Dhrisyam adalah salah satu film India yang mindblowing dan benar-benar apik dalam menguraikan kepingan-kepingan kisahnya. Upaya dari seorang ayah untuk melindungi anak gadisnya melalui alibi yang rumit bisa dinikmati dengan paripurna. Dan kini setelah 7 tahun, sequelnya dirilis apakah sebagus film pertama? Yuk disimak.
Dhrisyam adalah film yang versi originalnya merupakan film berbahasa malayalam, sebuah wilayah di selatan India. Jadi, film yang dibintangi oleh Ajay Devgan merupakan versi adapatasinya. Ketika tahun 2021 Dhrisyam 2 versi malayalamnya rilis, berselang kemudian versi hindinya dirilis pada November 2022.
Dhrisyam 2 mengambil latar kisah 7 tahun setelah kejadian peristiwa pembunuhan itu. Vijay Salgaonkar (Ajay Devgn) kehidupannya kini telah jauh lebih baik. Dari yang sebelumnya hanya seorang operator kabel kini menjelma menjadi pemilik bioskop. Namun walaupun begitu, keluarga ini tetap tidak bahagia karena masih dibayangi peristiwa pada malam jahanam tersebut.
Bahkan masyarakat di sekitar Vijay pun mulai meragukan mereka. Kasak kusuk semakin kencang mempertanyakan apakah dia benar-benar melakukan kejahatan tersebut.
Sementara dari pihak keluarga korban juga tidak menyerah, mereka masih mengincar Salgaonkar. Meera Deshmukh (Tabu) bekerjasama dengan IG Tarun Ahlawat (Akshaye Khanna), seorang polisi yang dikatakan punya kecerdasan tinggi untuk mengungkapkan sebuah kasus. Mereka berusaha keras mengungkapkan misteri yang terjadi.
Ia mengumpulkan bukti dengan menempatkan agen polisi sebagai tetangga Vijay dan memasang penyadap. Selama dua tahun mereka berusaha mencari petunjuk. Hingga akhinya petunjuk itu datang, Istri Vijay secara tidak sengaja mengatakan sesuatu tentang persitiwa pembunuhan.
Bukti telah didapat, dan kini Polisi dan Meera berusaha mencari jasad anaknya. Mereka kebingungan menentukan dimana jasad itu dikubur. Tidak hilang akal, mereka membuat sayembara. Kejahatan yang nyaris sempurna ini ternyata memiliki saksi, seorang mantan napi datang memberikan petunjuk penting lainnya.
Pada paruh kedua, film ini bercerita tentang bagaimana Vijay kembali melakukan segala cara untuk melindungi keluarganya agar tidak dipenjara atas kejahatan yang telah mereka lakukan.
Apakah Dhrisyam 2 menyenangkan untuk ditonton?
Sejujurnya kisah Dhrisyam sudah berakhir di film pertama, bahwa Salgaonkar lolos dari hukum itu sudah sangat melegakan. Namun dari sisi keluarga keluarga yaitu Meera, ini tentu saja sangat menyakitkan dimana sang pelaku masih bebas berkeliaran.
Pada film Dhrisyam 2 penonton diajak untuk mencoba menyelami kedua perasaan yang bertenyangan antara kedua kubu ini. Namun sayangnya, entah kenapa Dhrisyam 2 ini tidak terasa menegangkan, dan tidak memantik rasa penasaran dengan apa yang terjadi. Kita seperti dituntun dari setiap petunjuk yang ada. Tidak ada kesan mengejutkan yang terasa mindblowing.
Walaupun ada plot twist yang membelokan cerita, namun, eksekusinya terasa tampak dibuat-buat dan beberapa situasi terlalu berlebihan. Karena itu, Dhrisyam 2 ini bagi saya tidak terasa spesial.
Setelah kesuksesan film KKN Desa Penari yang menjadi film terlaris sepanjang masa, MD Pictures akan merilis Sewu Dino pada libur lebaran nanti. Sewu Dino adalah salah satu cerita dari simpleman yang ceritanya begitu mengerikan. Ini tentunya memancing rasa penasaran, akan jadi seperti apa nanti ketika diadaptasi menjadi sebuah film.
