Film korea bertema tentang misteri ini berjudul “Guimoon”. Dibintangi oleh Kim Kang Woo yang juga baru saja terlibat dalam film ” Recalled”. Dalam film ini ia akan beradu akting dengan Kim So Hye mantan anggota grup I.O.I. Film ini dijadwalkan untuk tayang pada tanggal 25 Agustus nanti di Korea Selatan.
Detail film Guimoon
Movie: Guimoon
Revised romanization: Guimoon
Hangul: 귀문
Director: Sim Deok-Geun
Release Date: August 25, 2021
Genre: Horror / Mystery
Distributor: CJ CGV Screen X
Language: Korean
Country: South Korea
Sinopsis Film Guimoon
Pada tahun 1990, seorang petugas kebersihan, yang bekerja di sebuah pusat pelatihan di Guisari, membunuh para tamu dan kemudian membunuh dirinya sendiri. Sejak itu, bunuh diri atau kematian karena kecelakaan sering terjadi di pusat pelatihan setiap tahun. Hal ini menyebabkan pusat pelatihan ditutup dan kemudian ditinggalkan selama bertahun-tahun.
Rumor guimoon (pintu yang hanya digunakan oleh hantu), terkait dengan pusat pelatihan menyebar. Desas-desus guimoon adalah bahwa orang-orang pergi ke pusat pelatihan, tetapi tidak ada yang bisa kembali dari sana.
Do-Jin (Kim Kang-Woo) adalah direktur lembaga penelitian psikis. Ibunya meninggal, saat dia melakukan eksorsisme di pusat pelatihan. Dia pergi ke pusat pelatihan untuk mencari jawaban tentang kematian ibunya. Sementara itu, 3 mahasiswa Hye-Young (Kim So-Hye), Tae-Hoon dan Won-Jae pergi ke pusat pelatihan untuk merekam video untuk sebuah kontes.
Sebuah kejutan terjadi saat warkop memperkenalkan deretan cast untuk film terbarunya. Siapa yang menyangka Aliando Syarief akan berperan sebagai Dono. Bagaimana ceritanya ini, kok aktor yang lekat dengan image ganteng kok bisa-bisanya mau memerankan sosok dono yang kocak itu. Pas pertama elihat kabar ini, memang rasanya seperti jokes saja. Tetapi naytanya falcon film selaku rumah produksi ternyata sangat serius dan tidak sedang bercanda. Dalam film Warkop DKI Reborn versi terbaru nanti, Alliando akan menggantikan peran Abimana Aryasatya.
Bagi Alliando sendiri, peran ini jelas sanga menantang kemampuan aktingnya. Ia sangat berharap dapat memberi warna yang berbeda pada film Warkop DKI reborn kali ini. “Perasaannya senang dan semoga kami bisa membuat Warkop dengan warna yang baru,” itulah yang Ali utarakan saat pengenalan cast film warkop terbaru.
Untuk lebih menyatu dengan peran, Aliando menjaga berat badanya agar mirip dengan Dono, selain itu ia juga harus membiasakan diri mengenakan gigi palsu agar selama syuting. Selain dari tampilan fisik, Alliando juga mempersiapkan diri dengan mempelajari logat jawa, sebagaimana Dono dikenal.
Aliando Warkop DKI Reborn
Menjadi sangat menarik untuk aksi Alliando di film wartkop kali ini, sebagaimana trailer yang sudah diunggah falcon film akting Alliando cukup menjanjikan. Beberapa gimmick dono terlihat sangat identik.
Sementara netizen banyak yang menyayangkan ada pergantian pemain lagi dalam tubuh film warkop DKI diluar formasi Vino, Abimana dan Tora. Rasanya seperti Warkop DKI Reborn-reborn, yang terlalu dipaksakan. Banyak yang menilai, bisa apasih Alliando yang bukan komedian dan juga kemarin sore dalam memerankan sosok besar DONO.
Sedangkan bagi yang pro, mereka menilai Alliando memiliki kapasitas yang mumpuni dalam memerankan DONO. Beragam talenta yang Alliando miliki katanya tidak akan kesulitan untuk berlakon dalam film ini. Tapi yang tak kalah lucu, masih ada saja yang berkomentar Alliando ganteng dan cakep, padahal di film ini kegantengan Alliando tentunya tak akan terlihat, dan berganti menjadi sosok Dono yang lucu dan kocak.
