Sebuah film thriller baru dari Korea Selatan akan segera tayang, mengusung tema agen mata-mata yang menegangkan antara dua negara seteru abadi. Kisah akan melompat ke dekade 90an dimana seorang agen Korea Selatan dikisahkan menyusup ke jantung pemerintahan Korea Utara. Sebuah tema yang cukup berat dengan latar belakang kisah nyata yang pernah terjadi. Film “The Spy Going North” didukung oleh aktor-aktor jempolan Korea Selatan seperti Hwang Jung Min, Lee Sung Min, dan Choi Jin Wong. Tiga aktor papan atas yang selalu sukses dengan peran yang berkualitas di setiap film yang dibintanginya.
The Spy Going North akan direncanakan tayang 8 Agustsu 2018 nanti, setelah sebelumnya juga dirilis dalam gelaran festival cannes. Film ini disutradarai oleh Yoon Jong Bin yang sebelumnya terlibat dalam film “Berlin File, Nameless Gangster“.
Movie: The Spy Gone North (English title) / Operation (literal title)
Revised romanization: Gongjak
Hangul: 공작
Director: Yoon Jong-Bin
Writer: Yoon Jong-Bin
Producer:
Cinematographer: Choi Chan-Min
World Premiere: May 11, 2018 (Cannes Film Festival)
Release Date: August 8, 2018
Runtime:
Distributor: CJ Entertainment
Language: Korean
Country: South Korea
Sinopsis Film The Spy Going North
Film ini mengusung latar kisah pada dekade 90an, menceritakan kisah nyata seorang operator mata-mata bernama Black Venus. Ia menyamar sebagai pengusaha dari Korea Selatan dengan ambisi untuk memata-matai program nuklir Korea Utara. Ia berhasil menyusup ke tingkat tertinggi rezim, kemudian dikendalikan oleh Kim Jong-il yang sama-sama absurd dan mengintimidasi.
Itu hanya setengah dari cerita, kemudian intrik politik diwakili sebagai ancaman besar terhadap keselamatan Black Venus sebagai pengawal pribadi Pemimpin Tertinggi. Karena terdesak oleh keadaan, dia menjadi agen ganda korban dari bisnis perdamaian yang buruk.
Jet Li adalah salah satu legenda seni bela diri di dunia, film-filmnya telah mencapai kepopuleran yang luarbiasa selama lebih dari empat dekade. Dia membuat kungfu menjadi salah satu bentuk seni bela diri yang terkenal di dunia perfilman. Pertarungan jarak dekat yang memukau tanpa menggunakan efek CGI.
Jet Li Lahir pada tanggal 26 April 1963 di Beijing dan sejak tahun 2009 menjadi warga negara Singapura. Ia mulai berlatih wushu sejak usia delapan tahun di Beijing Sports and Exercise School. Pada saat ia berusia 11 tahun, Li telah mewakili Tiongkok di kompetisi wushu internasional. Namun, ia meninggalkan olahraga ini di usia remaja setelah memenangkan medali emas putra di kejuaraan nasional lima kali berturut-turut.
Sebelum berusia 20 tahun, Li meraih kesuksesan di dunia perfilman Hong Kong dengan film debutnya, Shaolin Temple. Sejak film tersebut ia terus memukau penonton dengan tampilan seni bela diri yang luar biasa di film dan mengukuhkan dirinya sebagai salah satu dari dua nama terbesar dalam genre ini, bersama dengan Jackie Chan.
Tidak seperti Chan, yang film-filmnya lebih banyak bergenre komedi, sebagian besar film Li sangat serius. Jet Li membuat film wuxia menjadi populer di dunia internasional selama karirnya. Wuxia adalah genre khusus yang berkisah tentang pahlawan seni bela diri legendaris dari Tiongkok kuno yang menampilkan kemampuan beladiri yang mumpuni. Berikut adalah daftar film Kungfu Jet Li yang sebaiknya kamu tonton.
Daftar Film Kungfu Jet Li
1. Shaolin Temple
Tanggal rilis: 21 Januari 1982
Disutradarai oleh: Chang Hsin-yen
Bintang lainnya: Yu Hai, Yu Chenghui, Ding Lan
Sinopsis: Berlatar belakang pada abad pertengahan Tiongkok, cerita ini mengisahkan Jue Yuan (Li) muda yang mencari perlindungan di Kuil Shaolin untuk mempelajari seni bela diri dan membalas kematian ayahnya di tangan seorang kaisar yang kejam. Semua orang di kuil menemukan diri mereka dalam bahaya ketika penguasa menyerangnya.
Film ini menandai debut Jet Li dan langsung melambungkannya menjadi bintang di Asia Timur. Dalam film ini ia masih memakai nama lahirnya, Li Lian-je. Setelah sukses besar, aktor ini mengubah namanya menjadi Jet Li.
Shaolin Temple secara luas dianggap sebagai film bersejarah karena merupakan film Hong Kong pertama yang mengambil lokasi shooting di Tiongkok Daratan dan film pertama yang mengambil lokasi syuting di Kuil Shaolin yang sebenarnya.
