Sinopsis Film “Accidental Love”
2015. Film bergenre romance komedi drama ini mengisahkan tentang seorang wanita bernama Alice Eckle (Jessica Biel) yang bekerja sebagai pelayan di kota kecil, ia memiliki keinginan untuk dilamar oleh sang kekasih yang bernama Scott (James Marsden).
Nah kemudian, disinilah masalah mulai berdatangan, dimana ketika salah seorang pekerja lalai dalam melakukan sebuah pekerjaan. si pekerja tersebut tanpa sengaja melukai kepala Alice dengan sebuah paku dan menancap dikepalanya.
Tentunya, hal tersebut membuat kesehatan Alice berubah dan menjadi sedikit aneh hingga akhirnya ia harus pergi ke Washington. Di Washington Alice bertemu dengan Howard Birdwell (Jake Gyllenhaal) yang merupakan anggota kongres. Dialah yang kemungkinan bisa membantu Alice dan tanpa disangka kebersamaan membuat si lelaki menaruh hati padanya. Lalu, bagaimanakah dengan lamarann Alice?
Accidental love merupakan salah satu film karya David O. Russell yang datang dengan kisah menarik seperti yang digambarkan dalam sinopsis diatas. Untuk tau lebih lengkapnya, berikut informasi singkat film Accidental Love:
Judul : Accidental Love
Directur : Stephen Greene
Genre : Romance Comedy Drama
Penulis : Kristin Gore
Release : Februari 2015
Pemain : Jessica Biel, Catherine Keener, James Marsden, Jake
Gyllenhaal, James Brolin, Tracy Morgan, Olivia Crocicchia dan Kirstie Alley.
Bagi kamu yang sedang mencari referensi film korea yang bagus, sebentar lagi “Sunset in My Hometown” akan dirilis pada bulan Juli nanti. Film ini termasuk bukan film sembarangn lho, pasalnya untuk pemeran utama wanita adalah “Kim Go Eun” yang sebelumnya telah meraih kepopuleran dengan perannya di Drama “Goblin”. Sementara untuk pemeran prianya adalah “Park Jung Min” yang sebelumnya membintangi drama “Entourage” dan Film Phsykokinesis.
Movie: Sunset In My Hometown (English title)
Revised romanization: Byeonsan
Hangul: 변산
Director: Lee Joon-Ik
Writer:
Producer:
Cinematographer:
Release Date: July 4, 2018
Runtime: 123 min.
Distributor: Megabox Plus M
Language: Korean
Country: South Korea
Sinopsis Film Korea “Sunset in My Hometown”
Disutradarai oleh Lee Joon-ik Film ini menampilkan Kim Go Eun dengan berbeda, ia bertransformasi menjadi gadis desa yang chubby. Bobot tubuhnya bertambah delapan kilogram untuk peran Seon-mi, teman sekolah dari pemeran utama laku-laki Hak-soo yang merupakan mantan rapper yang kini menjadi pegawai di kantor kecamatan desa.
Kedua karakter bertemu untuk pertama kalinya dalam 10 tahun ketika Hak-soo, rapper tak populer yang menjalani kehidupan berat di Seoul, kembali ke kampung halaman di Byeonsan setelah mendapat telepon dari rumah.
Setelah kesuksesan film KKN Desa Penari yang menjadi film terlaris sepanjang masa, MD Pictures akan merilis Sewu Dino pada libur lebaran nanti. Sewu Dino adalah salah satu cerita dari simpleman yang ceritanya begitu mengerikan. Ini tentunya memancing rasa penasaran, akan jadi seperti apa nanti ketika diadaptasi menjadi sebuah film.
Pemeran Sewu Dino
Film Sewu Dino disutradarai oleh Kimo Stamboel, seorang sutradara yang berpengalaman memproduksi film dan series horor. Sebut saja Teluh Darah yang tayang di Disney Hotstar, Ivanna juga Jaelangkung Sandekala yang tayang di tahun 2022 dan Ratu Ilmu Hitam yang tayang di tahun 2019.
