostum unik disekitaran jalan Asia-Afrika.

Dari sana saya berjalan lagi ke arah Gedung Merdeka, tempat terciptanya Dasa Sila Bandung yang menjadi pedoman bangsa-bangsa terjajah dalam berjuang memperoleh kemerdekaan. Melihat bangunan tua Museum Asia-Afrika, berlanjut jalan hingga ke Hotel Savoy Homan, Belok ke Jalan Braga yang legendaris. Suasana vintage dari banguan yang ada disini dengan segala perjalanan sejarahnya, membuat menyusuri jalanan ini dimalam hari terasa romantis. Dan bagi para penyuka photography pastinya akan betah, karena sangat cocok untuk hunting street photography, dan pada akhirnya sayapun asyik jeprat-jepret hingga waktu tidak terasa semakin malam.

Menikmati bandung dengan waktu yang terbatas rasanya memang sedikit disesalkan, karena kota ini memiliki banyak tempat wisata yang sayang untuk dilewatkan. Belum lagi tempat-tempat kulineran legendaris yang betul-betul harus dicoba saat berada di Bandung. Jadi, bagi para pembaca yang mau ke Bandung lebih baik rencanakan dengan matang, dan susun itenary perjalanan dengan baik agar bisa menikmati kota ini seutuhnya. Jangan khawatir, fasilitas akomodasi selama di Bandung sudah sangat lengkap, banyak hotel berbintang hingga hotel budget dapat ditemukan dnegan mudah disini.

Wisatawan domestik maupun mancanegara jangan ragu untuk pergi ke Bandung. Bagi yang menggunakan pesawat dan ingin menggunakan transportasi yang nyaman serta tepat waktu dari bandara, maka bisa memilih layanan Golden Bird. Layanan lengkap dengan berbagai tipe mobil yang bisa dipilih seperti Avanza, Inova, Camry, dan Alphard. Golden bird bandung siap mengantar ke berbagai destinasi populer di Bandung dengan tarif final yang sudah termasuk biaya tol, parkir dan pajak. Menariknya lagi, jika penerbangan tertunda, golden bird akan menunggu sehingga kita dipastikan untuk naik dan diantarkan ke tempat tujuan. Sekarang memesan Golden Bird bisa dilakukan dengan aplikasi traveloka sehingga lebih mudah.

Jadi tidak ada alasan untuk menunda liburan ke Bandung nih, yuk pilih tanggal yang tepat untuk mengeksplorasi kota ini. Memang benar sekali quotes yang terpampang di salah satu sudut kota “Bumi Pasundan Lahir ketika Tuhan sedang Tersenyum”. Bandung adalah kota yang selalu dirindukan untuk dikunjungi lagi dan lagi, pesona tempat wisatanya yang asyik ditambah kulinernya yang beragam membuatnya cocok untuk melepas penat. Yuk wisata ke bandung !.

comments