2. Once Upon a Time in China II
Tanggal rilis: 16 April 1992 (Hong Kong)/1 September 1993 (AS)
Disutradarai oleh: Tsui Hark
Bintang lainnya: Donnie Yen, Rosamund Kwan, Max Mok
Sinopsis: Sebuah kelompok tentara bayaran bernama White Lotus mengganggu kedamaian di Kanton (Guangzhou) pada tahun 1895, dengan menargetkan orang-orang Barat di kota tersebut. Ahli seni bela diri Wong Fei-hung (Li) dipaksa untuk melawan sekte tersebut dan juga seorang pejabat pemerintah setempat yang jahat bernama Komandan Lan (Yen) untuk melindungi kekasihnya yang berpakaian Eropa, Bibi ke-13 (Kwan), dan juga orang-orang Cina yang tidak bersalah yang terjebak dalam perselisihan politik.
Film ini merupakan film kedua dari franchise Once Upon a Time in China. Li memainkan peran utama dalam tiga film pertama dan film keenam. Namun Once Upon a Time in China II dipuji sebagai yang terbaik dari semuanya oleh para kritikus dan penggemar. Film ini meraih rating 93 persen di Rotten Tomatoes dan rating 7,3 bintang di IMDb. Apresiasi ini terutama karena alur cerita dan adegan seni bela diri yang mendebarkan, terutama adegan perkelahian antara Li dan Yen.
3. Fong Sai Yuk/The legend
Tanggal rilis: 4 Maret 1993 (Hong Kong)
Disutradarai oleh: Corey Yuen
Bintang lainnya: Josephine Siao, Michelle Reis, Vincent Zhao
Sinopsis: Fong Sai-Yuk (Li) adalah seorang seniman bela diri luar biasa yang terlibat dalam sebuah kompetisi untuk merebut hati Lui Ting-ting (Reis) yang cantik. Kisah mengarah ke hal lain dan Fong harus berjuang untuk melindungi orang tuanya dan cintanya dari para pejabat kaisar brutal Dinasti Qing.
Film ini juga dikenal sebagai The Legend, film aksi-komedi ini merupakan film pertama dari dua film yang dibintangi oleh Li sebagai Fong Sai-Yuk. Meskipun film kedua juga dirilis pada tahun yang sama dan disukai oleh para penggemar seni bela diri, film pertama menerima lebih banyak pujian kritis untuk cerita, penampilan, dan urutan aksinya yang memenangkan banyak penghargaan di Hong Kong dan Taiwan.
4. Tai Chi Master
Tanggal rilis: 18 November 1993 (Hong Kong)
Disutradarai oleh: Yuen Woo-ping
Bintang lainnya: Jet Li, Chin Siu-ho, Michelle Yeoh
Sinopsis: Dua sahabat (Li dan Chin) yang dilatih seni bela diri di Shaolin kemudian menemukan diri mereka berada di sisi yang berlawanan. Li berada di sisi dari pemberontak yang melawan gubernur otoriter. Sementara salah satu dari mereka termakan oleh nafsu akan kekuasaan dan kebrutalan. Li bergabung dengan Siu-lin (Yeoh) yang baik hati dan menemukan jurus Tai Chi yang dapat membantu melawan rezim.
Tai Chi Master adalah film pertama yang dibintangi Li bersama pemenang Academy Award, Michelle Yeoh. Meskipun Yeoh juga ikut berperan dalam film Li’s Fearless (2006) sebagai narator, namun baru setelah film Hollywood The Mummy: Tomb of the Dragon Emperor (2008) di mana keduanya membintangi peran utama.
5. Fist of Legend
Tanggal rilis: 22 Desember 1994
Disutradarai oleh: Gordon Chan
Bintang lainnya: Chin Siu-ho, Yasuaki Kurata, Shinobu Nakayama, Billy Chow, Paul Chun
Sinopsis: Seorang master seni bela diri Cina terbunuh dalam sebuah pertandingan melawan karateka Jepang di Shanghai yang diduduki Jepang pada tahun 1937. Murid sang guru, seorang siswa bernama Chen Zhen (Li), kemudian meninggalkan pelatihannya di Jepang untuk kembali ke Shanghai dan membalas dendam atas kematiannya, namun menemukan konspirasi yang lebih rumit.
Fist of Legend memiliki rating tertinggi di antara semua film Jet Li. Film ini merupakan remake dari Fist of Fury (1972) karya Bruce Lee, dengan plot yang sedikit berbeda.
6. Hero
Tanggal rilis: 24 Oktober 2002 (Shenzhen, Tiongkok)/27 Agustus 2004 (AS)
Disutradarai oleh: Zhang Yimou
Bintang lainnya: Tony Leung Chiu-wai, Maggie Cheung, Zhang Ziyi, Donnie Yen, Chen Daoming
Sinopsis: Seorang pejuang yang tidak disebutkan namanya (Li) diundang untuk bertemu dengan Raja Qin (Chen) setelah ia mengklaim telah membunuh tiga pembunuh yang kuat – Pedang Patah (Leung), Salju Terbang (Cheung) dan Langit Panjang (Yen) – yang ingin melenyapkan kaisar. Saat sang pejuang menceritakan kisahnya, sang Raja yang bijaksana mulai mempertanyakan keaslian klaimnya.
