Trend film horor sepertinya masih terus berlanjut, dan sebentar lagi insan film tanah air akan disuguhi film baru berjudul “Sabrina”. Film ini merupakan bagian dari “The Doll” yang telah lebih dulu meneror bioskop dan sukses menjadi box office. Deretan bintang menjadi pelakon dalam film “Sabrina” sebut saja Luna Maya, Christian Sugiono, Sara Wijayanto, Jeremy Thomas dan Rizky Hanggono.
“Sabrina” mengangkat kisah tentang roh jahat yang menjadikan boneka sebagai mediumnya. Menariknya Selain tayang di Indonesia, Sabrina juga akan tayang di beberapa negara seperti, Malaysia, Thailand, Singapura, Brunei Darussalam dan Hongkong.
Sinopsis Film Sabrina.
Maira hidup bahagia di pernikahan barunya bersama Aiden, pembuat boneka Sabrina sekaligus pemilik sebuah perusahaan mainan. Tapi Vanya, anak angkat sekaligus keponakan Aiden yang piatu belum bisa menerima kehadiran Maira sebagai ibunya. Vanya belum bisa merelakan kepergian Andini, bundanya yang meninggal. Suatu hari Vanya melakukan permainan ‘Pensil Charlie’ untuk memanggil bundanya.
Kejanggalan-kejanggalan pun mulai terjadi. Boneka Sabrina berpindah tempat sendiri, kotak musik Aba-Aba berbunyi, dan Vanya suka mengobrol sendirian, bahkan sering kali bilang bahwa bundanya telah datang. Maira dan Aiden tak percaya, hingga akhirnya Maira mengalami serentetan kejadian menakutkan dan mereka melihat sendiri sosok Andini. Maira pun memanggil Bu Laras, paranormal yang dulu pernah membantunya. Andini ternyata bukanlah Andini, melainkan iblis keji bernama Baghiah yang menetap di boneka Sabrina dan menginginkan tubuh manusia.
Bulan ini bioskop kembali kedatangan film horor terbaru yang kali ini berjudul “Jailangkung Sandekala“. Film ini adalah karya dari Kimo Stamboel yang juga cukup sukses menyutradarai film horor lainya “Ivanna”. Jailangkung sendiri adalah franhise film horor yang cukup fenomenal di kanah layar lebar.
Detail Jailangkung Sandekala
Produser: Wicky V Olindo, Justin Kim
Sutradara: Kimo Stamboel
Penulis: Kimo Stamboel, Rinaldy Puspoyo
Pemeran: Titi Kamal, Dwi Sasono, Syifa Hadju, Muzakki Ramdhan
Tanggal edar: Thursday, 22 September 2022
Sinopsis Film Jaelangkung Sandekala
Teror supranatural berpusat pada Adrian (Dwi Sasono), istrinya Sandra (Titi Kamal), serta dua anak mereka, Niki (Syifa Hadju) dan Kinan (Muzakki Ramdhan), yang sedang berlibur ke luar kota. Ketika berada di sebuah danau yang menjadi destinasi wisata mereka, Kinan secara misterius menghilang tanpa jejak saat matahari terbenam.
Keluarga tersebut mencari-cari Kinan di daerah yang sangat asing bagi mereka. Sama sekali tidak ada jejak, tetapi terdapat sebuah boneka jailangkung yang mereka temukan di tengah-tengah pencarian yang menegangkan.
Film “Madagascar 3: Europe’s Most Wanted” Tayang di Indonesia mulai tanggal 8 Juni. Masih setia dengan konsep petualangan seru dan banyolan yang segar, DreamWorks masih berharap “Madagascar 3” ini akan mengikuti jejak kesuksesan dua film sebelumnya, “Madagascar” (2005) dan “Madagascar: Escape 2 Africa”. Sekuel film ini bahkan berhasil meraih penghargaan sebagai Film Animasi Terfavorit di ajang Kids’ Choice Award 2009.
Harapan DreamWorks itu bisa saja terjadi karena “Madagascar 3” dilengkapi bekal yang cukup mumpuni. Mulai dari plot cerita seru serta efek 3D (3 Dimensi) yang memanjakan visualisasi penontonnya. Tidak perlu khawatir bagi yang tidak menonton versi 3D-nya. Pasalnya, DreamWorks memakai warna-warna cerah dan efek grafis memukau yang tetap bisa membuat penonton tanpa kacamata 3D membatin “wow…keren”.