Pemeran Sewu Dino
Film Sewu Dino disutradarai oleh Kimo Stamboel, seorang sutradara yang berpengalaman memproduksi film dan series horor. Sebut saja Teluh Darah yang tayang di Disney Hotstar, Ivanna juga Jaelangkung Sandekala yang tayang di tahun 2022 dan Ratu Ilmu Hitam yang tayang di tahun 2019.
Lalu untuk pemeran utamanya adalah Mikha Tambayong sebagai Sri, Karina Suwandi sebagai Karsa Atmaja, Giselma Firmansyah sebagai Dela, Rio Dewanto sebagai Sugik. Marthino Lio sebagai Sabdo Kuncoro, Givina sebagai Erna, Agla Artalidia sebagai Dini, Pritt Timothy sebagai Mbah Tamin dan Maryam Supraba sebagai Yuk Minah.
Sewu Dino akan mengambil latar kisah di Jawa Timur, menjadi menarik bagaimana akting dari Mikha Tambayong yang notabene bukan orang jawa tulen harus berbicara medok.
Sinopsis Sewu Dino
Film ini bercerita tentang seorang perempuan desa bernama Sri yang diperankan oleh Mikha Tambayong. Karena keadaannya, Sri berkeinginan untuk bekerja di luar kota. Ini terpaksa dilakukan karena didesanya tidak ada pekerjaan yang cukup menjanjikan.
Gayung bersambut, tetangganya yang bernama Bu Menik menyampaikan bahwa ada lowongan pekerjaan dari sebuah agen penyalur ART Griya Zainah. Sri bertekad untuk datang dan mengikuti proses seleksi.
Namun saat proses wawancara kerja ini Sri diberikan pertanyaan yang cukup aneh. Pertanyaannya adalah tentang hari lahir Sri. Mereka mencari seseorang yang lahir di Hari Jumat Kliwon yang secara kebetulan juga adalah hari lahir Sri.
Ia tidak menaruh curiga lebih jauh, setelah proses seleksi itu Sri akhirnya diterima bekerja sebagai perawat untuk Keluarga Atmojo. Di keluarga ini Sri diberikan tanggung jawab untuk merawat seorang anak remaja yang mengalami sakit. Anak tersebut bernama Della Atmojo.
Sakitnya Della Atmojo ini ternyata disebabkan karena terkena santet Sewu Dino. Teror ini bukan hanya mengenai keluarga Atmodjo yang mendapatkan santet Sewu Dino, tetapi juga setiap orang yang merawatnya juga akan terkena teror tersebut.
Cerita dari manhwa “Postman to Heaven’ karangan Eriko Kitagawa ini tidak jauh berbeda dari filmnya, yang bercerita tentang ada sebuah kotak surat di padang rumput luas di atas bukit. Tidak sembarang orang bisa memasuki padang rumput itu. Bila seseorang memasukkan surat ke sana, surat itu akan dikirim ke surga. Dan kalau beruntung, dia bisa bertemu dengan pengantar suratnya. Pengantar surat tampan itu akan membantu orang-orang yang terluka karena cinta untuk menemukan kedamaian.
Harga sekitar Rp 25.000,- Tebalnya 200hlm.
Ukuran bukunya seperti manhwa baru yg lain, yg lebih besar dr manga.
Sebuah film korea bertema misteri akan segera ditayangkan, Film ini berjudul “Intruder”. Setelah melakukan serangkaian syuting selama 13 Februari hingga 14 Mei 2019, akhirnya “Intruder” dijadwalkan untuk dirilis pada 21 Mei 2020 nanti.
Dari deretan castnya terlihat cukup menjanjikan, sebagai lead female ada sang Ace Song ji Hyo yang akan beradu peran dengan Kim Mo Yul. Dengan tema thriller misteri pastinya akan menyajikan kisah yang mencekam dan penuh intrik.