Film ini: Dipuji secara sebagai salah satu film seni bela diri terhebat yang pernah diproduksi, Hero menerima pujian yang luas tidak hanya untuk adegan aksi dan ceritanya, tetapi juga untuk sinematografinya yang luar biasa oleh Christopher Doyle.
Film ini dinominasikan dalam kategori film berbahasa asing terbaik di Golden Globes dan Academy Awards, setelah dirilis di Tiongkok. Sutradara dan produser film Amerika, Quentin Tarantino, memainkan peran utama dalam perilisan film ini di Amerika Serikat dengan meyakinkan Miramax dan menyetujui persyaratan mereka bahwa film ini akan dipasarkan sebagai film yang “dipersembahkan oleh” Tarantino.
7. Fearless
Tanggal rilis: 26 Januari 2006 (Hong Kong) / 22 September 2006 (AS)
Disutradarai oleh: Ronny Yu
Bintang lainnya: Dong Yong, Nakamura Shidō II, Sun Li
Sinopsis: Sebuah tragedi memaksa seorang ahli bela diri muda dan sombong, Huo Yuanjia, untuk mengasingkan diri di sebuah desa terpencil. Dalam perawatan seorang gadis desa yang buta, Yueci (Sun) dan neneknya, Huo belajar kerendahan hati dan kebutuhan untuk mengendalikan kekuatannya. Namun, ketika ia kembali ke kotanya sebagai seorang pria yang telah berubah, ia mendapati dirinya harus mempertahankan kehormatan Tiongkok di tengah-tengah masalah politik.
Film ini didasarkan pada kehidupan ikon seni bela diri Huo Yuanjia di dunia nyata, yang mendirikan Asosiasi Atletik Chin Woo di Shanghai dan dielu-elukan di Tiongkok hingga saat ini karena telah mengalahkan banyak petarung asing di awal tahun 1900-an untuk mempertahankan kehormatan nasional. Li adalah salah satu dari sekian banyak aktor yang pernah memerankan Huo. Untuk penampilannya, ia mendapatkan nominasi aktor terbaik pertamanya di Penghargaan Film Hong Kong yang bergengsi.
8. The Forbidden Kingdom
The Forbidden Kingdom
Tanggal rilis: 18 April 2008
Disutradarai oleh: Rob Minkoff
Bintang lainnya: Jackie Chan, Liu Yifei, Li Bingbing, Michael Angarano
Sinopsis: Jason (Angarano) adalah seorang remaja Amerika yang menyukai film kung fu. Suatu hari, ia secara tidak sengaja menemukan sebuah artefak di sebuah toko gadai yang membawanya ke Cina kuno. Dia menemukan dirinya bergabung dengan seorang pria bernama Lu Yan (Chan) dan seorang biksu pendiam (Li) dalam sebuah misi untuk membebaskan Sun Wukong atau Raja Kera yang dipenjara (juga Li).
The Forbidden Kingdom adalah salah satu film yang paling ditunggu-tunggu pada saat perilisannya karena merupakan film pertama yang dibintangi oleh Jackie Chan dan Jet Li. Film ini menerima ulasan positif dan diapresiasi oleh para penggemar, dengan pujian khusus untuk adegan aksi yang menampilkan dua legenda seni bela diri.
Film Korea The Gifted Hands/Psychonometry Kim Bum – Apa kamu tau arti dari Psychometri ? Psikonometri sendiri memiliki arti sebagai kemampuan untuk dapat melihat masa lalu dengan menyentuh benda tertentu. Nah Film ini mengupas kisah Kim Jun ( Kim Boem) sang pemilik kemampuan itu yang terjebak kedalam sebuah kasus pembunuhan.
Film Ini sendiri sudah ditayangkan di Net Tv lho, boleh juga Net TV K-Cinema ya berani menayangkan mengingat Film ini termasuk film baru dan baru tayang di Korea pada bulan Maret 2013.
Detail
Movie: The Gifted Hands (English title) / Psychometry (literal title)
Revised romanization: Saikometeuri
Hangul: 사이코메트리
Director: Kwon Ho-Young
Writer:
Producer:
Cinematographer:
Release Date: March 7, 2013
Runtime: 108 min.
Genre: Mystery / Thriller / Supernatural
Distributor: CJ Entertainment
Language: Korean
Country: South Korea
Cast
Kim Kang Woo – Yang Choon-Dong
Kim Boem – Kim Joon
Lee Joon-Hyuk – Yang-Soo
Esom – Kim Seung-Ki
Kim Yu-Bin – Da-Hee
Sinopsis
Film dibuka dengan adegan konyol di sebuah kantor MLM ,kantor tersebut digerebek polisi namun tidak disangka disana juga ada Polisi Yang Choon-Dong (diperankan Kim Kang-Woo) tapi dia bukan sebagai polisi penggerebek malah dia merupakan salah satu agen MLM tersebut hahaha, di Film ini kita memang tidak hanya disuguhi dengan ketegangan di sepanjang film namun juga menampilkan kelucuan terlebih di 15 menit pertama film berlangsung. Namun jangan ditanya deh saat film memasuki menit menit 40 an kamu bakal dibuat penasaran setengah mati dengan film ini.