Dari segi cerita, “Madagascar 3” tetap mengusung kisah petualangan Alex (Ben Stiller), Marty (Chris Rock), Gloria (Jada Pinkett Smith) dan Melman (David Schwimmer). Kali ini kisah dimulai ketika Alex ingin kembali ke kebun binatang Central Park, New York, tempat dia dibesarkan. Alex pun mantap meninggalkan Afrika bersama teman-temannya. Mereka kemudian menemui para Pinguin ber-IQ tinggi (karena digambarkan selalu cerdas dan punya seribu jurus jitu dalam melewati masalah) dan para simpanse yang menjadi rekan kerja Pinguin di Casino Monte.
Dalam perjuangannya kembali pulang, Alex cs dihadang oleh pengawas binatang asal Perancis yang ganas, Chantel Dubois (Frances McDormand). Penonton bakal dibuat tertawa (atau setidaknya terkikik) saat disuguhi adegan kejar-kejaran antara Alex cs dan Dubois yang lucu di awal film.
Alex cs kemudian ditolong oleh rombongan Sirkus yang kehilangan masa kejayaannya. Menyamar sebagai pemain sirkus, Alex semakin menyadari bahwa kebun binatang bukanlah tempat terbaik untuknya. Beberapa pesan moral ikut diselipkan sutradara Eric Darnell, Tom McGrath dan Conrad Vernon ke dalam film berdurasi sekitar 1,5 jam itu.
Namun karakter pendukung yang justru menjadi daya tarik utama film ini sepertinya Sonya, beruang betina yang menjadi cinta pada pandangan pertama King Julian XIII (si Raja Lemur yang lebay). Baik penonton dewasa dan anak-anak bakal dijamin tertawa melihat kisah cinta Sonya dan King Julian.
Bisa dibilang setiap adegan Sonya dan King Julian-lah yang mengandung unsur humor paling tinggi dibanding adegan karakter lainnya. Mulai saat adegan slow motion Sonya makan ikan (yang dibuat bak iklan shampo) sehingga membuat King Julian jatuh cinta, adegan saat mereka pergi bersama ke Roma (dan mencuri cincin emas Paus di Vatikan), hingga sepeda Sonya patah tapi oleh King Julian diganti dengan motor Ducati (bisa dibayangkan beruang besar imut nan cute naik motor Ducati yang macho).
Film Korea The Gifted Hands/Psychonometry Kim Bum – Apa kamu tau arti dari Psychometri ? Psikonometri sendiri memiliki arti sebagai kemampuan untuk dapat melihat masa lalu dengan menyentuh benda tertentu. Nah Film ini mengupas kisah Kim Jun ( Kim Boem) sang pemilik kemampuan itu yang terjebak kedalam sebuah kasus pembunuhan.
Film Ini sendiri sudah ditayangkan di Net Tv lho, boleh juga Net TV K-Cinema ya berani menayangkan mengingat Film ini termasuk film baru dan baru tayang di Korea pada bulan Maret 2013.
Detail
Movie: The Gifted Hands (English title) / Psychometry (literal title)
Revised romanization: Saikometeuri
Hangul: 사이코메트리
Director: Kwon Ho-Young
Writer:
Producer:
Cinematographer:
Release Date: March 7, 2013
Runtime: 108 min.
Genre: Mystery / Thriller / Supernatural
Distributor: CJ Entertainment
Language: Korean
Country: South Korea
Cast
Kim Kang Woo – Yang Choon-Dong
Kim Boem – Kim Joon
Lee Joon-Hyuk – Yang-Soo
Esom – Kim Seung-Ki
Kim Yu-Bin – Da-Hee
Sinopsis
Film dibuka dengan adegan konyol di sebuah kantor MLM ,kantor tersebut digerebek polisi namun tidak disangka disana juga ada Polisi Yang Choon-Dong (diperankan Kim Kang-Woo) tapi dia bukan sebagai polisi penggerebek malah dia merupakan salah satu agen MLM tersebut hahaha, di Film ini kita memang tidak hanya disuguhi dengan ketegangan di sepanjang film namun juga menampilkan kelucuan terlebih di 15 menit pertama film berlangsung. Namun jangan ditanya deh saat film memasuki menit menit 40 an kamu bakal dibuat penasaran setengah mati dengan film ini.
Film berlanjut dan kemudian di kantor polisi tempat Yang Chon Dong bekerja ada seorang ibu yang melaporkan kalau anaknya diculik. Tapi tidak ada satu pun polisi di sana yang menanggapi serius laporan si ibu mereka mengesampingkan kasus ini begitu saja dan hanya menyarankan sang ibu kembali ke rumah , kecuali si detektif Yang Choon-Dong merasa kasus penculikan anak ini serius. Dia berusaha meyakinkan atasanya untuk menyelidiki kasus si anak hilang ini, walaupun tidak mudah akhirnya si detektif Yang diberi wewenang untuk menyelidiki kasus ini sama atasannya.