Movie: Intruder (English & literal title)
Revised romanization: Chimibja
Hangul: 침입자
Director: Son Won-Pyeong
Writer: Son Won-Pyeong
Producer:
Cinematographer:
Release Date: May 21, 2020
Runtime:
Genre: Mystery / Thriller
Distributor: Acemaker Movie Works
Language: Korean
Country: South Korea
Sinopsis Film Korea Intruder
Seo-Jin (Kim Moo-Yul) adalah arsitek yang populer. Dia menderita trauma ketika adik perempuannya Yoo-Jin hilang. Hilangnya saudara perempuannya ini terjadi ketika Seo-Jin masih kecil.
25 tahun setelah kepergiannya, tiba-tiba Yoo-Jin kembali ke keluarganya. Namun Seo-Jin merasakan ada sesuatu yang tidak beres dengan Yoo-Jin (Song Ji-Hyo).
Film Lawless (2012) ini merupakan sebuah film adaptasi novel berjudul The Wettest County in The World (2008). Ini merupakan kisah nyata yang dituliskan oleh Matt Bondurant, cucu dari salah satu karakter yang diperankan dalam produksi film ini.
# Lawless Movie :
* Tayang Indonesia: Mei 2013
* Rilis Bioskop: 29 Agustus 2012 (Nation)
* Genre: Drama Crime
* Director: John Hillcoat
* Screenwriter: Nick Cave
* Companies: The Weinstein Company
* Rating: R
* Runtime: 110 minutes
* From: weinsteinco.com
* Official Site: Lawless-film.com
* Cast:
– Shia LaBeouf -as- Jack Bondurant
– Tom Hardy -as- Forrest Bondurant
– Jessica Chastain -as- Maggie
– Mia Wasikowska -as- Bertha Minnix
– Jason Clarke
– Guy Pearce -as- Special Agent Charlie Rakes
Sinopsis Film Terbaru Lawles
Diadaptasi dari novel kisah nyata berjudul The Wettest County in the World, film arahan sutradara John Hillcoat ini mengangkat kisah 3 bersaudara selama masa depresi di pinggiran Virginia. Karena krisis ekonomi, ke-3 bersaudara itu jadi pembuat minuman terlarang, dan dalam bisnis haram ini mereka mendapatkan banyak saingan.
Pada era ’20 – ’30-an di Franklin County, Virginia, Amerika Serikat, Bondurant bersaudara, Forrest (Tom Hardy), Howard (Jason Clarke), dan Jack (Shia LaBeouf), merupakan pengelola bisnis haram minuman keras terlarang. Produksi minuman keras mereka distribusikan ke rekanan bisnis mereka bernama Cricket Pate (Dane DeHaan) yang menggelola sebuah bar.
Usaha mereka sejauh ini tak mengalami hambatan hingga suatu ketika Jack menyaksikan seorang bandit bernama Floyd Banner (Gary Oldman) menghabisi kompetitor bisnis Bondurant bersaudara. Jack tak digubris oleh Floyd hingga ia selamat sampai ke bar milik kakaknya.
Tak lama berselang, seorang aparat penegak hukum bernama Charlie Rakes (Guy Pearce) datang berkunjung ke bar itu dan meminta uang perlindungan kepada siapa saja yang melakukan bisnis pembuatan minuman keras ilegal di wilayah Franklin. Forrest menolak memberi sogokan pada Rakes dan hal ini membuat Rakes berang.
Begitu Rakes pergi, Forrest lalu bersekongkol dengan para pembuat minuman terlarang di wilayah itu untuk melawan tindak korup Rakes. Tindakan Rakes selanjutnya yaitu menggerebek rumah Cricket Pate untuk mencari mesin penyulingan produk minuman keras. Karena tak menemui apa yang diincarnya, Rakes lalu memukuli Cricket Pate. Jack yang mencoba menengahi kebrutalan Rakes pun jadi sasaran bogem mentah sang polisi korup itu.
Mengetahui peristiwa itu, Forrest jadi gundah dan lalu mengajari Jack untuk bisa membela dirinya sendiri. Saat Forrest dan Howard tak jadi pergi ke Chicago untuk urusan bisnis mereka karena Forrest dikeroyok oleh orang suruhan Rakes, Jack terpaksa harus menggantikan mereka dan pergi bersama Cricket Pate. Sayangnya, kedatangan mereka ke Chicago justru merupakan jebakan. Untungnya Jack diselamatkan oleh Floyd.
