Sebuah film korea dengan latar belakang sejarah akan segera ditayangkan. Film ini tepatnya akan mengambil latar kisah pada zaman Goguryeo dan akan menampilkan pertempuran yang intens orang korea melawan pasukan Tiongkok. Pemeran utama “The Great Battle” adalah Jo In Sung, setelah sebelumnya Park Bo Gum dan Lee Byung Hun menolak untuk membintangi film ini. Sangat menarik untuk menonton kisah heroik dan melihat kiprah sutradara Kim Kwang Sik membesut film ini.
Movie: The Great Battle (English title) / Ansi Fortress (literal title)
Revised romanization: Ansisung
Hangul: 안시성
Director: Kim Kwang-Sik
Writer:
Producer:
Cinematographer:
Release Date: September, 2018
Runtime:
Distributor: Next Entertainment World
Language: Korean
Country: South Korea
Sinopis Film The Great Battle.
Pada 645, Yang Man-Chun (Zo In-Sung) dan tentara Goguryeo mempertahankan Benteng Ansi melawan setengah juta pasukan Tang yang menyerang.
Bagi banyak orang yang hidup di era 90an, sinetron Si Doel Anak Sekolahan merupakan legenda yang begitu dirindukan. Sinetron ini mulai mengudara sejak tahun 1994 dan kemudian dapat bertahan hingga 7 musim berikutnya. Cerita yang sederhana berlatar kehidupan orang betawi, sinetron ini mampu melekat dalam benak para penonton.
Hampir 24 tahun berlalu, Si Doel akan kembali menyapa para penggemar. Namun kali ini bukan dalam bentuk sinetron tetapi sebagai Film yang digarap oleh Karnos Film dan Falcon Pictures. Rano Karno menyebutkan bahwa Film “Si Doel The Movie” bukan merupakan daur ulang film masa lalu, tetapi merupakan lanjutan kisah “Si Doel” dari sinetronnya dahulu.
Sambutan netizen cukup baik ini terbukti dengan Trailer Si Doel The Movie yang berhasil menduduki trending di youtube dalam beberapa hari. Untuk cast masih seperti si doel yang dahulu yakni Maudy Koesnady, Rano Karno, Suti Karno, Mandra, Cornelia Agatha.
Nah bagi yang penasaran Si Doel The Movie kapan Tayangnya sih ?. Film ini dijadwalkan akan tayang pada tanggal 2 Agustus Nanti.
Sinopsis Film Si Doel The Movie.
Film si Doel ini akan menjawab semua pertanyaan tentang Kisah cinta segitiga Doel (Rano Karno) dengan Sarah (Cornelia Agatha) dan Zaenab (Maudy Koesnaedi). Dalam cerita sebelumnya, Sarah dan Doel sudah menikah, Zaenab menikah dengan orang lain. Namun, pada saat itu Zaenab mengalami keguguran dan ditolong oleh Doel, dari situlah Sarah merasa cemburu dan pergi ke Belanda. Karena terlalu lama hidup sendiri karena ditinggal Sarah, akhirnya Doel melamar dan menikah dengan Zaenab.
Film ini berkisah tentang Sarah yang pergi tanpa kabar selama 14 tahun. Kemudian, Doel yang telah berumah tangga dengan Zaenab pun dipertemukan kembali dengan Sarah dan anaknya di Amsterdam. Doel dihadapkan kembali pada dua pilihan yang berat, antara harus mempertahankan Zaenab atau memilih Sarah dan anaknya.
Film korea terbaru ini dijadwalkan tayang pada 4 April 2019 ini, dibintangi oleh Soyoung eks SNSD dan Sunsuke Tanaka. Film ini terinspirasi dari kumpulan cerita pendek “Deddo Endo no Omoide” karya Banana Yoshimoto. Menjadi menarik untuk disimak film kolaborasi antara Korea Selatan dan Jepang ini dengan genre drama dan percintaan. Menilik pemerannyapun cukup menjanjikan dan layak untuk ditonton.
Movie: Memories of a Dead End
Revised romanization: Makdareun Kolmokui Chueok
Hangul: 막다른 골목의 추억
Director: Choi Hyun-Young
Writer: Banana Yoshimoto (short story)
Producer:
Cinematographer:
World Premiere: October, 2018 (Busan IFF)
Release Date: April 4, 2019 (South Korea) / February 16, 2019 (Japan)
Runtime: 89 min.