Lalu untuk pemeran utamanya adalah Mikha Tambayong sebagai Sri, Karina Suwandi sebagai Karsa Atmaja, Giselma Firmansyah sebagai Dela, Rio Dewanto sebagai Sugik. Marthino Lio sebagai Sabdo Kuncoro, Givina sebagai Erna, Agla Artalidia sebagai Dini, Pritt Timothy sebagai Mbah Tamin dan Maryam Supraba sebagai Yuk Minah.
Sewu Dino akan mengambil latar kisah di Jawa Timur, menjadi menarik bagaimana akting dari Mikha Tambayong yang notabene bukan orang jawa tulen harus berbicara medok.
Sinopsis Sewu Dino
Film ini bercerita tentang seorang perempuan desa bernama Sri yang diperankan oleh Mikha Tambayong. Karena keadaannya, Sri berkeinginan untuk bekerja di luar kota. Ini terpaksa dilakukan karena didesanya tidak ada pekerjaan yang cukup menjanjikan.
Gayung bersambut, tetangganya yang bernama Bu Menik menyampaikan bahwa ada lowongan pekerjaan dari sebuah agen penyalur ART Griya Zainah. Sri bertekad untuk datang dan mengikuti proses seleksi.
Namun saat proses wawancara kerja ini Sri diberikan pertanyaan yang cukup aneh. Pertanyaannya adalah tentang hari lahir Sri. Mereka mencari seseorang yang lahir di Hari Jumat Kliwon yang secara kebetulan juga adalah hari lahir Sri.
Ia tidak menaruh curiga lebih jauh, setelah proses seleksi itu Sri akhirnya diterima bekerja sebagai perawat untuk Keluarga Atmojo. Di keluarga ini Sri diberikan tanggung jawab untuk merawat seorang anak remaja yang mengalami sakit. Anak tersebut bernama Della Atmojo.
Sakitnya Della Atmojo ini ternyata disebabkan karena terkena santet Sewu Dino. Teror ini bukan hanya mengenai keluarga Atmodjo yang mendapatkan santet Sewu Dino, tetapi juga setiap orang yang merawatnya juga akan terkena teror tersebut.
Secara jumlah penonton, film Danur Sunyarari ini bisa dikatakan sukses karena di hari ke sepuluh pemutarannya telah ditonton oleh lebih dari 1.5 juta orang. Tetapi jika dibandingkan dengan Danur 2 yang mencetak 2.5 juta penonton rasanya Danur 3 ini masih jauh dikatakan untuk dikatakan sukses.
Film Danur 3 ini cukup spesial, secara teknis ia adalah film menjadi film horor pertama di Indonesia yang memakai teknologi Dolby Atmos. Dengan tata suara tersebut penonton bisa merasakan adegan yang tersaji dengan lebih intens. Kengerian selama menonton sangat bisa meneror selama film ditayangkan.
Sinopsis Film Danur 3 : Sunyaruri
Prilly Latuconsina masih dipercaya untuk memerankan Risa di film ini, kini ia dikisahkan mulai beranjak dewasa dan mengenal cinta. Setelah bertahun-tahun bersahabat dengan hantu-hantu kecilnya, Risa (Prilly Latuconsina) mulai merasa bahwa dirinya harus memiliki kehidupan normal seperti perempuan lainnya. Apalagi sekarang Risa sudah memiliki pacar bernama Dimas (Rizky Nazar), penyiar radio.
Risa tidak menceritakan kepada Dimas tentang kemampuannya melihat hantu, dan kenyataan bahwa dia memiliki lima sahabat kecil yang bukan manusia. Persahabatan Risa dengan Peter (Yassien Omar) dkk menjadi goyah, setelah dia merasa Peter dkk mulai mengusili Dimas. Risa akhirnya memilih menutup mata batinnya agar bisa hidup normal. Tapi mulai terjadi kejadian aneh. Dia memang tidak bisa lagi melihat Peter dkk, tapi kembali mencium bau danur.. Ada hantu jahat masuk ke rumah lewat hujan deras: hantu perempuan jahat yang bukan hanya mengancam hidupnya, tapi juga Peter dkk.