Film berlanjut dan kemudian di kantor polisi tempat Yang Chon Dong bekerja ada seorang ibu yang melaporkan kalau anaknya diculik. Tapi tidak ada satu pun polisi di sana yang menanggapi serius laporan si ibu mereka mengesampingkan kasus ini begitu saja dan hanya menyarankan sang ibu kembali ke rumah , kecuali si detektif Yang Choon-Dong merasa kasus penculikan anak ini serius. Dia berusaha meyakinkan atasanya untuk menyelidiki kasus si anak hilang ini, walaupun tidak mudah akhirnya si detektif Yang diberi wewenang untuk menyelidiki kasus ini sama atasannya.
Kim Kang-Woo sebagai Yang Choon-Dong
Nah pada malam berikutnya,seorang Anak muda sedang menggambar grafitti pada sebuah tembok tanpa dinyana Yang Choon-Dong buang air kecil sembarangan pada tembok tersebut. Sebelumnya dia tidak menyadari, di sebelahnya berdiri seorang Anak Muda misterius tersebut memakai jaket hoodie hitam yang menutupi kepala dan mukanya. Yang Choon-Dong mengajak ngobrol Anak muda itu soal graffiti yang baru saja dibuatnya. Tapi si anak muda malah mengacuhkan nya dan beranjak pergi. Merasa tidak terima di acuhkan, Yang Choon-Dong tersulut emosi nya dan hendak meyergap pemuda tersebut, namun si pemuda sudah lebih sigap serta menyemprotkan pilox yang tadi dipakainya membuat graffiti ke mata Yang Choon-Dong disaat itu Tangan Detektif Yang tidak sengaja di genggam sang Pemuda dan dia pun tahu bahwa itu polisi dan bergegas pergi.
Sebulan kemudian, di sebuah taman bermain ditemukan mayat anak perempuan dan ternyata mayat tersebut adalah anak
si ibu yang dulu pernah melaporkan kasus penculikan anaknya itu ke kantor Yang Choon-Dong. Yang Choon-Dong merasa sangat bersalah dan terpukul karena tidak berhasil mengungkap kasus penculikan itu. Malamnya, Yang Choon-Dong menonton berita di televisi soal penemuan mayat anak perempuan tersebut. Dan seketika Yang Choon-Dong kaget saat berita itu menayangkan TKP penemuan mayat yang direkam reporter dari jembatan yang berada di atas taman. Pasalnya, lokasi itu persis dengan lukisan graffiti di tembok yang dibuat si cowok misterius sebulan sebelumnya. Bahkan kondisi mayat saat ditemukan pun persis dengan gambar graffiti di tembok.
Graffiti yang sama persis dengan kasus penculikan dan pembunuhan anak yang ditangani Yang Choon-Dong
Yang Choon-Dong otomatis dilanda penasaran dan berniat menyelidiki si cowok misterius. Yang Choon-Dong menduga cowok itu adalah pelakunya, secara dia bisa melukis sama persis kasus penculikan dan pembunuhan anak perempuan tersebut. Setelah akhirnya berhasil menemukan si cowok yang tinggal sendirian di sebuah atap gedung bobrok, alih-alih menangkap, ternyata Yang Choon-Dong mendapati hal yang sama sekali nggak diduganya. Cowok misterius yang kemudian diketahui namanya Kim Joon (diperankan Kim Bum) itu ternyata adalah
seseorang yang memiliki kemampuan psychometry. Ini diketahui Yang Choon-Dong saat tangan Kim Joon menyentuh tangannya waktu dia hendak menangkap Kim Joon. Ekspresi dan mata Kim Joon tiba-tiba berubah, dan dia mengatakan tentang masa lalu kelam Yang Choon-Dong yang nggak mungkin diketahui orang lain. Itulah sebabnya juga kemudian Yang Choon-Dong mengetahui bagaimana Kim Joon bisa melukis graffiti yang sama persis dengan kasus penculikan yang tengah ditanganinya. Dan ternyata bukan cuma itu. Kim Joon juga kerap mendapatkan clues berbagai kejahatan lainnya melalui kemampuannya, hingga membuatnya merasa tersiksa dan akhirnya memilih hidup menyendiri.
Kim Joon yang misterius, diperankan oleh Kim Bum
Sejak menyadari itu, Yang Choon-Dong meminta maaf sekaligus meminta bantuan Kim Joon untuk menolongnya mengungkap kasus penculikan dan pembunuhan anak dengan kemampuannya itu sebelum jatuh korban berikutnya. Awalnya Kim Joon sempat menolak karena dia nggak mau siapa pun tau tentang kemampuannya. Tapi karena merasa berhutang budi setelah ditolong Yang Choon-Dong dari orang-orang yang mengeroyoknya, Kim Joon pun bersedia membantu meski taruhannya nyawa. Ya, soalnya kemampuan psychometry yang dimiliki Kim Joon bisa membahayakan dirinya sendiri setiap kali digunakan. Minimal Kim Joon bakal mimisan tiap kali ‘baca’ histori dari objek yang dipegangnya. Bahkan nggak jarang Kim Joonmuntah darah dan lemas kehabisan tenaga tiap kali menggunakan psychometry-nya.