Language: Korean, Japanese
Country: South Korea, Japan
Sinopsis Film Korea “Memories of a Dead End”.
Tunangan Yoo-Mi (Sooyoung) Tae-Goo (Ahn Bo-Hyun) saat ini bekerja di luar negeri di Nagoya, Jepang. Dia memutuskan untuk pergi ke Nagoya untuk menemuinya. Sesampai di sana, Yoo-Mi mengetahui bahwa ia jatuh cinta dengan wanita lain. Yoo-Mi juga mengetahui bahwa Tae-Goo dan wanita itu bertunangan.
Yoo-Mi jatuh dalam keputusasaan. Dia berkeliaran di sekitar kota Nagoya yang tidak dikenal dan kebetulan berakhir di End Point Cafe dan Guest House. Di sana, dia bertemu dengan manajer Nishiyama (Shunsuke Tanaka). Yoo-Mi memutuskan untuk tinggal di wisma. Dia bertemu orang-orang di sana dengan berbagai kisah mereka.
25 tahun berselang, 3 sekuel telah dibuat: Die Hard 2 (1990), Die Hard With a Vengeance (1995), dan Live Free or Die Hard (2007). Namun, John McClane seperti belum kehabisan bahan bakar untuk terus menghajar penjahat. Di film ke-5 ini, ia bahkan bukan beraksi di negaranya, Amerika Serikat, melainkan Rusia.
Dalam film berjudul A Good Day To Die Hard tersebut, aktor Bruce Willis AKA Detective “John McClane” akan mengunjungi Moscow untuk sebuah reuni kecil dengan putranya Jack McClane yang diperankan oleh bintang serial Spartacus: Blood and Sands Jai Courtney.
Bagai buah apel yang jatuh tak jauh dari pohonnya, Jack McClane sendiri
memiliki temperamen yang kurang lebih hampir sama seperti ayahnya,
bahkan aksi ketangguhan dan nekat dari sosok John McClane-pun turut
menurun ke putranya. Keduanyapun akan dihadapkan pada plot aksi penuh ledakan yang melibatkan sejumlah kalimat Fwords di dinginnya cuaca Russia yang mematikan. John tidak tahu apa pekerjaan Jack, karena ia sudah lama berpisah dengan Holly, istrinya, dan jarang mendapat kabar tentang keluarganya. Tidak disangka, ternyata Jack adalah seorang agen rahasia CIA terlatih yang sedang menjalankan misi berbahaya di Moskow. Ia tengah menyusup ke dalam sebuah organisasi teroris yang berencana mencuri senjata nuklir.
Saat identitas Jack terungkap, keadaan menjadi berbalik, dan ia menjadi sasaran para teroris Rusia. Di tengah pelariannya lah, Jack bertemu sang ayah. Meskipun sangat terkejut mengetahui putranya adalah seorang agen rahasia, tidak butuh waktu lama bagi John untuk memberikan bantuannya. Kini, tim ayah-anak tersebut bahu membahu bekerja sama menggagalkan rencana organisasi teroris nuklir itu.
Ketika film ke-4, Live Free or Die Hard (LFoDH), rilis 6 tahun lalu,
banyak penggemar yang kecewa, karena film tersebut diberi rating PG-13, alias untuk remaja. Ini seolah mengkhianati tradisi Die Hard yang selalu memiliki rating R (Dewasa), dengan adegan yang penuh kekerasan, darah, dan umpatan. Meskipun LFoDH sukses secara komersil, konten film yang lebih ‘aman’ membuatnya seperti bukan bagian dari Die Hard. Seolah mendengar keluhan penggemar, A Good Day to Die Hard kembali ke akar dengan rating R. Jadi, penonton bisa mengharapkan adegan-adegan aksi yang brutal, umpatan-umpatan, serta tentunya versi bebas sensor dari “Yippee Ki-Yay, Motherf*cker!”
Haymitch Abernathy (Woody Harrelson) mungkin hanya seorang pemabuk tapi orang akan tetap mengingat pria ini sebagai satu-satunya orang dari District 12 yang berhasil keluar sebagai pemenang dalam acara tahunan itu. Mereka menyebutnya The Hunger Games dan hanya mereka yang benar-benar tangguh yang bisa selamat dari permainan berbahaya ini.