Film korea bertema tentang misteri ini berjudul “Guimoon”. Dibintangi oleh Kim Kang Woo yang juga baru saja terlibat dalam film ” Recalled”. Dalam film ini ia akan beradu akting dengan Kim So Hye mantan anggota grup I.O.I. Film ini dijadwalkan untuk tayang pada tanggal 25 Agustus nanti di Korea Selatan.
Detail film Guimoon
Movie: Guimoon
Revised romanization: Guimoon
Hangul: 귀문
Director: Sim Deok-Geun
Release Date: August 25, 2021
Genre: Horror / Mystery
Distributor: CJ CGV Screen X
Language: Korean
Country: South Korea
Sinopsis Film Guimoon
Pada tahun 1990, seorang petugas kebersihan, yang bekerja di sebuah pusat pelatihan di Guisari, membunuh para tamu dan kemudian membunuh dirinya sendiri. Sejak itu, bunuh diri atau kematian karena kecelakaan sering terjadi di pusat pelatihan setiap tahun. Hal ini menyebabkan pusat pelatihan ditutup dan kemudian ditinggalkan selama bertahun-tahun.
Rumor guimoon (pintu yang hanya digunakan oleh hantu), terkait dengan pusat pelatihan menyebar. Desas-desus guimoon adalah bahwa orang-orang pergi ke pusat pelatihan, tetapi tidak ada yang bisa kembali dari sana.
Do-Jin (Kim Kang-Woo) adalah direktur lembaga penelitian psikis. Ibunya meninggal, saat dia melakukan eksorsisme di pusat pelatihan. Dia pergi ke pusat pelatihan untuk mencari jawaban tentang kematian ibunya. Sementara itu, 3 mahasiswa Hye-Young (Kim So-Hye), Tae-Hoon dan Won-Jae pergi ke pusat pelatihan untuk merekam video untuk sebuah kontes.
Luv Ranjan menciptakan multiverse-nya dan berhasil membuat sebuah dunia romantis dalam film ini. Ia tahu apa yang penontonnya inginkan dan mencoba untuk memberikannya.
Film ini tentang bercerita tentang generasi kedua pengusaha yang berbasis di Delhi bernama Mickey (Ranbir Kapoor). Selain itu Dia juga memiliki bisnis sampingan yang unik yaitu membantu orang memutuskan sebuah hubungan. Tidak ada orang lain di keluarga yang tahu tentang bisnis sampingan Mickey kecuali keponakannya.
Dunia Mickey terdiri dari keluarga besar yang ramai, dikepalai oleh Dimple Kapadia. Dia berperan sebagai ibu yang keras namun perhatian. Keponakan perempuan (Inayat Verma) adalah anak bungsu dari keluarga. Adegannya dengan Ranbir sangat mengundang tawa.
Bro-romance antara Ranbir dan Anubhav Singh Bassi memiliki hubungan yang hangat. Kita langsung merasa relate dengan persahabatan mereka. Anubhav Singh Bassi berperan sebagai sahabat sekaligus mitra bisnis Mickey. Mickey percaya bahwa apa yang dia lakukan ini adalah seni.
Selama liburan, Mickey melihat Nisha Malhotra (Shraddha Kapoor). Hal-hal berubah secara tak terduga, dia terjebak untuk melakukan pekerjaan yang tidak ia harapkan. Nisha ingin putus dengan Mickey dan dia menghubunginya untuk meminta bantuan, tanpa mengetahui bahwa dia adalah orang yang sama dengan siapa dia mencoba untuk berpisah. Kisah selanjutnya adalah tentang mengapa Nisha ingin putus dengan Mickey dan apa yang akhirnya terjadi.
Film yang Asyik, Romantis dan Lucu
Skenario film Tu Jhoothi Main Makkaar ditulis oleh Rahul Mody dan Luv Ranjan, berkisah tentang seorang pria yang disewa untuk memutuskan sebuah hubungan asmara.