Dari Floyd, Jack diberitahu siapa saja orang yang bertanggung jawab atas pengeroyokkan Forrest. Jack lalu menghabisi mereka untuk menyampaikan “pesan” pada Rakes. Rupanya “pesan” itu ditanggapi Rakes dengan mengincar Jack untuk mengarahkannya pada lokasi produksi penyulingan minuman terlarang milik Bondurant bersaudara.
Peristiwa itu membuat berang banyak pihak terutama mereka yang menjalankan bisnis haram tersebut dan merasakan kesewenangan Rakes. Mereka lalu mencegat Rakes dan gerombolannya hingga baku tembak pun tak bisa dielakkan.
Film korea terbaru ini dijadwalkan tayang pada 4 April 2019 ini, dibintangi oleh Soyoung eks SNSD dan Sunsuke Tanaka. Film ini terinspirasi dari kumpulan cerita pendek “Deddo Endo no Omoide” karya Banana Yoshimoto. Menjadi menarik untuk disimak film kolaborasi antara Korea Selatan dan Jepang ini dengan genre drama dan percintaan. Menilik pemerannyapun cukup menjanjikan dan layak untuk ditonton.
Movie: Memories of a Dead End
Revised romanization: Makdareun Kolmokui Chueok
Hangul: 막다른 골목의 추억
Director: Choi Hyun-Young
Writer: Banana Yoshimoto (short story)
Producer:
Cinematographer:
World Premiere: October, 2018 (Busan IFF)
Release Date: April 4, 2019 (South Korea) / February 16, 2019 (Japan)
Runtime: 89 min.
Language: Korean, Japanese
Country: South Korea, Japan
Sinopsis Film Korea “Memories of a Dead End”.
Tunangan Yoo-Mi (Sooyoung) Tae-Goo (Ahn Bo-Hyun) saat ini bekerja di luar negeri di Nagoya, Jepang. Dia memutuskan untuk pergi ke Nagoya untuk menemuinya. Sesampai di sana, Yoo-Mi mengetahui bahwa ia jatuh cinta dengan wanita lain. Yoo-Mi juga mengetahui bahwa Tae-Goo dan wanita itu bertunangan.
Yoo-Mi jatuh dalam keputusasaan. Dia berkeliaran di sekitar kota Nagoya yang tidak dikenal dan kebetulan berakhir di End Point Cafe dan Guest House. Di sana, dia bertemu dengan manajer Nishiyama (Shunsuke Tanaka). Yoo-Mi memutuskan untuk tinggal di wisma. Dia bertemu orang-orang di sana dengan berbagai kisah mereka.
Luv Ranjan menciptakan multiverse-nya dan berhasil membuat sebuah dunia romantis dalam film ini. Ia tahu apa yang penontonnya inginkan dan mencoba untuk memberikannya.
Film ini tentang bercerita tentang generasi kedua pengusaha yang berbasis di Delhi bernama Mickey (Ranbir Kapoor). Selain itu Dia juga memiliki bisnis sampingan yang unik yaitu membantu orang memutuskan sebuah hubungan. Tidak ada orang lain di keluarga yang tahu tentang bisnis sampingan Mickey kecuali keponakannya.
Dunia Mickey terdiri dari keluarga besar yang ramai, dikepalai oleh Dimple Kapadia. Dia berperan sebagai ibu yang keras namun perhatian. Keponakan perempuan (Inayat Verma) adalah anak bungsu dari keluarga. Adegannya dengan Ranbir sangat mengundang tawa.
Bro-romance antara Ranbir dan Anubhav Singh Bassi memiliki hubungan yang hangat. Kita langsung merasa relate dengan persahabatan mereka. Anubhav Singh Bassi berperan sebagai sahabat sekaligus mitra bisnis Mickey. Mickey percaya bahwa apa yang dia lakukan ini adalah seni.