Acara yang ditayangkan di televisi secara nasional ini sebenarnya dimaksudkan sebagai intimidasi bagi 12 District yang kini menjadi jajahan Panem. Setiap tahunnya, masing-masing distrik mengirim dua orang wakil mereka untuk berlaga di The Hunger Games.medan, aturan, dan tingkat partisipasi penonton dapat berubah namunsatu hal konstan: membunuh atau dibunuh. Nantinya, mereka akan menyabung nyawa sampai hanya satu orang saja yang masih hidup. Tahun ini, District 12 diwakili oleh Katniss Everdeen (Jennifer Lawrence) dan Peeta Mellark (Josh Hutcherson).
Katniss, berusia 16 tahun yang tinggal bersama ibu dan adik perempuannya di distrik termiskin, Panem . Katnis sebenarnya tak terpilih namun ia nekat mengajukan diri untuk menggantikan Primrose (Willow Shields), adiknya yang baru berusia 11 tahun. Katnis memang tak punya peluang untuk menang. Ia bukan apa-apa dibanding para kontestan lain yang memang sudah mempersiapkan diri seumur hidup mereka. Satu-satunya peluang Katnis dan Peeta untuk menang adalah bimbingan dari Haymitch Abernathy.
Jet Li adalah salah satu legenda seni bela diri di dunia, film-filmnya telah mencapai kepopuleran yang luarbiasa selama lebih dari empat dekade. Dia membuat kungfu menjadi salah satu bentuk seni bela diri yang terkenal di dunia perfilman. Pertarungan jarak dekat yang memukau tanpa menggunakan efek CGI.
Jet Li Lahir pada tanggal 26 April 1963 di Beijing dan sejak tahun 2009 menjadi warga negara Singapura. Ia mulai berlatih wushu sejak usia delapan tahun di Beijing Sports and Exercise School. Pada saat ia berusia 11 tahun, Li telah mewakili Tiongkok di kompetisi wushu internasional. Namun, ia meninggalkan olahraga ini di usia remaja setelah memenangkan medali emas putra di kejuaraan nasional lima kali berturut-turut.
Sebelum berusia 20 tahun, Li meraih kesuksesan di dunia perfilman Hong Kong dengan film debutnya, Shaolin Temple. Sejak film tersebut ia terus memukau penonton dengan tampilan seni bela diri yang luar biasa di film dan mengukuhkan dirinya sebagai salah satu dari dua nama terbesar dalam genre ini, bersama dengan Jackie Chan.
Tidak seperti Chan, yang film-filmnya lebih banyak bergenre komedi, sebagian besar film Li sangat serius. Jet Li membuat film wuxia menjadi populer di dunia internasional selama karirnya. Wuxia adalah genre khusus yang berkisah tentang pahlawan seni bela diri legendaris dari Tiongkok kuno yang menampilkan kemampuan beladiri yang mumpuni. Berikut adalah daftar film Kungfu Jet Li yang sebaiknya kamu tonton.
Daftar Film Kungfu Jet Li
1. Shaolin Temple
Tanggal rilis: 21 Januari 1982
Disutradarai oleh: Chang Hsin-yen
Bintang lainnya: Yu Hai, Yu Chenghui, Ding Lan
Sinopsis: Berlatar belakang pada abad pertengahan Tiongkok, cerita ini mengisahkan Jue Yuan (Li) muda yang mencari perlindungan di Kuil Shaolin untuk mempelajari seni bela diri dan membalas kematian ayahnya di tangan seorang kaisar yang kejam. Semua orang di kuil menemukan diri mereka dalam bahaya ketika penguasa menyerangnya.
Film ini menandai debut Jet Li dan langsung melambungkannya menjadi bintang di Asia Timur. Dalam film ini ia masih memakai nama lahirnya, Li Lian-je. Setelah sukses besar, aktor ini mengubah namanya menjadi Jet Li.
Shaolin Temple secara luas dianggap sebagai film bersejarah karena merupakan film Hong Kong pertama yang mengambil lokasi shooting di Tiongkok Daratan dan film pertama yang mengambil lokasi syuting di Kuil Shaolin yang sebenarnya.