Ranbir Kapoor dan Shraddha Kapoor adalah pilihan pemeran yang sangat berani mengingat tidak ada yang dapat membayangkan keduanya dalam kisah seperti ini. Bagi Ranbir, ini adalah sebuah karakter yang sangat mudah karena ia telah berkarir dengan berbagai image playboy.
Sementara bagi Shraddha Kapoor, Ia membantu Ranbir memberikan lebih banyak warna pada kisah ini dengan tetap terlihat sangat glamor. Ia berjalan jauh keluar dari zona nyamannya.
Karakter Shraddha sebagai gadis yang berorientasi pada karier dan membutuhkan ruangnya sendiri dalam hidup. Ketakutannya tentang menyesuaikan diri dengan keluarga besar adalah sesuatu yang dapat dirasakan oleh banyak gadis.
Dimple Kapadia harus menjadi bagian terbaik dari film ini. 20 menit terakhir adalah kekacauan dan dialah yang membuat film ini begitu menyenangkan. Lelucon-leluconnya yang didukung oleh Boney Kapoor secara mengejutkan sangat lucu dan mengimbangi segala sesuatu yang menjadi kekurangan dari film ini.
Lagu Soundtrack yang sangat cocok.
Film romantis tidak akan terasa sempurna tanpa soundtrack yang cocok. Dan film ini berhasil mengatasinya. Lagu karya Pritam kembali tampil bersama Tu Jhoothi Main Makkar. Selain itu ada lagu-lagu asyik “Tere Pyaar Mein” dan “Pyaar Hota Kayi Baar Hai”.
“O Bedardeya” juga adalah lagu romantis yang penuh perasaan di mana rasa sakit dan kerentanan Mickey disampaikan dengan indah oleh Ranbir.
Singkatnya, Tu Jhoothi Main Makkar berhasil menghidupkan kembali genre komedi romantis. Meskipun ada beberapa plot hole di babak pertama, tetapi lebih banyak hal yang bisa dinikmati di sini.
25 tahun berselang, 3 sekuel telah dibuat: Die Hard 2 (1990), Die Hard With a Vengeance (1995), dan Live Free or Die Hard (2007). Namun, John McClane seperti belum kehabisan bahan bakar untuk terus menghajar penjahat. Di film ke-5 ini, ia bahkan bukan beraksi di negaranya, Amerika Serikat, melainkan Rusia.
Dalam film berjudul A Good Day To Die Hard tersebut, aktor Bruce Willis AKA Detective “John McClane” akan mengunjungi Moscow untuk sebuah reuni kecil dengan putranya Jack McClane yang diperankan oleh bintang serial Spartacus: Blood and Sands Jai Courtney.
Bagai buah apel yang jatuh tak jauh dari pohonnya, Jack McClane sendiri
memiliki temperamen yang kurang lebih hampir sama seperti ayahnya,
bahkan aksi ketangguhan dan nekat dari sosok John McClane-pun turut
menurun ke putranya. Keduanyapun akan dihadapkan pada plot aksi penuh ledakan yang melibatkan sejumlah kalimat Fwords di dinginnya cuaca Russia yang mematikan. John tidak tahu apa pekerjaan Jack, karena ia sudah lama berpisah dengan Holly, istrinya, dan jarang mendapat kabar tentang keluarganya. Tidak disangka, ternyata Jack adalah seorang agen rahasia CIA terlatih yang sedang menjalankan misi berbahaya di Moskow. Ia tengah menyusup ke dalam sebuah organisasi teroris yang berencana mencuri senjata nuklir.
Saat identitas Jack terungkap, keadaan menjadi berbalik, dan ia menjadi sasaran para teroris Rusia. Di tengah pelariannya lah, Jack bertemu sang ayah. Meskipun sangat terkejut mengetahui putranya adalah seorang agen rahasia, tidak butuh waktu lama bagi John untuk memberikan bantuannya. Kini, tim ayah-anak tersebut bahu membahu bekerja sama menggagalkan rencana organisasi teroris nuklir itu.