Begini yang bakal dialami Kim Joon setelah memakai psychometry-nya
Kim Joon kerap kali nggak bisa mengontrol kemampuan psychometry yang dimilikinya
Kim Joon yang tengah mengeluarkan psychometry-nya untuk membantu kasus pembunuhan anak
Di sinilah dimulai keseruan duet Yang Choon-Dong dan Kim Joon untuk mengungkap kasus penculikan dan pembunuhan anak. Namun, di tengah penyelidikan, keduanya mendapat hambatan setelah Kim Joon dicurigai dan ditangkap oleh rekan dan atasan di kantor Yang Choon-Dong. Nggak tau apa alasannya, Kim Joon malah mengatakan kalau dialah pelaku yang mereka cari selama ini setelah menunjukkan psychometry-nya di ruang interogasi di hadapan para penyidik, termasuk rekan dan atasan Yang Choon Dong yang menangkapnya.
Nah, lho! Apa yang terjadi selanjutnya? Penasaran? Cari tau sendiri aja dengan nonton langsung film ini! hihi. Film ini tidak membiarkan penonton nya penasaran sampai si lakon sukses menemukan sendiri pelaku nya , kita tak akan bertanya-tanya sampai akhir tentang siapa pelaku nya , klue nya diberikan gratis ke penonton memasuki menit ke 73.
Film ini cukup rekomended untuk ditonton, adegan-adegan nya tidak terlalu sadis ataupun vulgar alur nya asik walaupun tsedikit disayangkan karena menampilakan ending yang mudah ditebak. Selamat menonton.
Hanung Bramantyo kembali akan membuat film, dan kali ini diangkat dari Novel karya Pramudya Ananta Toer “Bumi Manusia”. Novel ini merupakan karya epik dari “Pram”, buku pertama dari tetralogi “Buru” yaitu empat novel yang ditulis Pram semasa menjalani tahanan di Pulau Buru. Sebuah karya adiluhung yang kemudian dipertaruhkan visualisasinya di tangan Hanung Bramantyo.
Pemeran Film Bumi Manusia
Iqbaal Ramadhan – Minke
Mawar Eva – Annelies
Ine Febriyanti – Nyi Ontosoroh
Dony Damara – Ayah Minke
Ayu Laksmi – Ibu Minke
Sinopsis Bumi Manusia Bumi Manusia bercerita tentang Minke, salah satu anak pribumi yang sekolah di HBS. Pada masa itu, yang dapat masuk ke sekolah HBS adalah orang-orang keturunan Eropa. Namun Minke, selain anak pesohor, juga pribumi yang pandai. Ia sangat piawai menulis.
Melihat kondisi di sekitarnya, Minke tergerak untuk memperjuangkan nasib pribumi melalui tulisan, yang menurutnya membuat suaranya tidak akan padam ditelan angin.
Bagaimanapun, kita tunggu saja karya Hanung ini. Dan semoga tidak mengecewakan seperti “Benyamin Biang Kerok” yang jeblok di pasaran.
Sinospsis Film Korea My Litle Bride, mengangkat tema yang tidak biasa sehingga film korea ini terasa berbeda.
Cast: Moon Geun Young as Bo-eun Kim Rae Woon as Sang mi
Untuk gadis remaja seusia Bo-eun masa SMU adalah masa-masa yang indah yang semuanya hanya diisi oleh nilai-nilai pelajaran dan tentu saja mencari gebetan, tapi ternyata dunianya menjadi jungkir balik ketika kakeknya menjodohkannya dengan Sang-min teman masa kecilnya yang usianya lebih tua delapan tahun.Ternyata ketika masih muda kakeknya dan kakek Sang min yang bersahabat baik telak saling berjanji untuk menjodohkan cucunya masing-masing, tentu saja ide perjodohan ini ditolak mentah-oleh Bo-eun karena dia sudah mempunyai cowok yang diam-diam di sukai sejak lama Jung woo seorang atlet softball di sekolahnya. Tapi kedatangan Sang-min telah merubah semua impiannya dia harus menjadi seorang istri di usia yang relatif masih muda, namun gadis itu terpaksa menerima perjodohan itu karena…kakek yang disayanginya itu tiba-tiba saja terkena serangan jantung dan dengan suara yang lemah meminta Bo-eun menerima Sang-min sebagai suaminya. Padahal itu hanya akal-akalan kakeknya saja karena dia ingin memenuhi janjinya kepada kakek Sang min.
Akhirnya mereka-pun menikah tapi Bo-eun tetaplah Bo-eun seorang remaja yang tidak bisa melupakan cinta pertamanya hal ini terlihat ketika mereka berbulan madu tiba-tiba saja gadis itu menghilang ketika akan naik pesawat dan Sang-mi berbulan madu sendirian dan Bo –eun pergi jalan2 sendiri.
Karena Bo-eun masih sekolah maka pernikahanpun dirahasiakan sampai Bo-eun lulus SMU,bahkan mereka tidur di kamar yang berbeda, ternyata menjadi seorang istri tidaklah muda untuk Bo-eun apalagi Sang-mi memperlakukannya seperti seorang adik dan bukan sebagai seorang istri. Bo-eun diam-diam menjalin hubungan dengan Jung Woo bahkan mereka pergi kencan ketika sedang di toko kaset tidak sengaja adik Bo-eun melihatnya dan merekam keduanya di handycam, Ketika gadis itu mengunjungi keluarganya mereka sedang menonton rekaman yang dibuat oleh adiknya ketika ortunya melihat gambar dia dengan Jung Woo dan bertanya ada hubungan apa diantara keduanya dengan bijak Sang-mi mengatakan bahwa Bo-eun hanya berteman dengan Jung woo
Di sekolah Bo-eun kedatangan guru magang baru yang ternyata adalah Sang mi dan bahkan suaminya itu mengajar di kelas Bo-eun dan tentu saja gadis itu menjadi kesal ditambah lagi ternyata ada guru wanita di sekolahnya menyukai suaminya bahkan sampai datang berkunjung kerumah mereka.