Selama liburan, Mickey melihat Nisha Malhotra (Shraddha Kapoor). Hal-hal berubah secara tak terduga, dia terjebak untuk melakukan pekerjaan yang tidak ia harapkan. Nisha ingin putus dengan Mickey dan dia menghubunginya untuk meminta bantuan, tanpa mengetahui bahwa dia adalah orang yang sama dengan siapa dia mencoba untuk berpisah. Kisah selanjutnya adalah tentang mengapa Nisha ingin putus dengan Mickey dan apa yang akhirnya terjadi.
Film yang Asyik, Romantis dan Lucu
Skenario film Tu Jhoothi Main Makkaar ditulis oleh Rahul Mody dan Luv Ranjan, berkisah tentang seorang pria yang disewa untuk memutuskan sebuah hubungan asmara.
Ranbir Kapoor dan Shraddha Kapoor adalah pilihan pemeran yang sangat berani mengingat tidak ada yang dapat membayangkan keduanya dalam kisah seperti ini. Bagi Ranbir, ini adalah sebuah karakter yang sangat mudah karena ia telah berkarir dengan berbagai image playboy.
Sementara bagi Shraddha Kapoor, Ia membantu Ranbir memberikan lebih banyak warna pada kisah ini dengan tetap terlihat sangat glamor. Ia berjalan jauh keluar dari zona nyamannya.
Karakter Shraddha sebagai gadis yang berorientasi pada karier dan membutuhkan ruangnya sendiri dalam hidup. Ketakutannya tentang menyesuaikan diri dengan keluarga besar adalah sesuatu yang dapat dirasakan oleh banyak gadis.
Dimple Kapadia harus menjadi bagian terbaik dari film ini. 20 menit terakhir adalah kekacauan dan dialah yang membuat film ini begitu menyenangkan. Lelucon-leluconnya yang didukung oleh Boney Kapoor secara mengejutkan sangat lucu dan mengimbangi segala sesuatu yang menjadi kekurangan dari film ini.
Lagu Soundtrack yang sangat cocok.
Film romantis tidak akan terasa sempurna tanpa soundtrack yang cocok. Dan film ini berhasil mengatasinya. Lagu karya Pritam kembali tampil bersama Tu Jhoothi Main Makkar. Selain itu ada lagu-lagu asyik “Tere Pyaar Mein” dan “Pyaar Hota Kayi Baar Hai”.
“O Bedardeya” juga adalah lagu romantis yang penuh perasaan di mana rasa sakit dan kerentanan Mickey disampaikan dengan indah oleh Ranbir.
Singkatnya, Tu Jhoothi Main Makkar berhasil menghidupkan kembali genre komedi romantis. Meskipun ada beberapa plot hole di babak pertama, tetapi lebih banyak hal yang bisa dinikmati di sini.
Film Horor Indonesia berjudul “Makmum” akan tayang di Bioskop pada bulan Agustus ini. Film ini adalah adaptasi dari film pendek garapan Riza pahlevi yang sebelumnya tayang di Youtube. Bagaimanapun, film ini menggabungkan dua hal yang benar-benar dekat dengan kehidupan orang Indonesia yaitu “Horor dan Agama“. Sangat menarik apakah film ini akan mampu menampilkan story yang apik dan memuaskan para penontonnya.
Diperankan oleh Titi Kamal, Ali Syakieb dan Tissa Biani Film Makmun akan perdana tayang pada tanggal 15 Agustus 2019.
Detail Film Makmum
Produser Dheeraj Kalwani
Sutradara Hadrah Daeng Ratu
Penulis Alim Sudio, Vidya Talisa Ariestya, Riza Pahlevi
Pemeran Titi Kamal, Ali Syakieb, Tissa Biani
Tanggal edar Thursday, 15 August 2019
Warna Warna
Sinopsis Flm Makmum
Film ini mengambil seting cerita di sebuah asrama yang dihantui oleh sosok ghaib yang mereka sebut sebagai “Makmum“. Sosok ini senantiasa mengganggu para penghuni asrama, dan intensitasnya semakin kerap sejak Rini (Titi Kamal) kembali datang dan tinggal di asrama untuk merawat Bu Kinanti (Jajang C Noer) yang kesehatannya terus memburuk.