2. Once Upon a Time in China II
Tanggal rilis: 16 April 1992 (Hong Kong)/1 September 1993 (AS)
Disutradarai oleh: Tsui Hark
Bintang lainnya: Donnie Yen, Rosamund Kwan, Max Mok
Sinopsis: Sebuah kelompok tentara bayaran bernama White Lotus mengganggu kedamaian di Kanton (Guangzhou) pada tahun 1895, dengan menargetkan orang-orang Barat di kota tersebut. Ahli seni bela diri Wong Fei-hung (Li) dipaksa untuk melawan sekte tersebut dan juga seorang pejabat pemerintah setempat yang jahat bernama Komandan Lan (Yen) untuk melindungi kekasihnya yang berpakaian Eropa, Bibi ke-13 (Kwan), dan juga orang-orang Cina yang tidak bersalah yang terjebak dalam perselisihan politik.
Film ini merupakan film kedua dari franchise Once Upon a Time in China. Li memainkan peran utama dalam tiga film pertama dan film keenam. Namun Once Upon a Time in China II dipuji sebagai yang terbaik dari semuanya oleh para kritikus dan penggemar. Film ini meraih rating 93 persen di Rotten Tomatoes dan rating 7,3 bintang di IMDb. Apresiasi ini terutama karena alur cerita dan adegan seni bela diri yang mendebarkan, terutama adegan perkelahian antara Li dan Yen.
3. Fong Sai Yuk/The legend
Tanggal rilis: 4 Maret 1993 (Hong Kong)
Disutradarai oleh: Corey Yuen
Bintang lainnya: Josephine Siao, Michelle Reis, Vincent Zhao
Sinopsis: Fong Sai-Yuk (Li) adalah seorang seniman bela diri luar biasa yang terlibat dalam sebuah kompetisi untuk merebut hati Lui Ting-ting (Reis) yang cantik. Kisah mengarah ke hal lain dan Fong harus berjuang untuk melindungi orang tuanya dan cintanya dari para pejabat kaisar brutal Dinasti Qing.
Film ini juga dikenal sebagai The Legend, film aksi-komedi ini merupakan film pertama dari dua film yang dibintangi oleh Li sebagai Fong Sai-Yuk. Meskipun film kedua juga dirilis pada tahun yang sama dan disukai oleh para penggemar seni bela diri, film pertama menerima lebih banyak pujian kritis untuk cerita, penampilan, dan urutan aksinya yang memenangkan banyak penghargaan di Hong Kong dan Taiwan.
4. Tai Chi Master
Tanggal rilis: 18 November 1993 (Hong Kong)
Disutradarai oleh: Yuen Woo-ping
Bintang lainnya: Jet Li, Chin Siu-ho, Michelle Yeoh
Sinopsis: Dua sahabat (Li dan Chin) yang dilatih seni bela diri di Shaolin kemudian menemukan diri mereka berada di sisi yang berlawanan. Li berada di sisi dari pemberontak yang melawan gubernur otoriter. Sementara salah satu dari mereka termakan oleh nafsu akan kekuasaan dan kebrutalan. Li bergabung dengan Siu-lin (Yeoh) yang baik hati dan menemukan jurus Tai Chi yang dapat membantu melawan rezim.
Tai Chi Master adalah film pertama yang dibintangi Li bersama pemenang Academy Award, Michelle Yeoh. Meskipun Yeoh juga ikut berperan dalam film Li’s Fearless (2006) sebagai narator, namun baru setelah film Hollywood The Mummy: Tomb of the Dragon Emperor (2008) di mana keduanya membintangi peran utama.
5. Fist of Legend
Tanggal rilis: 22 Desember 1994
Disutradarai oleh: Gordon Chan
Bintang lainnya: Chin Siu-ho, Yasuaki Kurata, Shinobu Nakayama, Billy Chow, Paul Chun
Sinopsis: Seorang master seni bela diri Cina terbunuh dalam sebuah pertandingan melawan karateka Jepang di Shanghai yang diduduki Jepang pada tahun 1937. Murid sang guru, seorang siswa bernama Chen Zhen (Li), kemudian meninggalkan pelatihannya di Jepang untuk kembali ke Shanghai dan membalas dendam atas kematiannya, namun menemukan konspirasi yang lebih rumit.