Ketika film ke-4, Live Free or Die Hard (LFoDH), rilis 6 tahun lalu,
banyak penggemar yang kecewa, karena film tersebut diberi rating PG-13, alias untuk remaja. Ini seolah mengkhianati tradisi Die Hard yang selalu memiliki rating R (Dewasa), dengan adegan yang penuh kekerasan, darah, dan umpatan. Meskipun LFoDH sukses secara komersil, konten film yang lebih ‘aman’ membuatnya seperti bukan bagian dari Die Hard. Seolah mendengar keluhan penggemar, A Good Day to Die Hard kembali ke akar dengan rating R. Jadi, penonton bisa mengharapkan adegan-adegan aksi yang brutal, umpatan-umpatan, serta tentunya versi bebas sensor dari “Yippee Ki-Yay, Motherf*cker!”
Film “Madagascar 3: Europe’s Most Wanted” Tayang di Indonesia mulai tanggal 8 Juni. Masih setia dengan konsep petualangan seru dan banyolan yang segar, DreamWorks masih berharap “Madagascar 3” ini akan mengikuti jejak kesuksesan dua film sebelumnya, “Madagascar” (2005) dan “Madagascar: Escape 2 Africa”. Sekuel film ini bahkan berhasil meraih penghargaan sebagai Film Animasi Terfavorit di ajang Kids’ Choice Award 2009.
Harapan DreamWorks itu bisa saja terjadi karena “Madagascar 3” dilengkapi bekal yang cukup mumpuni. Mulai dari plot cerita seru serta efek 3D (3 Dimensi) yang memanjakan visualisasi penontonnya. Tidak perlu khawatir bagi yang tidak menonton versi 3D-nya. Pasalnya, DreamWorks memakai warna-warna cerah dan efek grafis memukau yang tetap bisa membuat penonton tanpa kacamata 3D membatin “wow…keren”.
Dari segi cerita, “Madagascar 3” tetap mengusung kisah petualangan Alex (Ben Stiller), Marty (Chris Rock), Gloria (Jada Pinkett Smith) dan Melman (David Schwimmer). Kali ini kisah dimulai ketika Alex ingin kembali ke kebun binatang Central Park, New York, tempat dia dibesarkan. Alex pun mantap meninggalkan Afrika bersama teman-temannya. Mereka kemudian menemui para Pinguin ber-IQ tinggi (karena digambarkan selalu cerdas dan punya seribu jurus jitu dalam melewati masalah) dan para simpanse yang menjadi rekan kerja Pinguin di Casino Monte.
Dalam perjuangannya kembali pulang, Alex cs dihadang oleh pengawas binatang asal Perancis yang ganas, Chantel Dubois (Frances McDormand). Penonton bakal dibuat tertawa (atau setidaknya terkikik) saat disuguhi adegan kejar-kejaran antara Alex cs dan Dubois yang lucu di awal film.
Alex cs kemudian ditolong oleh rombongan Sirkus yang kehilangan masa kejayaannya. Menyamar sebagai pemain sirkus, Alex semakin menyadari bahwa kebun binatang bukanlah tempat terbaik untuknya. Beberapa pesan moral ikut diselipkan sutradara Eric Darnell, Tom McGrath dan Conrad Vernon ke dalam film berdurasi sekitar 1,5 jam itu.
Namun karakter pendukung yang justru menjadi daya tarik utama film ini sepertinya Sonya, beruang betina yang menjadi cinta pada pandangan pertama King Julian XIII (si Raja Lemur yang lebay). Baik penonton dewasa dan anak-anak bakal dijamin tertawa melihat kisah cinta Sonya dan King Julian.
Bisa dibilang setiap adegan Sonya dan King Julian-lah yang mengandung unsur humor paling tinggi dibanding adegan karakter lainnya. Mulai saat adegan slow motion Sonya makan ikan (yang dibuat bak iklan shampo) sehingga membuat King Julian jatuh cinta, adegan saat mereka pergi bersama ke Roma (dan mencuri cincin emas Paus di Vatikan), hingga sepeda Sonya patah tapi oleh King Julian diganti dengan motor Ducati (bisa dibayangkan beruang besar imut nan cute naik motor Ducati yang macho).