Sebaliknya dengan pemimpin asrama Rosa (Reny Yuliana), ia sama sekali tidak percaya dengan sosok ghaib tersebut dan menganggap hanyala rekaan tiga siswi: Nurul (Tissa Bianni), Nisa (Bianca Hello), Putri (Adila Fitri) yang saat itu sedang diperbolehkan keluar asrama pada masa liburan, karena hasil ujian mereka yang buruk.
Putri semakin sering kesurupan, membuat suasana semakin tidak karuan. Rini menyadari ada sesuatu yang tidak beres diantara semua kejadian ini. Ia mencoba membantu teman-temannya dan berusaha memecahkan misteri tersebut. Keputusannya tersebut, ternyata dapat mengancam jiwanya.
Sebuah film korea dengan latar belakang sejarah akan segera ditayangkan. Film ini tepatnya akan mengambil latar kisah pada zaman Goguryeo dan akan menampilkan pertempuran yang intens orang korea melawan pasukan Tiongkok. Pemeran utama “The Great Battle” adalah Jo In Sung, setelah sebelumnya Park Bo Gum dan Lee Byung Hun menolak untuk membintangi film ini. Sangat menarik untuk menonton kisah heroik dan melihat kiprah sutradara Kim Kwang Sik membesut film ini.
Movie: The Great Battle (English title) / Ansi Fortress (literal title)
Revised romanization: Ansisung
Hangul: 안시성
Director: Kim Kwang-Sik
Writer:
Producer:
Cinematographer:
Release Date: September, 2018
Runtime:
Distributor: Next Entertainment World
Language: Korean
Country: South Korea
Sinopis Film The Great Battle.
Pada 645, Yang Man-Chun (Zo In-Sung) dan tentara Goguryeo mempertahankan Benteng Ansi melawan setengah juta pasukan Tang yang menyerang.
Jet Li adalah salah satu legenda seni bela diri di dunia, film-filmnya telah mencapai kepopuleran yang luarbiasa selama lebih dari empat dekade. Dia membuat kungfu menjadi salah satu bentuk seni bela diri yang terkenal di dunia perfilman. Pertarungan jarak dekat yang memukau tanpa menggunakan efek CGI.
Jet Li Lahir pada tanggal 26 April 1963 di Beijing dan sejak tahun 2009 menjadi warga negara Singapura. Ia mulai berlatih wushu sejak usia delapan tahun di Beijing Sports and Exercise School. Pada saat ia berusia 11 tahun, Li telah mewakili Tiongkok di kompetisi wushu internasional. Namun, ia meninggalkan olahraga ini di usia remaja setelah memenangkan medali emas putra di kejuaraan nasional lima kali berturut-turut.
Sebelum berusia 20 tahun, Li meraih kesuksesan di dunia perfilman Hong Kong dengan film debutnya, Shaolin Temple. Sejak film tersebut ia terus memukau penonton dengan tampilan seni bela diri yang luar biasa di film dan mengukuhkan dirinya sebagai salah satu dari dua nama terbesar dalam genre ini, bersama dengan Jackie Chan.
Tidak seperti Chan, yang film-filmnya lebih banyak bergenre komedi, sebagian besar film Li sangat serius. Jet Li membuat film wuxia menjadi populer di dunia internasional selama karirnya. Wuxia adalah genre khusus yang berkisah tentang pahlawan seni bela diri legendaris dari Tiongkok kuno yang menampilkan kemampuan beladiri yang mumpuni. Berikut adalah daftar film Kungfu Jet Li yang sebaiknya kamu tonton.
Daftar Film Kungfu Jet Li
1. Shaolin Temple
Tanggal rilis: 21 Januari 1982
Disutradarai oleh: Chang Hsin-yen
Bintang lainnya: Yu Hai, Yu Chenghui, Ding Lan
Sinopsis: Berlatar belakang pada abad pertengahan Tiongkok, cerita ini mengisahkan Jue Yuan (Li) muda yang mencari perlindungan di Kuil Shaolin untuk mempelajari seni bela diri dan membalas kematian ayahnya di tangan seorang kaisar yang kejam. Semua orang di kuil menemukan diri mereka dalam bahaya ketika penguasa menyerangnya.