Fist of Legend memiliki rating tertinggi di antara semua film Jet Li. Film ini merupakan remake dari Fist of Fury (1972) karya Bruce Lee, dengan plot yang sedikit berbeda.
6. Hero
Tanggal rilis: 24 Oktober 2002 (Shenzhen, Tiongkok)/27 Agustus 2004 (AS)
Disutradarai oleh: Zhang Yimou
Bintang lainnya: Tony Leung Chiu-wai, Maggie Cheung, Zhang Ziyi, Donnie Yen, Chen Daoming
Sinopsis: Seorang pejuang yang tidak disebutkan namanya (Li) diundang untuk bertemu dengan Raja Qin (Chen) setelah ia mengklaim telah membunuh tiga pembunuh yang kuat – Pedang Patah (Leung), Salju Terbang (Cheung) dan Langit Panjang (Yen) – yang ingin melenyapkan kaisar. Saat sang pejuang menceritakan kisahnya, sang Raja yang bijaksana mulai mempertanyakan keaslian klaimnya.
Film ini: Dipuji secara sebagai salah satu film seni bela diri terhebat yang pernah diproduksi, Hero menerima pujian yang luas tidak hanya untuk adegan aksi dan ceritanya, tetapi juga untuk sinematografinya yang luar biasa oleh Christopher Doyle.
Film ini dinominasikan dalam kategori film berbahasa asing terbaik di Golden Globes dan Academy Awards, setelah dirilis di Tiongkok. Sutradara dan produser film Amerika, Quentin Tarantino, memainkan peran utama dalam perilisan film ini di Amerika Serikat dengan meyakinkan Miramax dan menyetujui persyaratan mereka bahwa film ini akan dipasarkan sebagai film yang “dipersembahkan oleh” Tarantino.
7. Fearless
Tanggal rilis: 26 Januari 2006 (Hong Kong) / 22 September 2006 (AS)
Disutradarai oleh: Ronny Yu
Bintang lainnya: Dong Yong, Nakamura Shidō II, Sun Li
Sinopsis: Sebuah tragedi memaksa seorang ahli bela diri muda dan sombong, Huo Yuanjia, untuk mengasingkan diri di sebuah desa terpencil. Dalam perawatan seorang gadis desa yang buta, Yueci (Sun) dan neneknya, Huo belajar kerendahan hati dan kebutuhan untuk mengendalikan kekuatannya. Namun, ketika ia kembali ke kotanya sebagai seorang pria yang telah berubah, ia mendapati dirinya harus mempertahankan kehormatan Tiongkok di tengah-tengah masalah politik.
Film ini didasarkan pada kehidupan ikon seni bela diri Huo Yuanjia di dunia nyata, yang mendirikan Asosiasi Atletik Chin Woo di Shanghai dan dielu-elukan di Tiongkok hingga saat ini karena telah mengalahkan banyak petarung asing di awal tahun 1900-an untuk mempertahankan kehormatan nasional. Li adalah salah satu dari sekian banyak aktor yang pernah memerankan Huo. Untuk penampilannya, ia mendapatkan nominasi aktor terbaik pertamanya di Penghargaan Film Hong Kong yang bergengsi.
8. The Forbidden Kingdom
The Forbidden Kingdom
Tanggal rilis: 18 April 2008
Disutradarai oleh: Rob Minkoff
Bintang lainnya: Jackie Chan, Liu Yifei, Li Bingbing, Michael Angarano
Sinopsis: Jason (Angarano) adalah seorang remaja Amerika yang menyukai film kung fu. Suatu hari, ia secara tidak sengaja menemukan sebuah artefak di sebuah toko gadai yang membawanya ke Cina kuno. Dia menemukan dirinya bergabung dengan seorang pria bernama Lu Yan (Chan) dan seorang biksu pendiam (Li) dalam sebuah misi untuk membebaskan Sun Wukong atau Raja Kera yang dipenjara (juga Li).
The Forbidden Kingdom adalah salah satu film yang paling ditunggu-tunggu pada saat perilisannya karena merupakan film pertama yang dibintangi oleh Jackie Chan dan Jet Li. Film ini menerima ulasan positif dan diapresiasi oleh para penggemar, dengan pujian khusus untuk adegan aksi yang menampilkan dua legenda seni bela diri.