Lalu bagaimana menurutmu ??, mari kita tunggu saja.
Dhrisyam adalah salah satu film India yang mindblowing dan benar-benar apik dalam menguraikan kepingan-kepingan kisahnya. Upaya dari seorang ayah untuk melindungi anak gadisnya melalui alibi yang rumit bisa dinikmati dengan paripurna. Dan kini setelah 7 tahun, sequelnya dirilis apakah sebagus film pertama? Yuk disimak.
Dhrisyam adalah film yang versi originalnya merupakan film berbahasa malayalam, sebuah wilayah di selatan India. Jadi, film yang dibintangi oleh Ajay Devgan merupakan versi adapatasinya. Ketika tahun 2021 Dhrisyam 2 versi malayalamnya rilis, berselang kemudian versi hindinya dirilis pada November 2022.
Dhrisyam 2 mengambil latar kisah 7 tahun setelah kejadian peristiwa pembunuhan itu. Vijay Salgaonkar (Ajay Devgn) kehidupannya kini telah jauh lebih baik. Dari yang sebelumnya hanya seorang operator kabel kini menjelma menjadi pemilik bioskop. Namun walaupun begitu, keluarga ini tetap tidak bahagia karena masih dibayangi peristiwa pada malam jahanam tersebut.
Bahkan masyarakat di sekitar Vijay pun mulai meragukan mereka. Kasak kusuk semakin kencang mempertanyakan apakah dia benar-benar melakukan kejahatan tersebut.
Sementara dari pihak keluarga korban juga tidak menyerah, mereka masih mengincar Salgaonkar. Meera Deshmukh (Tabu) bekerjasama dengan IG Tarun Ahlawat (Akshaye Khanna), seorang polisi yang dikatakan punya kecerdasan tinggi untuk mengungkapkan sebuah kasus. Mereka berusaha keras mengungkapkan misteri yang terjadi.
Ia mengumpulkan bukti dengan menempatkan agen polisi sebagai tetangga Vijay dan memasang penyadap. Selama dua tahun mereka berusaha mencari petunjuk. Hingga akhinya petunjuk itu datang, Istri Vijay secara tidak sengaja mengatakan sesuatu tentang persitiwa pembunuhan.
Bukti telah didapat, dan kini Polisi dan Meera berusaha mencari jasad anaknya. Mereka kebingungan menentukan dimana jasad itu dikubur. Tidak hilang akal, mereka membuat sayembara. Kejahatan yang nyaris sempurna ini ternyata memiliki saksi, seorang mantan napi datang memberikan petunjuk penting lainnya.
Pada paruh kedua, film ini bercerita tentang bagaimana Vijay kembali melakukan segala cara untuk melindungi keluarganya agar tidak dipenjara atas kejahatan yang telah mereka lakukan.
Apakah Dhrisyam 2 menyenangkan untuk ditonton?
Sejujurnya kisah Dhrisyam sudah berakhir di film pertama, bahwa Salgaonkar lolos dari hukum itu sudah sangat melegakan. Namun dari sisi keluarga keluarga yaitu Meera, ini tentu saja sangat menyakitkan dimana sang pelaku masih bebas berkeliaran.
Pada film Dhrisyam 2 penonton diajak untuk mencoba menyelami kedua perasaan yang bertenyangan antara kedua kubu ini. Namun sayangnya, entah kenapa Dhrisyam 2 ini tidak terasa menegangkan, dan tidak memantik rasa penasaran dengan apa yang terjadi. Kita seperti dituntun dari setiap petunjuk yang ada. Tidak ada kesan mengejutkan yang terasa mindblowing.
Walaupun ada plot twist yang membelokan cerita, namun, eksekusinya terasa tampak dibuat-buat dan beberapa situasi terlalu berlebihan. Karena itu, Dhrisyam 2 ini bagi saya tidak terasa spesial.
Bulan ini bioskop kembali kedatangan film horor terbaru yang kali ini berjudul “Jailangkung Sandekala“. Film ini adalah karya dari Kimo Stamboel yang juga cukup sukses menyutradarai film horor lainya “Ivanna”. Jailangkung sendiri adalah franhise film horor yang cukup fenomenal di kanah layar lebar.