Masalah percintaan Bo-eun semakin rumit ketika kakaknya kelasnya meminta dia menjauhi Joo Woo atau dia akan = membongkar rahasia pernikahannya.
Film korea terbaru ini dijadwalkan tayang pada 4 April 2019 ini, dibintangi oleh Soyoung eks SNSD dan Sunsuke Tanaka. Film ini terinspirasi dari kumpulan cerita pendek “Deddo Endo no Omoide” karya Banana Yoshimoto. Menjadi menarik untuk disimak film kolaborasi antara Korea Selatan dan Jepang ini dengan genre drama dan percintaan. Menilik pemerannyapun cukup menjanjikan dan layak untuk ditonton.
Movie: Memories of a Dead End
Revised romanization: Makdareun Kolmokui Chueok
Hangul: 막다른 골목의 추억
Director: Choi Hyun-Young
Writer: Banana Yoshimoto (short story)
Producer:
Cinematographer:
World Premiere: October, 2018 (Busan IFF)
Release Date: April 4, 2019 (South Korea) / February 16, 2019 (Japan)
Runtime: 89 min.
Language: Korean, Japanese
Country: South Korea, Japan
Sinopsis Film Korea “Memories of a Dead End”.
Tunangan Yoo-Mi (Sooyoung) Tae-Goo (Ahn Bo-Hyun) saat ini bekerja di luar negeri di Nagoya, Jepang. Dia memutuskan untuk pergi ke Nagoya untuk menemuinya. Sesampai di sana, Yoo-Mi mengetahui bahwa ia jatuh cinta dengan wanita lain. Yoo-Mi juga mengetahui bahwa Tae-Goo dan wanita itu bertunangan.
Yoo-Mi jatuh dalam keputusasaan. Dia berkeliaran di sekitar kota Nagoya yang tidak dikenal dan kebetulan berakhir di End Point Cafe dan Guest House. Di sana, dia bertemu dengan manajer Nishiyama (Shunsuke Tanaka). Yoo-Mi memutuskan untuk tinggal di wisma. Dia bertemu orang-orang di sana dengan berbagai kisah mereka.
Dhrisyam adalah salah satu film India yang mindblowing dan benar-benar apik dalam menguraikan kepingan-kepingan kisahnya. Upaya dari seorang ayah untuk melindungi anak gadisnya melalui alibi yang rumit bisa dinikmati dengan paripurna. Dan kini setelah 7 tahun, sequelnya dirilis apakah sebagus film pertama? Yuk disimak.
Dhrisyam adalah film yang versi originalnya merupakan film berbahasa malayalam, sebuah wilayah di selatan India. Jadi, film yang dibintangi oleh Ajay Devgan merupakan versi adapatasinya. Ketika tahun 2021 Dhrisyam 2 versi malayalamnya rilis, berselang kemudian versi hindinya dirilis pada November 2022.
Dhrisyam 2 mengambil latar kisah 7 tahun setelah kejadian peristiwa pembunuhan itu. Vijay Salgaonkar (Ajay Devgn) kehidupannya kini telah jauh lebih baik. Dari yang sebelumnya hanya seorang operator kabel kini menjelma menjadi pemilik bioskop. Namun walaupun begitu, keluarga ini tetap tidak bahagia karena masih dibayangi peristiwa pada malam jahanam tersebut.
Bahkan masyarakat di sekitar Vijay pun mulai meragukan mereka. Kasak kusuk semakin kencang mempertanyakan apakah dia benar-benar melakukan kejahatan tersebut.
Sementara dari pihak keluarga korban juga tidak menyerah, mereka masih mengincar Salgaonkar. Meera Deshmukh (Tabu) bekerjasama dengan IG Tarun Ahlawat (Akshaye Khanna), seorang polisi yang dikatakan punya kecerdasan tinggi untuk mengungkapkan sebuah kasus. Mereka berusaha keras mengungkapkan misteri yang terjadi.
Ia mengumpulkan bukti dengan menempatkan agen polisi sebagai tetangga Vijay dan memasang penyadap. Selama dua tahun mereka berusaha mencari petunjuk. Hingga akhinya petunjuk itu datang, Istri Vijay secara tidak sengaja mengatakan sesuatu tentang persitiwa pembunuhan.
Bukti telah didapat, dan kini Polisi dan Meera berusaha mencari jasad anaknya. Mereka kebingungan menentukan dimana jasad itu dikubur. Tidak hilang akal, mereka membuat sayembara. Kejahatan yang nyaris sempurna ini ternyata memiliki saksi, seorang mantan napi datang memberikan petunjuk penting lainnya.