Setelah kesuksesan film KKN Desa Penari yang menjadi film terlaris sepanjang masa, MD Pictures akan merilis Sewu Dino pada libur lebaran nanti. Sewu Dino adalah salah satu cerita dari simpleman yang ceritanya begitu mengerikan. Ini tentunya memancing rasa penasaran, akan jadi seperti apa nanti ketika diadaptasi menjadi sebuah film.
Pemeran Sewu Dino
Film Sewu Dino disutradarai oleh Kimo Stamboel, seorang sutradara yang berpengalaman memproduksi film dan series horor. Sebut saja Teluh Darah yang tayang di Disney Hotstar, Ivanna juga Jaelangkung Sandekala yang tayang di tahun 2022 dan Ratu Ilmu Hitam yang tayang di tahun 2019.
Lalu untuk pemeran utamanya adalah Mikha Tambayong sebagai Sri, Karina Suwandi sebagai Karsa Atmaja, Giselma Firmansyah sebagai Dela, Rio Dewanto sebagai Sugik. Marthino Lio sebagai Sabdo Kuncoro, Givina sebagai Erna, Agla Artalidia sebagai Dini, Pritt Timothy sebagai Mbah Tamin dan Maryam Supraba sebagai Yuk Minah.
Sewu Dino akan mengambil latar kisah di Jawa Timur, menjadi menarik bagaimana akting dari Mikha Tambayong yang notabene bukan orang jawa tulen harus berbicara medok.
Sinopsis Sewu Dino
Film ini bercerita tentang seorang perempuan desa bernama Sri yang diperankan oleh Mikha Tambayong. Karena keadaannya, Sri berkeinginan untuk bekerja di luar kota. Ini terpaksa dilakukan karena didesanya tidak ada pekerjaan yang cukup menjanjikan.
Gayung bersambut, tetangganya yang bernama Bu Menik menyampaikan bahwa ada lowongan pekerjaan dari sebuah agen penyalur ART Griya Zainah. Sri bertekad untuk datang dan mengikuti proses seleksi.
Namun saat proses wawancara kerja ini Sri diberikan pertanyaan yang cukup aneh. Pertanyaannya adalah tentang hari lahir Sri. Mereka mencari seseorang yang lahir di Hari Jumat Kliwon yang secara kebetulan juga adalah hari lahir Sri.
Ia tidak menaruh curiga lebih jauh, setelah proses seleksi itu Sri akhirnya diterima bekerja sebagai perawat untuk Keluarga Atmojo. Di keluarga ini Sri diberikan tanggung jawab untuk merawat seorang anak remaja yang mengalami sakit. Anak tersebut bernama Della Atmojo.
Sakitnya Della Atmojo ini ternyata disebabkan karena terkena santet Sewu Dino. Teror ini bukan hanya mengenai keluarga Atmodjo yang mendapatkan santet Sewu Dino, tetapi juga setiap orang yang merawatnya juga akan terkena teror tersebut.
Film Horor Indonesia berjudul “Makmum” akan tayang di Bioskop pada bulan Agustus ini. Film ini adalah adaptasi dari film pendek garapan Riza pahlevi yang sebelumnya tayang di Youtube. Bagaimanapun, film ini menggabungkan dua hal yang benar-benar dekat dengan kehidupan orang Indonesia yaitu “Horor dan Agama“. Sangat menarik apakah film ini akan mampu menampilkan story yang apik dan memuaskan para penontonnya.
Diperankan oleh Titi Kamal, Ali Syakieb dan Tissa Biani Film Makmun akan perdana tayang pada tanggal 15 Agustus 2019.
Detail Film Makmum
Produser Dheeraj Kalwani
Sutradara Hadrah Daeng Ratu
Penulis Alim Sudio, Vidya Talisa Ariestya, Riza Pahlevi
Pemeran Titi Kamal, Ali Syakieb, Tissa Biani
Tanggal edar Thursday, 15 August 2019
Warna Warna
Sinopsis Flm Makmum
Film ini mengambil seting cerita di sebuah asrama yang dihantui oleh sosok ghaib yang mereka sebut sebagai “Makmum“. Sosok ini senantiasa mengganggu para penghuni asrama, dan intensitasnya semakin kerap sejak Rini (Titi Kamal) kembali datang dan tinggal di asrama untuk merawat Bu Kinanti (Jajang C Noer) yang kesehatannya terus memburuk.