Detail Jailangkung Sandekala
Produser: Wicky V Olindo, Justin Kim
Sutradara: Kimo Stamboel
Penulis: Kimo Stamboel, Rinaldy Puspoyo
Pemeran: Titi Kamal, Dwi Sasono, Syifa Hadju, Muzakki Ramdhan
Tanggal edar: Thursday, 22 September 2022
Sinopsis Film Jaelangkung Sandekala
Teror supranatural berpusat pada Adrian (Dwi Sasono), istrinya Sandra (Titi Kamal), serta dua anak mereka, Niki (Syifa Hadju) dan Kinan (Muzakki Ramdhan), yang sedang berlibur ke luar kota. Ketika berada di sebuah danau yang menjadi destinasi wisata mereka, Kinan secara misterius menghilang tanpa jejak saat matahari terbenam.
Keluarga tersebut mencari-cari Kinan di daerah yang sangat asing bagi mereka. Sama sekali tidak ada jejak, tetapi terdapat sebuah boneka jailangkung yang mereka temukan di tengah-tengah pencarian yang menegangkan.
Setelah babak belur dihajar pandemi, Tahun 2022 bisa dibilang sebagai tahun kebangkitan bagi perfilman Indonesia. Rekor film paling banyak ditonton akhirnya dipecahkan oleh KKN Desa Penari setelah hampir 6 tahun dipegang oleh Warkop DKI Reborn. Selain itu, 10 film yang berada di list film terlaris tahun 2022 paling rendah juga mencatatkan diatas 1,5 juta penonton.
Bagaimanapun orang-orang rindu buat nonton di bioskop. Bayangkan betapa membosankannya setelah hampir dua tahun dipaksa untuk mengurangi kegiatan diluar rumah. Untuk itu film yang rilis di tahun ini mendapatkan perhatian yang sangat meriah.
Walaupun genre horor masih menjadi primadona bagi penonton tanah air, tetapi setidaknya kini sudah ada film genre lain ikut meraih banyak penonton. Ada film aksi remaja “Mencuri Raden Saleh“, atau film adaptasi dari Korea “Miracle in Cell no 7“, ada juga tema keluarga seperti “Ngeri-ngeri Sedap” dan “Sayap-sayap Patah“.
Dua detektif telah kembali!, bagi yang pernah menonton aksi mereka dalam film pertama “The Accidental Detective” yang rilis tahun 2015 maka kali ini bagian kedua akan bisa segera dinikmati. Film ini masih mengandalkan “Kwon Sang Mo”, “Sung Dong Il” dan ada satu pemeran baru yakni “Lee Kwang Sooo”. Sebuah perpaduan aktor yang mampu menghadirkan gelak tawa saat ditonton. Menjalani proses syuting juni tahun lalu, film ini dijadwalkan akan ditayangkan pada 13 juni 2018.
Movie: The Accidental Detective 2: In Action (English title)
Revised romanization: Tamjung: Riteonzeu
Hangul: 탐정: 리턴즈
Director: Lee Eon-Hee
Writer:
Producer:
Cinematographer:
Release Date: June 13, 2018
Runtime:
Distributor: CJ Entertainment
Language: Korean
Country: South Korea
Sinopsis Film Korea The Accidental Detective 2: In Action
Kang Dae-Man (Kwon Sang-Woo) menjual komik di toko bukunya, selain itu ia juga membuka agensi detektif swasta tanpa memberi tahu istrinya.
No Tae-Soo (Sung Dong-Il) adalah mantan detektif dan dia sekarang bekerja dengan Kang Dae-Man di agen penyelidik swasta. Mereka juga bekerja sama dengan Yeochi (Lee Kwang-Soo) yang menjalankan agensi penyelidik cyber pribadi.
Cast
Kwon Sang-Woo – Kang Dae-Man
Sung Dong-Il – No Tae-Soo
Lee Kwang-Soo – Yeochi (“Grasshopper”)
Seo Young-Hee – Mi-Ok
25 tahun berselang, 3 sekuel telah dibuat: Die Hard 2 (1990), Die Hard With a Vengeance (1995), dan Live Free or Die Hard (2007). Namun, John McClane seperti belum kehabisan bahan bakar untuk terus menghajar penjahat. Di film ke-5 ini, ia bahkan bukan beraksi di negaranya, Amerika Serikat, melainkan Rusia.