Kim Kang-Woo sebagai Yang Choon-Dong
Nah pada malam berikutnya,seorang Anak muda sedang menggambar grafitti pada sebuah tembok tanpa dinyana Yang Choon-Dong buang air kecil sembarangan pada tembok tersebut. Sebelumnya dia tidak menyadari, di sebelahnya berdiri seorang Anak Muda misterius tersebut memakai jaket hoodie hitam yang menutupi kepala dan mukanya. Yang Choon-Dong mengajak ngobrol Anak muda itu soal graffiti yang baru saja dibuatnya. Tapi si anak muda malah mengacuhkan nya dan beranjak pergi. Merasa tidak terima di acuhkan, Yang Choon-Dong tersulut emosi nya dan hendak meyergap pemuda tersebut, namun si pemuda sudah lebih sigap serta menyemprotkan pilox yang tadi dipakainya membuat graffiti ke mata Yang Choon-Dong disaat itu Tangan Detektif Yang tidak sengaja di genggam sang Pemuda dan dia pun tahu bahwa itu polisi dan bergegas pergi.
Sebulan kemudian, di sebuah taman bermain ditemukan mayat anak perempuan dan ternyata mayat tersebut adalah anak
si ibu yang dulu pernah melaporkan kasus penculikan anaknya itu ke kantor Yang Choon-Dong. Yang Choon-Dong merasa sangat bersalah dan terpukul karena tidak berhasil mengungkap kasus penculikan itu. Malamnya, Yang Choon-Dong menonton berita di televisi soal penemuan mayat anak perempuan tersebut. Dan seketika Yang Choon-Dong kaget saat berita itu menayangkan TKP penemuan mayat yang direkam reporter dari jembatan yang berada di atas taman. Pasalnya, lokasi itu persis dengan lukisan graffiti di tembok yang dibuat si cowok misterius sebulan sebelumnya. Bahkan kondisi mayat saat ditemukan pun persis dengan gambar graffiti di tembok.
Graffiti yang sama persis dengan kasus penculikan dan pembunuhan anak yang ditangani Yang Choon-Dong
Yang Choon-Dong otomatis dilanda penasaran dan berniat menyelidiki si cowok misterius. Yang Choon-Dong menduga cowok itu adalah pelakunya, secara dia bisa melukis sama persis kasus penculikan dan pembunuhan anak perempuan tersebut. Setelah akhirnya berhasil menemukan si cowok yang tinggal sendirian di sebuah atap gedung bobrok, alih-alih menangkap, ternyata Yang Choon-Dong mendapati hal yang sama sekali nggak diduganya. Cowok misterius yang kemudian diketahui namanya Kim Joon (diperankan Kim Bum) itu ternyata adalah
seseorang yang memiliki kemampuan psychometry. Ini diketahui Yang Choon-Dong saat tangan Kim Joon menyentuh tangannya waktu dia hendak menangkap Kim Joon. Ekspresi dan mata Kim Joon tiba-tiba berubah, dan dia mengatakan tentang masa lalu kelam Yang Choon-Dong yang nggak mungkin diketahui orang lain. Itulah sebabnya juga kemudian Yang Choon-Dong mengetahui bagaimana Kim Joon bisa melukis graffiti yang sama persis dengan kasus penculikan yang tengah ditanganinya. Dan ternyata bukan cuma itu. Kim Joon juga kerap mendapatkan clues berbagai kejahatan lainnya melalui kemampuannya, hingga membuatnya merasa tersiksa dan akhirnya memilih hidup menyendiri.
Kim Joon yang misterius, diperankan oleh Kim Bum
Sejak menyadari itu, Yang Choon-Dong meminta maaf sekaligus meminta bantuan Kim Joon untuk menolongnya mengungkap kasus penculikan dan pembunuhan anak dengan kemampuannya itu sebelum jatuh korban berikutnya. Awalnya Kim Joon sempat menolak karena dia nggak mau siapa pun tau tentang kemampuannya. Tapi karena merasa berhutang budi setelah ditolong Yang Choon-Dong dari orang-orang yang mengeroyoknya, Kim Joon pun bersedia membantu meski taruhannya nyawa. Ya, soalnya kemampuan psychometry yang dimiliki Kim Joon bisa membahayakan dirinya sendiri setiap kali digunakan. Minimal Kim Joon bakal mimisan tiap kali ‘baca’ histori dari objek yang dipegangnya. Bahkan nggak jarang Kim Joonmuntah darah dan lemas kehabisan tenaga tiap kali menggunakan psychometry-nya.