Film korea terbaru ini dijadwalkan tayang pada 4 April 2019 ini, dibintangi oleh Soyoung eks SNSD dan Sunsuke Tanaka. Film ini terinspirasi dari kumpulan cerita pendek “Deddo Endo no Omoide” karya Banana Yoshimoto. Menjadi menarik untuk disimak film kolaborasi antara Korea Selatan dan Jepang ini dengan genre drama dan percintaan. Menilik pemerannyapun cukup menjanjikan dan layak untuk ditonton.
Movie: Memories of a Dead End
Revised romanization: Makdareun Kolmokui Chueok
Hangul: 막다른 골목의 추억
Director: Choi Hyun-Young
Writer: Banana Yoshimoto (short story)
Producer:
Cinematographer:
World Premiere: October, 2018 (Busan IFF)
Release Date: April 4, 2019 (South Korea) / February 16, 2019 (Japan)
Runtime: 89 min.
Language: Korean, Japanese
Country: South Korea, Japan
Sinopsis Film Korea “Memories of a Dead End”.
Tunangan Yoo-Mi (Sooyoung) Tae-Goo (Ahn Bo-Hyun) saat ini bekerja di luar negeri di Nagoya, Jepang. Dia memutuskan untuk pergi ke Nagoya untuk menemuinya. Sesampai di sana, Yoo-Mi mengetahui bahwa ia jatuh cinta dengan wanita lain. Yoo-Mi juga mengetahui bahwa Tae-Goo dan wanita itu bertunangan.
Yoo-Mi jatuh dalam keputusasaan. Dia berkeliaran di sekitar kota Nagoya yang tidak dikenal dan kebetulan berakhir di End Point Cafe dan Guest House. Di sana, dia bertemu dengan manajer Nishiyama (Shunsuke Tanaka). Yoo-Mi memutuskan untuk tinggal di wisma. Dia bertemu orang-orang di sana dengan berbagai kisah mereka.
Film Korea berjudul “The Roundup” ini menampilkan aksi detektif berotot yang diperankan oleh Ma Dong Seok. Penonton diajak untuk menyaksikan bagaimana detektif ini berusaha sekuat tenaga untuk menangkap penjahat kawakan yang tidak memiliki perasaan.
Film ini merupakan sekuel dari film sebelumnya yang berjudul “The Outlaws” yang rilis pada tahun 2017. The Roundup masih disutradarai oleh orang yang sama yakni Kang Sung Yoon.
The Outlaws begitu sukses dengan menjadi box office di Korea Selatan, ini karena storynya yang begitu bagus selain itu banyak sekali adegan aksi yang membuat jantung penonton berdetak kencang dari film tersebut. Seperti bagaimana bengisnya mafia “Jang Chen” yang tidak segan-segan melumpuhkan lawan-lawannya dengan sadis.
Sinopsis Film Korea The Roundup
Nah sekuelnya kali ini menceritakan rentang waktu 4 tahun dari kejadian di film The Outlaws. Setelah sukses menggulung mafia Jang Chen, kini detektif Ma Suk Do yang diperankan oleh Ma Dong Seok mendapatkan misi untuk membawa penjahat brutal yang kabur ke luar negeri. Penjahat ini bernama Kang Hae-Sang (Son Suk-Ku), Detektif Ma harus bisa membawanya kembali ke Korea Selatan.
Pemeran dan Jadwal tayang
The Roundup masih menampilkan Ma Dong Seok sebagai pemeran utama. Selain itu Park Gi Hwan masih berperan sebagai atasan dari Detektif Ma. Dari segi pemeran memang banyak berubah karena tuntutan dari cerita yang ditampilkan.
Jadwal tayang film korea The Roundup ini adalah 18 Mei 2022. Walaupun baru ditayangkan pada tahun ini, The Roundup sebenarnya telah menmulai proses syuting pada pertengahan tahun 2019 lalu.
Jet Li adalah salah satu legenda seni bela diri di dunia, film-filmnya telah mencapai kepopuleran yang luarbiasa selama lebih dari empat dekade. Dia membuat...