Dalam film berjudul A Good Day To Die Hard tersebut, aktor Bruce Willis AKA Detective “John McClane” akan mengunjungi Moscow untuk sebuah reuni kecil dengan putranya Jack McClane yang diperankan oleh bintang serial Spartacus: Blood and Sands Jai Courtney.
Bagai buah apel yang jatuh tak jauh dari pohonnya, Jack McClane sendiri
memiliki temperamen yang kurang lebih hampir sama seperti ayahnya,
bahkan aksi ketangguhan dan nekat dari sosok John McClane-pun turut
menurun ke putranya. Keduanyapun akan dihadapkan pada plot aksi penuh ledakan yang melibatkan sejumlah kalimat Fwords di dinginnya cuaca Russia yang mematikan. John tidak tahu apa pekerjaan Jack, karena ia sudah lama berpisah dengan Holly, istrinya, dan jarang mendapat kabar tentang keluarganya. Tidak disangka, ternyata Jack adalah seorang agen rahasia CIA terlatih yang sedang menjalankan misi berbahaya di Moskow. Ia tengah menyusup ke dalam sebuah organisasi teroris yang berencana mencuri senjata nuklir.
Saat identitas Jack terungkap, keadaan menjadi berbalik, dan ia menjadi sasaran para teroris Rusia. Di tengah pelariannya lah, Jack bertemu sang ayah. Meskipun sangat terkejut mengetahui putranya adalah seorang agen rahasia, tidak butuh waktu lama bagi John untuk memberikan bantuannya. Kini, tim ayah-anak tersebut bahu membahu bekerja sama menggagalkan rencana organisasi teroris nuklir itu.
Ketika film ke-4, Live Free or Die Hard (LFoDH), rilis 6 tahun lalu,
banyak penggemar yang kecewa, karena film tersebut diberi rating PG-13, alias untuk remaja. Ini seolah mengkhianati tradisi Die Hard yang selalu memiliki rating R (Dewasa), dengan adegan yang penuh kekerasan, darah, dan umpatan. Meskipun LFoDH sukses secara komersil, konten film yang lebih ‘aman’ membuatnya seperti bukan bagian dari Die Hard. Seolah mendengar keluhan penggemar, A Good Day to Die Hard kembali ke akar dengan rating R. Jadi, penonton bisa mengharapkan adegan-adegan aksi yang brutal, umpatan-umpatan, serta tentunya versi bebas sensor dari “Yippee Ki-Yay, Motherf*cker!”
Sebuah film thriller baru dari Korea Selatan akan segera tayang, mengusung tema agen mata-mata yang menegangkan antara dua negara seteru abadi. Kisah akan melompat ke dekade 90an dimana seorang agen Korea Selatan dikisahkan menyusup ke jantung pemerintahan Korea Utara. Sebuah tema yang cukup berat dengan latar belakang kisah nyata yang pernah terjadi. Film “The Spy Going North” didukung oleh aktor-aktor jempolan Korea Selatan seperti Hwang Jung Min, Lee Sung Min, dan Choi Jin Wong. Tiga aktor papan atas yang selalu sukses dengan peran yang berkualitas di setiap film yang dibintanginya.
The Spy Going North akan direncanakan tayang 8 Agustsu 2018 nanti, setelah sebelumnya juga dirilis dalam gelaran festival cannes. Film ini disutradarai oleh Yoon Jong Bin yang sebelumnya terlibat dalam film “Berlin File, Nameless Gangster“.
Movie: The Spy Gone North (English title) / Operation (literal title)
Revised romanization: Gongjak
Hangul: 공작
Director: Yoon Jong-Bin
Writer: Yoon Jong-Bin
Producer:
Cinematographer: Choi Chan-Min
World Premiere: May 11, 2018 (Cannes Film Festival)
Release Date: August 8, 2018
Runtime:
Distributor: CJ Entertainment
Language: Korean
Country: South Korea
Sinopsis Film The Spy Going North
Film ini mengusung latar kisah pada dekade 90an, menceritakan kisah nyata seorang operator mata-mata bernama Black Venus. Ia menyamar sebagai pengusaha dari Korea Selatan dengan ambisi untuk memata-matai program nuklir Korea Utara. Ia berhasil menyusup ke tingkat tertinggi rezim, kemudian dikendalikan oleh Kim Jong-il yang sama-sama absurd dan mengintimidasi.