Begini yang bakal dialami Kim Joon setelah memakai psychometry-nya
Kim Joon kerap kali nggak bisa mengontrol kemampuan psychometry yang dimilikinya
Kim Joon yang tengah mengeluarkan psychometry-nya untuk membantu kasus pembunuhan anak
Di sinilah dimulai keseruan duet Yang Choon-Dong dan Kim Joon untuk mengungkap kasus penculikan dan pembunuhan anak. Namun, di tengah penyelidikan, keduanya mendapat hambatan setelah Kim Joon dicurigai dan ditangkap oleh rekan dan atasan di kantor Yang Choon-Dong. Nggak tau apa alasannya, Kim Joon malah mengatakan kalau dialah pelaku yang mereka cari selama ini setelah menunjukkan psychometry-nya di ruang interogasi di hadapan para penyidik, termasuk rekan dan atasan Yang Choon Dong yang menangkapnya.
Nah, lho! Apa yang terjadi selanjutnya? Penasaran? Cari tau sendiri aja dengan nonton langsung film ini! hihi. Film ini tidak membiarkan penonton nya penasaran sampai si lakon sukses menemukan sendiri pelaku nya , kita tak akan bertanya-tanya sampai akhir tentang siapa pelaku nya , klue nya diberikan gratis ke penonton memasuki menit ke 73.
Film ini cukup rekomended untuk ditonton, adegan-adegan nya tidak terlalu sadis ataupun vulgar alur nya asik walaupun tsedikit disayangkan karena menampilakan ending yang mudah ditebak. Selamat menonton.
Haymitch Abernathy (Woody Harrelson) mungkin hanya seorang pemabuk tapi orang akan tetap mengingat pria ini sebagai satu-satunya orang dari District 12 yang berhasil keluar sebagai pemenang dalam acara tahunan itu. Mereka menyebutnya The Hunger Games dan hanya mereka yang benar-benar tangguh yang bisa selamat dari permainan berbahaya ini.
Acara yang ditayangkan di televisi secara nasional ini sebenarnya dimaksudkan sebagai intimidasi bagi 12 District yang kini menjadi jajahan Panem. Setiap tahunnya, masing-masing distrik mengirim dua orang wakil mereka untuk berlaga di The Hunger Games.medan, aturan, dan tingkat partisipasi penonton dapat berubah namunsatu hal konstan: membunuh atau dibunuh. Nantinya, mereka akan menyabung nyawa sampai hanya satu orang saja yang masih hidup. Tahun ini, District 12 diwakili oleh Katniss Everdeen (Jennifer Lawrence) dan Peeta Mellark (Josh Hutcherson).
Katniss, berusia 16 tahun yang tinggal bersama ibu dan adik perempuannya di distrik termiskin, Panem . Katnis sebenarnya tak terpilih namun ia nekat mengajukan diri untuk menggantikan Primrose (Willow Shields), adiknya yang baru berusia 11 tahun. Katnis memang tak punya peluang untuk menang. Ia bukan apa-apa dibanding para kontestan lain yang memang sudah mempersiapkan diri seumur hidup mereka. Satu-satunya peluang Katnis dan Peeta untuk menang adalah bimbingan dari Haymitch Abernathy.
Sebuah film thriller baru dari Korea Selatan akan segera tayang, mengusung tema agen mata-mata yang menegangkan antara dua negara seteru abadi. Kisah akan melompat ke dekade 90an dimana seorang agen Korea Selatan dikisahkan menyusup ke jantung pemerintahan Korea Utara. Sebuah tema yang cukup berat dengan latar belakang kisah nyata yang pernah terjadi. Film “The Spy Going North” didukung oleh aktor-aktor jempolan Korea Selatan seperti Hwang Jung Min, Lee Sung Min, dan Choi Jin Wong. Tiga aktor papan atas yang selalu sukses dengan peran yang berkualitas di setiap film yang dibintanginya.
The Spy Going North akan direncanakan tayang 8 Agustsu 2018 nanti, setelah sebelumnya juga dirilis dalam gelaran festival cannes. Film ini disutradarai oleh Yoon Jong Bin yang sebelumnya terlibat dalam film “Berlin File, Nameless Gangster“.
Movie: The Spy Gone North (English title) / Operation (literal title)
Revised romanization: Gongjak
Hangul: 공작
Director: Yoon Jong-Bin
Writer: Yoon Jong-Bin
Producer:
Cinematographer: Choi Chan-Min
World Premiere: May 11, 2018 (Cannes Film Festival)
Release Date: August 8, 2018
Runtime:
Distributor: CJ Entertainment
Language: Korean
Country: South Korea
Sinopsis Film The Spy Going North
Film ini mengusung latar kisah pada dekade 90an, menceritakan kisah nyata seorang operator mata-mata bernama Black Venus. Ia menyamar sebagai pengusaha dari Korea Selatan dengan ambisi untuk memata-matai program nuklir Korea Utara. Ia berhasil menyusup ke tingkat tertinggi rezim, kemudian dikendalikan oleh Kim Jong-il yang sama-sama absurd dan mengintimidasi.