Film ini menandai debut Jet Li dan langsung melambungkannya menjadi bintang di Asia Timur. Dalam film ini ia masih memakai nama lahirnya, Li Lian-je. Setelah sukses besar, aktor ini mengubah namanya menjadi Jet Li.
Shaolin Temple secara luas dianggap sebagai film bersejarah karena merupakan film Hong Kong pertama yang mengambil lokasi shooting di Tiongkok Daratan dan film pertama yang mengambil lokasi syuting di Kuil Shaolin yang sebenarnya.
2. Once Upon a Time in China II
Tanggal rilis: 16 April 1992 (Hong Kong)/1 September 1993 (AS)
Disutradarai oleh: Tsui Hark
Bintang lainnya: Donnie Yen, Rosamund Kwan, Max Mok
Sinopsis: Sebuah kelompok tentara bayaran bernama White Lotus mengganggu kedamaian di Kanton (Guangzhou) pada tahun 1895, dengan menargetkan orang-orang Barat di kota tersebut. Ahli seni bela diri Wong Fei-hung (Li) dipaksa untuk melawan sekte tersebut dan juga seorang pejabat pemerintah setempat yang jahat bernama Komandan Lan (Yen) untuk melindungi kekasihnya yang berpakaian Eropa, Bibi ke-13 (Kwan), dan juga orang-orang Cina yang tidak bersalah yang terjebak dalam perselisihan politik.
Film ini merupakan film kedua dari franchise Once Upon a Time in China. Li memainkan peran utama dalam tiga film pertama dan film keenam. Namun Once Upon a Time in China II dipuji sebagai yang terbaik dari semuanya oleh para kritikus dan penggemar. Film ini meraih rating 93 persen di Rotten Tomatoes dan rating 7,3 bintang di IMDb. Apresiasi ini terutama karena alur cerita dan adegan seni bela diri yang mendebarkan, terutama adegan perkelahian antara Li dan Yen.
3. Fong Sai Yuk/The legend
Tanggal rilis: 4 Maret 1993 (Hong Kong)
Disutradarai oleh: Corey Yuen
Bintang lainnya: Josephine Siao, Michelle Reis, Vincent Zhao
Sinopsis: Fong Sai-Yuk (Li) adalah seorang seniman bela diri luar biasa yang terlibat dalam sebuah kompetisi untuk merebut hati Lui Ting-ting (Reis) yang cantik. Kisah mengarah ke hal lain dan Fong harus berjuang untuk melindungi orang tuanya dan cintanya dari para pejabat kaisar brutal Dinasti Qing.
Film ini juga dikenal sebagai The Legend, film aksi-komedi ini merupakan film pertama dari dua film yang dibintangi oleh Li sebagai Fong Sai-Yuk. Meskipun film kedua juga dirilis pada tahun yang sama dan disukai oleh para penggemar seni bela diri, film pertama menerima lebih banyak pujian kritis untuk cerita, penampilan, dan urutan aksinya yang memenangkan banyak penghargaan di Hong Kong dan Taiwan.
4. Tai Chi Master
Tanggal rilis: 18 November 1993 (Hong Kong)
Disutradarai oleh: Yuen Woo-ping
Bintang lainnya: Jet Li, Chin Siu-ho, Michelle Yeoh
Sinopsis: Dua sahabat (Li dan Chin) yang dilatih seni bela diri di Shaolin kemudian menemukan diri mereka berada di sisi yang berlawanan. Li berada di sisi dari pemberontak yang melawan gubernur otoriter. Sementara salah satu dari mereka termakan oleh nafsu akan kekuasaan dan kebrutalan. Li bergabung dengan Siu-lin (Yeoh) yang baik hati dan menemukan jurus Tai Chi yang dapat membantu melawan rezim.
Tai Chi Master adalah film pertama yang dibintangi Li bersama pemenang Academy Award, Michelle Yeoh. Meskipun Yeoh juga ikut berperan dalam film Li’s Fearless (2006) sebagai narator, namun baru setelah film Hollywood The Mummy: Tomb of the Dragon Emperor (2008) di mana keduanya membintangi peran utama.