Sebaliknya dengan pemimpin asrama Rosa (Reny Yuliana), ia sama sekali tidak percaya dengan sosok ghaib tersebut dan menganggap hanyala rekaan tiga siswi: Nurul (Tissa Bianni), Nisa (Bianca Hello), Putri (Adila Fitri) yang saat itu sedang diperbolehkan keluar asrama pada masa liburan, karena hasil ujian mereka yang buruk.
Putri semakin sering kesurupan, membuat suasana semakin tidak karuan. Rini menyadari ada sesuatu yang tidak beres diantara semua kejadian ini. Ia mencoba membantu teman-temannya dan berusaha memecahkan misteri tersebut. Keputusannya tersebut, ternyata dapat mengancam jiwanya.
Genre: Horor/Dewasa
Durasi: 100minutes
Jenis Film : Horror
Produser : Barbara Muschietti, J. Miles Dale
Produksi : UNIVERSAL PICTURES
Sutradara : Andy Muschietti
Homepage : www.mamamovie.com/
Cast:
Jessica Chastain berperan sebagai Annabel
Nikolaj Coster-Waldau berperan sebagai Lucas
Megan Charpentier berperan sebagai Victoria
Isabelle Nelisse berperan sebagai Lilly
Sinopsis:
Lima tahun yang lalu, Victoria dan Lilly menghilang tanpa jejak. Sejak itu, paman mereka, Lucas (Nikolaj Coster-Waldau) dan kekasihnya, Annabel (Jessica Chastain), terus mencari. Secara mengejutkan Victoria dan Lily ditemukan disebuah kabin tua, pasangan ini tak pernah menduga bahwa gadis-gadis kecil tersebut bukanlah satu-satunya tamu yang mereka sambut dirumah mereka.
Annabel mencoba untuk memperkenalkan kehidupan
normal pada Victoria dan Lily sekaligus yakin bahwa ada roh jahat di rumah mereka. Apakah kakak beradik ini mengalami stres traumatis?. Bagaimana mereka dapat bertahan tahun-tahun sendirian di dalam hutan?. Saat mencoba mencari jawabannya, ia mengetahui bahwa kematian mengincarnya.
Dua detektif telah kembali!, bagi yang pernah menonton aksi mereka dalam film pertama “The Accidental Detective” yang rilis tahun 2015 maka kali ini bagian kedua akan bisa segera dinikmati. Film ini masih mengandalkan “Kwon Sang Mo”, “Sung Dong Il” dan ada satu pemeran baru yakni “Lee Kwang Sooo”. Sebuah perpaduan aktor yang mampu menghadirkan gelak tawa saat ditonton. Menjalani proses syuting juni tahun lalu, film ini dijadwalkan akan ditayangkan pada 13 juni 2018.
Movie: The Accidental Detective 2: In Action (English title)
Revised romanization: Tamjung: Riteonzeu
Hangul: 탐정: 리턴즈
Director: Lee Eon-Hee
Writer:
Producer:
Cinematographer:
Release Date: June 13, 2018
Runtime:
Distributor: CJ Entertainment
Language: Korean
Country: South Korea
Sinopsis Film Korea The Accidental Detective 2: In Action
Kang Dae-Man (Kwon Sang-Woo) menjual komik di toko bukunya, selain itu ia juga membuka agensi detektif swasta tanpa memberi tahu istrinya.
No Tae-Soo (Sung Dong-Il) adalah mantan detektif dan dia sekarang bekerja dengan Kang Dae-Man di agen penyelidik swasta. Mereka juga bekerja sama dengan Yeochi (Lee Kwang-Soo) yang menjalankan agensi penyelidik cyber pribadi.
Cast
Kwon Sang-Woo – Kang Dae-Man
Sung Dong-Il – No Tae-Soo
Lee Kwang-Soo – Yeochi (“Grasshopper”)
Seo Young-Hee – Mi-Ok
Jet Li adalah salah satu legenda seni bela diri di dunia, film-filmnya telah mencapai kepopuleran yang luarbiasa selama lebih dari empat dekade. Dia membuat...