Itu hanya setengah dari cerita, kemudian intrik politik diwakili sebagai ancaman besar terhadap keselamatan Black Venus sebagai pengawal pribadi Pemimpin Tertinggi. Karena terdesak oleh keadaan, dia menjadi agen ganda korban dari bisnis perdamaian yang buruk.
Jet Li adalah salah satu legenda seni bela diri di dunia, film-filmnya telah mencapai kepopuleran yang luarbiasa selama lebih dari empat dekade. Dia membuat kungfu menjadi salah satu bentuk seni bela diri yang terkenal di dunia perfilman. Pertarungan jarak dekat yang memukau tanpa menggunakan efek CGI.
Jet Li Lahir pada tanggal 26 April 1963 di Beijing dan sejak tahun 2009 menjadi warga negara Singapura. Ia mulai berlatih wushu sejak usia delapan tahun di Beijing Sports and Exercise School. Pada saat ia berusia 11 tahun, Li telah mewakili Tiongkok di kompetisi wushu internasional. Namun, ia meninggalkan olahraga ini di usia remaja setelah memenangkan medali emas putra di kejuaraan nasional lima kali berturut-turut.
Sebelum berusia 20 tahun, Li meraih kesuksesan di dunia perfilman Hong Kong dengan film debutnya, Shaolin Temple. Sejak film tersebut ia terus memukau penonton dengan tampilan seni bela diri yang luar biasa di film dan mengukuhkan dirinya sebagai salah satu dari dua nama terbesar dalam genre ini, bersama dengan Jackie Chan.
Tidak seperti Chan, yang film-filmnya lebih banyak bergenre komedi, sebagian besar film Li sangat serius. Jet Li membuat film wuxia menjadi populer di dunia internasional selama karirnya. Wuxia adalah genre khusus yang berkisah tentang pahlawan seni bela diri legendaris dari Tiongkok kuno yang menampilkan kemampuan beladiri yang mumpuni. Berikut adalah daftar film Kungfu Jet Li yang sebaiknya kamu tonton.
Daftar Film Kungfu Jet Li
1. Shaolin Temple
Tanggal rilis: 21 Januari 1982
Disutradarai oleh: Chang Hsin-yen
Bintang lainnya: Yu Hai, Yu Chenghui, Ding Lan
Sinopsis: Berlatar belakang pada abad pertengahan Tiongkok, cerita ini mengisahkan Jue Yuan (Li) muda yang mencari perlindungan di Kuil Shaolin untuk mempelajari seni bela diri dan membalas kematian ayahnya di tangan seorang kaisar yang kejam. Semua orang di kuil menemukan diri mereka dalam bahaya ketika penguasa menyerangnya.
Film ini menandai debut Jet Li dan langsung melambungkannya menjadi bintang di Asia Timur. Dalam film ini ia masih memakai nama lahirnya, Li Lian-je. Setelah sukses besar, aktor ini mengubah namanya menjadi Jet Li.
Shaolin Temple secara luas dianggap sebagai film bersejarah karena merupakan film Hong Kong pertama yang mengambil lokasi shooting di Tiongkok Daratan dan film pertama yang mengambil lokasi syuting di Kuil Shaolin yang sebenarnya.
2. Once Upon a Time in China II
Tanggal rilis: 16 April 1992 (Hong Kong)/1 September 1993 (AS)
Disutradarai oleh: Tsui Hark
Bintang lainnya: Donnie Yen, Rosamund Kwan, Max Mok
Sinopsis: Sebuah kelompok tentara bayaran bernama White Lotus mengganggu kedamaian di Kanton (Guangzhou) pada tahun 1895, dengan menargetkan orang-orang Barat di kota tersebut. Ahli seni bela diri Wong Fei-hung (Li) dipaksa untuk melawan sekte tersebut dan juga seorang pejabat pemerintah setempat yang jahat bernama Komandan Lan (Yen) untuk melindungi kekasihnya yang berpakaian Eropa, Bibi ke-13 (Kwan), dan juga orang-orang Cina yang tidak bersalah yang terjebak dalam perselisihan politik.
Film ini merupakan film kedua dari franchise Once Upon a Time in China. Li memainkan peran utama dalam tiga film pertama dan film keenam. Namun Once Upon a Time in China II dipuji sebagai yang terbaik dari semuanya oleh para kritikus dan penggemar. Film ini meraih rating 93 persen di Rotten Tomatoes dan rating 7,3 bintang di IMDb. Apresiasi ini terutama karena alur cerita dan adegan seni bela diri yang mendebarkan, terutama adegan perkelahian antara Li dan Yen.