Pada paruh kedua, film ini bercerita tentang bagaimana Vijay kembali melakukan segala cara untuk melindungi keluarganya agar tidak dipenjara atas kejahatan yang telah mereka lakukan.
Apakah Dhrisyam 2 menyenangkan untuk ditonton?
Sejujurnya kisah Dhrisyam sudah berakhir di film pertama, bahwa Salgaonkar lolos dari hukum itu sudah sangat melegakan. Namun dari sisi keluarga keluarga yaitu Meera, ini tentu saja sangat menyakitkan dimana sang pelaku masih bebas berkeliaran.
Pada film Dhrisyam 2 penonton diajak untuk mencoba menyelami kedua perasaan yang bertenyangan antara kedua kubu ini. Namun sayangnya, entah kenapa Dhrisyam 2 ini tidak terasa menegangkan, dan tidak memantik rasa penasaran dengan apa yang terjadi. Kita seperti dituntun dari setiap petunjuk yang ada. Tidak ada kesan mengejutkan yang terasa mindblowing.
Walaupun ada plot twist yang membelokan cerita, namun, eksekusinya terasa tampak dibuat-buat dan beberapa situasi terlalu berlebihan. Karena itu, Dhrisyam 2 ini bagi saya tidak terasa spesial.
Bagi banyak orang yang hidup di era 90an, sinetron Si Doel Anak Sekolahan merupakan legenda yang begitu dirindukan. Sinetron ini mulai mengudara sejak tahun 1994 dan kemudian dapat bertahan hingga 7 musim berikutnya. Cerita yang sederhana berlatar kehidupan orang betawi, sinetron ini mampu melekat dalam benak para penonton.
Hampir 24 tahun berlalu, Si Doel akan kembali menyapa para penggemar. Namun kali ini bukan dalam bentuk sinetron tetapi sebagai Film yang digarap oleh Karnos Film dan Falcon Pictures. Rano Karno menyebutkan bahwa Film “Si Doel The Movie” bukan merupakan daur ulang film masa lalu, tetapi merupakan lanjutan kisah “Si Doel” dari sinetronnya dahulu.
Sambutan netizen cukup baik ini terbukti dengan Trailer Si Doel The Movie yang berhasil menduduki trending di youtube dalam beberapa hari. Untuk cast masih seperti si doel yang dahulu yakni Maudy Koesnady, Rano Karno, Suti Karno, Mandra, Cornelia Agatha.
Nah bagi yang penasaran Si Doel The Movie kapan Tayangnya sih ?. Film ini dijadwalkan akan tayang pada tanggal 2 Agustus Nanti.
Sinopsis Film Si Doel The Movie.
Film si Doel ini akan menjawab semua pertanyaan tentang Kisah cinta segitiga Doel (Rano Karno) dengan Sarah (Cornelia Agatha) dan Zaenab (Maudy Koesnaedi). Dalam cerita sebelumnya, Sarah dan Doel sudah menikah, Zaenab menikah dengan orang lain. Namun, pada saat itu Zaenab mengalami keguguran dan ditolong oleh Doel, dari situlah Sarah merasa cemburu dan pergi ke Belanda. Karena terlalu lama hidup sendiri karena ditinggal Sarah, akhirnya Doel melamar dan menikah dengan Zaenab.
Film ini berkisah tentang Sarah yang pergi tanpa kabar selama 14 tahun. Kemudian, Doel yang telah berumah tangga dengan Zaenab pun dipertemukan kembali dengan Sarah dan anaknya di Amsterdam. Doel dihadapkan kembali pada dua pilihan yang berat, antara harus mempertahankan Zaenab atau memilih Sarah dan anaknya.
Film “Madagascar 3: Europe’s Most Wanted” Tayang di Indonesia mulai tanggal 8 Juni. Masih setia dengan konsep petualangan seru dan banyolan yang segar, DreamWorks masih berharap “Madagascar 3” ini akan mengikuti jejak kesuksesan dua film sebelumnya, “Madagascar” (2005) dan “Madagascar: Escape 2 Africa”. Sekuel film ini bahkan berhasil meraih penghargaan sebagai Film Animasi Terfavorit di ajang Kids’ Choice Award 2009.
Harapan DreamWorks itu bisa saja terjadi karena “Madagascar 3” dilengkapi bekal yang cukup mumpuni. Mulai dari plot cerita seru serta efek 3D (3 Dimensi) yang memanjakan visualisasi penontonnya. Tidak perlu khawatir bagi yang tidak menonton versi 3D-nya. Pasalnya, DreamWorks memakai warna-warna cerah dan efek grafis memukau yang tetap bisa membuat penonton tanpa kacamata 3D membatin “wow…keren”.
Dari segi cerita, “Madagascar 3” tetap mengusung kisah petualangan Alex (Ben Stiller), Marty (Chris Rock), Gloria (Jada Pinkett Smith) dan Melman (David Schwimmer). Kali ini kisah dimulai ketika Alex ingin kembali ke kebun binatang Central Park, New York, tempat dia dibesarkan. Alex pun mantap meninggalkan Afrika bersama teman-temannya. Mereka kemudian menemui para Pinguin ber-IQ tinggi (karena digambarkan selalu cerdas dan punya seribu jurus jitu dalam melewati masalah) dan para simpanse yang menjadi rekan kerja Pinguin di Casino Monte.