Itu hanya setengah dari cerita, kemudian intrik politik diwakili sebagai ancaman besar terhadap keselamatan Black Venus sebagai pengawal pribadi Pemimpin Tertinggi. Karena terdesak oleh keadaan, dia menjadi agen ganda korban dari bisnis perdamaian yang buruk.
Genre: Horor/Dewasa
Durasi: 100minutes
Jenis Film : Horror
Produser : Barbara Muschietti, J. Miles Dale
Produksi : UNIVERSAL PICTURES
Sutradara : Andy Muschietti
Homepage : www.mamamovie.com/
Cast:
Jessica Chastain berperan sebagai Annabel
Nikolaj Coster-Waldau berperan sebagai Lucas
Megan Charpentier berperan sebagai Victoria
Isabelle Nelisse berperan sebagai Lilly
Sinopsis:
Lima tahun yang lalu, Victoria dan Lilly menghilang tanpa jejak. Sejak itu, paman mereka, Lucas (Nikolaj Coster-Waldau) dan kekasihnya, Annabel (Jessica Chastain), terus mencari. Secara mengejutkan Victoria dan Lily ditemukan disebuah kabin tua, pasangan ini tak pernah menduga bahwa gadis-gadis kecil tersebut bukanlah satu-satunya tamu yang mereka sambut dirumah mereka.
Annabel mencoba untuk memperkenalkan kehidupan
normal pada Victoria dan Lily sekaligus yakin bahwa ada roh jahat di rumah mereka. Apakah kakak beradik ini mengalami stres traumatis?. Bagaimana mereka dapat bertahan tahun-tahun sendirian di dalam hutan?. Saat mencoba mencari jawabannya, ia mengetahui bahwa kematian mengincarnya.
Film Horor Indonesia berjudul “Makmum” akan tayang di Bioskop pada bulan Agustus ini. Film ini adalah adaptasi dari film pendek garapan Riza pahlevi yang sebelumnya tayang di Youtube. Bagaimanapun, film ini menggabungkan dua hal yang benar-benar dekat dengan kehidupan orang Indonesia yaitu “Horor dan Agama“. Sangat menarik apakah film ini akan mampu menampilkan story yang apik dan memuaskan para penontonnya.
Diperankan oleh Titi Kamal, Ali Syakieb dan Tissa Biani Film Makmun akan perdana tayang pada tanggal 15 Agustus 2019.
Detail Film Makmum
Produser Dheeraj Kalwani
Sutradara Hadrah Daeng Ratu
Penulis Alim Sudio, Vidya Talisa Ariestya, Riza Pahlevi
Pemeran Titi Kamal, Ali Syakieb, Tissa Biani
Tanggal edar Thursday, 15 August 2019
Warna Warna
Sinopsis Flm Makmum
Film ini mengambil seting cerita di sebuah asrama yang dihantui oleh sosok ghaib yang mereka sebut sebagai “Makmum“. Sosok ini senantiasa mengganggu para penghuni asrama, dan intensitasnya semakin kerap sejak Rini (Titi Kamal) kembali datang dan tinggal di asrama untuk merawat Bu Kinanti (Jajang C Noer) yang kesehatannya terus memburuk.
Sebaliknya dengan pemimpin asrama Rosa (Reny Yuliana), ia sama sekali tidak percaya dengan sosok ghaib tersebut dan menganggap hanyala rekaan tiga siswi: Nurul (Tissa Bianni), Nisa (Bianca Hello), Putri (Adila Fitri) yang saat itu sedang diperbolehkan keluar asrama pada masa liburan, karena hasil ujian mereka yang buruk.
Putri semakin sering kesurupan, membuat suasana semakin tidak karuan. Rini menyadari ada sesuatu yang tidak beres diantara semua kejadian ini. Ia mencoba membantu teman-temannya dan berusaha memecahkan misteri tersebut. Keputusannya tersebut, ternyata dapat mengancam jiwanya.
Jet Li adalah salah satu legenda seni bela diri di dunia, film-filmnya telah mencapai kepopuleran yang luarbiasa selama lebih dari empat dekade. Dia membuat...