3. Fong Sai Yuk/The legend
Tanggal rilis: 4 Maret 1993 (Hong Kong)
Disutradarai oleh: Corey Yuen
Bintang lainnya: Josephine Siao, Michelle Reis, Vincent Zhao
Sinopsis: Fong Sai-Yuk (Li) adalah seorang seniman bela diri luar biasa yang terlibat dalam sebuah kompetisi untuk merebut hati Lui Ting-ting (Reis) yang cantik. Kisah mengarah ke hal lain dan Fong harus berjuang untuk melindungi orang tuanya dan cintanya dari para pejabat kaisar brutal Dinasti Qing.
Film ini juga dikenal sebagai The Legend, film aksi-komedi ini merupakan film pertama dari dua film yang dibintangi oleh Li sebagai Fong Sai-Yuk. Meskipun film kedua juga dirilis pada tahun yang sama dan disukai oleh para penggemar seni bela diri, film pertama menerima lebih banyak pujian kritis untuk cerita, penampilan, dan urutan aksinya yang memenangkan banyak penghargaan di Hong Kong dan Taiwan.
4. Tai Chi Master
Tanggal rilis: 18 November 1993 (Hong Kong)
Disutradarai oleh: Yuen Woo-ping
Bintang lainnya: Jet Li, Chin Siu-ho, Michelle Yeoh
Sinopsis: Dua sahabat (Li dan Chin) yang dilatih seni bela diri di Shaolin kemudian menemukan diri mereka berada di sisi yang berlawanan. Li berada di sisi dari pemberontak yang melawan gubernur otoriter. Sementara salah satu dari mereka termakan oleh nafsu akan kekuasaan dan kebrutalan. Li bergabung dengan Siu-lin (Yeoh) yang baik hati dan menemukan jurus Tai Chi yang dapat membantu melawan rezim.
Tai Chi Master adalah film pertama yang dibintangi Li bersama pemenang Academy Award, Michelle Yeoh. Meskipun Yeoh juga ikut berperan dalam film Li’s Fearless (2006) sebagai narator, namun baru setelah film Hollywood The Mummy: Tomb of the Dragon Emperor (2008) di mana keduanya membintangi peran utama.
5. Fist of Legend
Tanggal rilis: 22 Desember 1994
Disutradarai oleh: Gordon Chan
Bintang lainnya: Chin Siu-ho, Yasuaki Kurata, Shinobu Nakayama, Billy Chow, Paul Chun
Sinopsis: Seorang master seni bela diri Cina terbunuh dalam sebuah pertandingan melawan karateka Jepang di Shanghai yang diduduki Jepang pada tahun 1937. Murid sang guru, seorang siswa bernama Chen Zhen (Li), kemudian meninggalkan pelatihannya di Jepang untuk kembali ke Shanghai dan membalas dendam atas kematiannya, namun menemukan konspirasi yang lebih rumit.
Fist of Legend memiliki rating tertinggi di antara semua film Jet Li. Film ini merupakan remake dari Fist of Fury (1972) karya Bruce Lee, dengan plot yang sedikit berbeda.
6. Hero
Tanggal rilis: 24 Oktober 2002 (Shenzhen, Tiongkok)/27 Agustus 2004 (AS)
Disutradarai oleh: Zhang Yimou
Bintang lainnya: Tony Leung Chiu-wai, Maggie Cheung, Zhang Ziyi, Donnie Yen, Chen Daoming
Sinopsis: Seorang pejuang yang tidak disebutkan namanya (Li) diundang untuk bertemu dengan Raja Qin (Chen) setelah ia mengklaim telah membunuh tiga pembunuh yang kuat – Pedang Patah (Leung), Salju Terbang (Cheung) dan Langit Panjang (Yen) – yang ingin melenyapkan kaisar. Saat sang pejuang menceritakan kisahnya, sang Raja yang bijaksana mulai mempertanyakan keaslian klaimnya.
Film ini: Dipuji secara sebagai salah satu film seni bela diri terhebat yang pernah diproduksi, Hero menerima pujian yang luas tidak hanya untuk adegan aksi dan ceritanya, tetapi juga untuk sinematografinya yang luar biasa oleh Christopher Doyle.
Film ini dinominasikan dalam kategori film berbahasa asing terbaik di Golden Globes dan Academy Awards, setelah dirilis di Tiongkok. Sutradara dan produser film Amerika, Quentin Tarantino, memainkan peran utama dalam perilisan film ini di Amerika Serikat dengan meyakinkan Miramax dan menyetujui persyaratan mereka bahwa film ini akan dipasarkan sebagai film yang “dipersembahkan oleh” Tarantino.