Dalam perjuangannya kembali pulang, Alex cs dihadang oleh pengawas binatang asal Perancis yang ganas, Chantel Dubois (Frances McDormand). Penonton bakal dibuat tertawa (atau setidaknya terkikik) saat disuguhi adegan kejar-kejaran antara Alex cs dan Dubois yang lucu di awal film.
Alex cs kemudian ditolong oleh rombongan Sirkus yang kehilangan masa kejayaannya. Menyamar sebagai pemain sirkus, Alex semakin menyadari bahwa kebun binatang bukanlah tempat terbaik untuknya. Beberapa pesan moral ikut diselipkan sutradara Eric Darnell, Tom McGrath dan Conrad Vernon ke dalam film berdurasi sekitar 1,5 jam itu.
Namun karakter pendukung yang justru menjadi daya tarik utama film ini sepertinya Sonya, beruang betina yang menjadi cinta pada pandangan pertama King Julian XIII (si Raja Lemur yang lebay). Baik penonton dewasa dan anak-anak bakal dijamin tertawa melihat kisah cinta Sonya dan King Julian.
Bisa dibilang setiap adegan Sonya dan King Julian-lah yang mengandung unsur humor paling tinggi dibanding adegan karakter lainnya. Mulai saat adegan slow motion Sonya makan ikan (yang dibuat bak iklan shampo) sehingga membuat King Julian jatuh cinta, adegan saat mereka pergi bersama ke Roma (dan mencuri cincin emas Paus di Vatikan), hingga sepeda Sonya patah tapi oleh King Julian diganti dengan motor Ducati (bisa dibayangkan beruang besar imut nan cute naik motor Ducati yang macho).
Film Korea Daisy, diperankan oleh si cantik jeon ji hyeon yang saya kenal lewat akting nya di film korea yang fenomenal My Sassy Girl.
Kategory:Movies
Genre:Drama
Pemeran : Jeon Ji-Hyeon, Jeong Woo-Seong, Lee Song-Jae
Sutradara : Andrew Lau
Skenario : Felix Chong
Studio : i Film Co Ltd
Durasi : 110 menit
Kategori : >13 tahun (adegan kekerasan)
Segmen Penonton :
Perpaduan adegan aksi dan drama dalam satu cerita tentang dua kehidupan yang saling bertolak belakang. Kehidupan seorang gadis pelukis potret yang lembut bertemu dengan kehidupan keras seorang polisi dan seorang pembunuh bayaran. Cukup cocok buat kaum hawa yang cenderung akan lebih menyukai faktor drama di film ini, tapi juga cocok bagi kaum adam yang mencari adegan tembak-tembakan maupun pertumpahan darah. Suatu kombinasi yang dapat menarik minat baik penonton cowok maupun cewek.
Sinopsis :
Hye Young (Jeon Ji-hyeon) adalah seorang gadis lembut yang bekerja di toko antik kakeknya di Amsterdam. Selain itu, ia juga bekerja sebagai artis jalanan yang membuat lukisan potret bagi para turis. Kehidupannya setiap hari selalu diseliputi tanda tanya, karena ia selalu saja menerima kiriman bunga daisy tanpa ia pernah tahu siapa yang mengantarnya.
Semua berawal dari kejadian jatuhnya Hye Young dari sebuah jembatan kayu saat menyeberang melewati daerah pedesaan. Ketika seseorang tak dikenal telah memperbaiki jembatan itu khusus untuknya, dan juga mengembalikan tas gambar yang sebelumnya ikut hanyut saat ia jatuh, Hye Young mulai jatuh hati pada pangeran misteriusnya itu.
Suatu ketika, seorang pria muncul di hadapan Hye Young dengan menggenggam bunga daisy dan minta Hye Young untuk mengggambar potret dirinya. Melihat bunga daisy itu, Hye Young langsung merasa lelaki itu adalah sang pangeran misterius. Jeong Woo (Lee Seong Jae) sendiri sebenarnya adalah seorang petugas Interpol, yang memanfaatkan Hye Young sebagai kedok untuk mengamat-amati kegiatan kriminalitas yang sedang ditanganinya. Lama kelamaan, Jeong Woo akhirnya benar-benar jatuh hati kepada Hye Young.
Sampai suatu saat, terjadi adu tembak di lokasi itu, dan Hye Young terluka di leher yang membuat ia harus rela kehilangan suaranya. Merasa bersalah, Jeong Woo menghilang dari hidup Hye Young, dan itu malah membuat Hye Young semakin kehilangan. Hye Young belakangan lalu bertemu dengan Park Yi (Jeong Woo Seong), seorang pembunuh bayaran yang sangat perhatian kepadanya.
Walaupun begitu, perhatian yang diberikan Park Yi tetap tak bisa menghapus harapan Hye Young untuk bertemu kembali dengan Jeong Woo. Sampai akhirnya, Hye Young sadar bahwa sosok Park Yi yang baru dikenalnya itu, justru ternyata adalah orang yang selama-lama ini ia nantikan….
Jet Li adalah salah satu legenda seni bela diri di dunia, film-filmnya telah mencapai kepopuleran yang luarbiasa selama lebih dari empat dekade. Dia membuat...