7. Fearless
Tanggal rilis: 26 Januari 2006 (Hong Kong) / 22 September 2006 (AS)
Disutradarai oleh: Ronny Yu
Bintang lainnya: Dong Yong, Nakamura Shidō II, Sun Li
Sinopsis: Sebuah tragedi memaksa seorang ahli bela diri muda dan sombong, Huo Yuanjia, untuk mengasingkan diri di sebuah desa terpencil. Dalam perawatan seorang gadis desa yang buta, Yueci (Sun) dan neneknya, Huo belajar kerendahan hati dan kebutuhan untuk mengendalikan kekuatannya. Namun, ketika ia kembali ke kotanya sebagai seorang pria yang telah berubah, ia mendapati dirinya harus mempertahankan kehormatan Tiongkok di tengah-tengah masalah politik.
Film ini didasarkan pada kehidupan ikon seni bela diri Huo Yuanjia di dunia nyata, yang mendirikan Asosiasi Atletik Chin Woo di Shanghai dan dielu-elukan di Tiongkok hingga saat ini karena telah mengalahkan banyak petarung asing di awal tahun 1900-an untuk mempertahankan kehormatan nasional. Li adalah salah satu dari sekian banyak aktor yang pernah memerankan Huo. Untuk penampilannya, ia mendapatkan nominasi aktor terbaik pertamanya di Penghargaan Film Hong Kong yang bergengsi.
8. The Forbidden Kingdom
The Forbidden Kingdom
Tanggal rilis: 18 April 2008
Disutradarai oleh: Rob Minkoff
Bintang lainnya: Jackie Chan, Liu Yifei, Li Bingbing, Michael Angarano
Sinopsis: Jason (Angarano) adalah seorang remaja Amerika yang menyukai film kung fu. Suatu hari, ia secara tidak sengaja menemukan sebuah artefak di sebuah toko gadai yang membawanya ke Cina kuno. Dia menemukan dirinya bergabung dengan seorang pria bernama Lu Yan (Chan) dan seorang biksu pendiam (Li) dalam sebuah misi untuk membebaskan Sun Wukong atau Raja Kera yang dipenjara (juga Li).
The Forbidden Kingdom adalah salah satu film yang paling ditunggu-tunggu pada saat perilisannya karena merupakan film pertama yang dibintangi oleh Jackie Chan dan Jet Li. Film ini menerima ulasan positif dan diapresiasi oleh para penggemar, dengan pujian khusus untuk adegan aksi yang menampilkan dua legenda seni bela diri.
Film korea terbaru ini dijadwalkan tayang pada 4 April 2019 ini, dibintangi oleh Soyoung eks SNSD dan Sunsuke Tanaka. Film ini terinspirasi dari kumpulan cerita pendek “Deddo Endo no Omoide” karya Banana Yoshimoto. Menjadi menarik untuk disimak film kolaborasi antara Korea Selatan dan Jepang ini dengan genre drama dan percintaan. Menilik pemerannyapun cukup menjanjikan dan layak untuk ditonton.
Movie: Memories of a Dead End
Revised romanization: Makdareun Kolmokui Chueok
Hangul: 막다른 골목의 추억
Director: Choi Hyun-Young
Writer: Banana Yoshimoto (short story)
Producer:
Cinematographer:
World Premiere: October, 2018 (Busan IFF)
Release Date: April 4, 2019 (South Korea) / February 16, 2019 (Japan)
Runtime: 89 min.
Language: Korean, Japanese
Country: South Korea, Japan
Sinopsis Film Korea “Memories of a Dead End”.
Tunangan Yoo-Mi (Sooyoung) Tae-Goo (Ahn Bo-Hyun) saat ini bekerja di luar negeri di Nagoya, Jepang. Dia memutuskan untuk pergi ke Nagoya untuk menemuinya. Sesampai di sana, Yoo-Mi mengetahui bahwa ia jatuh cinta dengan wanita lain. Yoo-Mi juga mengetahui bahwa Tae-Goo dan wanita itu bertunangan.
Yoo-Mi jatuh dalam keputusasaan. Dia berkeliaran di sekitar kota Nagoya yang tidak dikenal dan kebetulan berakhir di End Point Cafe dan Guest House. Di sana, dia bertemu dengan manajer Nishiyama (Shunsuke Tanaka). Yoo-Mi memutuskan untuk tinggal di wisma. Dia bertemu orang-orang di sana dengan berbagai kisah mereka.
Teror film horor ternyata kembali berlanjut di tahun 2023, beberapa judul fim masih mengusung genre ini. Termasuk juga film horor ikonik Suzzana Malam Jumat Kliwon yang akan segera tayang tahun ini.
Pemeran Film Suzzana Malam Jumat Kliwon
Sejauh ini rumah produksi Soraya Intercine Films masih menutup rapat info detail tentang film ini. Posternya saja baru dirilis pas malam Jumat Kliwon 2 Februari 2023. Sosok seorang wanita yang berdiri dengan siluet yang tidak terlalu jelas. Poster ini seperti sengaja memantik rasa penasaran.
Namun diyakini pemeran utama film ini masih Luna Maya yang sebelumnya sukses memerankan Suzzana pada tahun 2018. Film Bernafas Dalam Kubur waktu itu mampu mengumpulkan 3,3 juta penonton.
Sinopsis Film Suzzana Malam Jumat Kliwon
Film ini sepertinya juga merupakan remake dari film Suzzana di dekade 80an. Pada film tersebut, Suzanna berperan sebagai Ayu yang bekerja sebagai penulis novel misteri.
Pada suatu hari, Ayu memutuskan untuk pergi ke pedesaan dan kekasihnya, Anton (Alan Nuari) datang ke rumah tidak berpenghuni yang berada di sebuah perkampungan. Lalu, Ayu memutuskan untuk menulis novel di rumah tersebut.
Setelah diizinkan, Ayu tinggal disana dengan diawasi penjaga rumah. Betapa kagetnya Ayu ketika melihat penampakan Sundel Bolong. Paras Minati alias Sundel Bolong tersebut disebut-sebut mirip dengan Ayu.
Untuk versi tahun 2023 ini mungkin saja ada penyesuaian cerita dan latar. So kita tunggu saja.
25 tahun berselang, 3 sekuel telah dibuat: Die Hard 2 (1990), Die Hard With a Vengeance (1995), dan Live Free or Die Hard (2007). Namun, John McClane seperti belum kehabisan bahan bakar untuk terus menghajar penjahat. Di film ke-5 ini, ia bahkan bukan beraksi di negaranya, Amerika Serikat, melainkan Rusia.
Dalam film berjudul A Good Day To Die Hard tersebut, aktor Bruce Willis AKA Detective “John McClane” akan mengunjungi Moscow untuk sebuah reuni kecil dengan putranya Jack McClane yang diperankan oleh bintang serial Spartacus: Blood and Sands Jai Courtney.
Bagai buah apel yang jatuh tak jauh dari pohonnya, Jack McClane sendiri
memiliki temperamen yang kurang lebih hampir sama seperti ayahnya,
bahkan aksi ketangguhan dan nekat dari sosok John McClane-pun turut
menurun ke putranya. Keduanyapun akan dihadapkan pada plot aksi penuh ledakan yang melibatkan sejumlah kalimat Fwords di dinginnya cuaca Russia yang mematikan. John tidak tahu apa pekerjaan Jack, karena ia sudah lama berpisah dengan Holly, istrinya, dan jarang mendapat kabar tentang keluarganya. Tidak disangka, ternyata Jack adalah seorang agen rahasia CIA terlatih yang sedang menjalankan misi berbahaya di Moskow. Ia tengah menyusup ke dalam sebuah organisasi teroris yang berencana mencuri senjata nuklir.
Saat identitas Jack terungkap, keadaan menjadi berbalik, dan ia menjadi sasaran para teroris Rusia. Di tengah pelariannya lah, Jack bertemu sang ayah. Meskipun sangat terkejut mengetahui putranya adalah seorang agen rahasia, tidak butuh waktu lama bagi John untuk memberikan bantuannya. Kini, tim ayah-anak tersebut bahu membahu bekerja sama menggagalkan rencana organisasi teroris nuklir itu.
Ketika film ke-4, Live Free or Die Hard (LFoDH), rilis 6 tahun lalu,
banyak penggemar yang kecewa, karena film tersebut diberi rating PG-13, alias untuk remaja. Ini seolah mengkhianati tradisi Die Hard yang selalu memiliki rating R (Dewasa), dengan adegan yang penuh kekerasan, darah, dan umpatan. Meskipun LFoDH sukses secara komersil, konten film yang lebih ‘aman’ membuatnya seperti bukan bagian dari Die Hard. Seolah mendengar keluhan penggemar, A Good Day to Die Hard kembali ke akar dengan rating R. Jadi, penonton bisa mengharapkan adegan-adegan aksi yang brutal, umpatan-umpatan, serta tentunya versi bebas sensor dari “Yippee Ki-Yay, Motherf*cker!”
Jet Li adalah salah satu legenda seni bela diri di dunia, film-filmnya telah mencapai kepopuleran yang luarbiasa selama lebih dari empat dekade. Dia membuat...