5. Fist of Legend
Tanggal rilis: 22 Desember 1994
Disutradarai oleh: Gordon Chan
Bintang lainnya: Chin Siu-ho, Yasuaki Kurata, Shinobu Nakayama, Billy Chow, Paul Chun
Sinopsis: Seorang master seni bela diri Cina terbunuh dalam sebuah pertandingan melawan karateka Jepang di Shanghai yang diduduki Jepang pada tahun 1937. Murid sang guru, seorang siswa bernama Chen Zhen (Li), kemudian meninggalkan pelatihannya di Jepang untuk kembali ke Shanghai dan membalas dendam atas kematiannya, namun menemukan konspirasi yang lebih rumit.
Fist of Legend memiliki rating tertinggi di antara semua film Jet Li. Film ini merupakan remake dari Fist of Fury (1972) karya Bruce Lee, dengan plot yang sedikit berbeda.
6. Hero
Tanggal rilis: 24 Oktober 2002 (Shenzhen, Tiongkok)/27 Agustus 2004 (AS)
Disutradarai oleh: Zhang Yimou
Bintang lainnya: Tony Leung Chiu-wai, Maggie Cheung, Zhang Ziyi, Donnie Yen, Chen Daoming
Sinopsis: Seorang pejuang yang tidak disebutkan namanya (Li) diundang untuk bertemu dengan Raja Qin (Chen) setelah ia mengklaim telah membunuh tiga pembunuh yang kuat – Pedang Patah (Leung), Salju Terbang (Cheung) dan Langit Panjang (Yen) – yang ingin melenyapkan kaisar. Saat sang pejuang menceritakan kisahnya, sang Raja yang bijaksana mulai mempertanyakan keaslian klaimnya.
Film ini: Dipuji secara sebagai salah satu film seni bela diri terhebat yang pernah diproduksi, Hero menerima pujian yang luas tidak hanya untuk adegan aksi dan ceritanya, tetapi juga untuk sinematografinya yang luar biasa oleh Christopher Doyle.
Film ini dinominasikan dalam kategori film berbahasa asing terbaik di Golden Globes dan Academy Awards, setelah dirilis di Tiongkok. Sutradara dan produser film Amerika, Quentin Tarantino, memainkan peran utama dalam perilisan film ini di Amerika Serikat dengan meyakinkan Miramax dan menyetujui persyaratan mereka bahwa film ini akan dipasarkan sebagai film yang “dipersembahkan oleh” Tarantino.
7. Fearless
Tanggal rilis: 26 Januari 2006 (Hong Kong) / 22 September 2006 (AS)
Disutradarai oleh: Ronny Yu
Bintang lainnya: Dong Yong, Nakamura Shidō II, Sun Li
Sinopsis: Sebuah tragedi memaksa seorang ahli bela diri muda dan sombong, Huo Yuanjia, untuk mengasingkan diri di sebuah desa terpencil. Dalam perawatan seorang gadis desa yang buta, Yueci (Sun) dan neneknya, Huo belajar kerendahan hati dan kebutuhan untuk mengendalikan kekuatannya. Namun, ketika ia kembali ke kotanya sebagai seorang pria yang telah berubah, ia mendapati dirinya harus mempertahankan kehormatan Tiongkok di tengah-tengah masalah politik.
Film ini didasarkan pada kehidupan ikon seni bela diri Huo Yuanjia di dunia nyata, yang mendirikan Asosiasi Atletik Chin Woo di Shanghai dan dielu-elukan di Tiongkok hingga saat ini karena telah mengalahkan banyak petarung asing di awal tahun 1900-an untuk mempertahankan kehormatan nasional. Li adalah salah satu dari sekian banyak aktor yang pernah memerankan Huo. Untuk penampilannya, ia mendapatkan nominasi aktor terbaik pertamanya di Penghargaan Film Hong Kong yang bergengsi.
8. The Forbidden Kingdom
The Forbidden Kingdom
Tanggal rilis: 18 April 2008
Disutradarai oleh: Rob Minkoff
Bintang lainnya: Jackie Chan, Liu Yifei, Li Bingbing, Michael Angarano
Sinopsis: Jason (Angarano) adalah seorang remaja Amerika yang menyukai film kung fu. Suatu hari, ia secara tidak sengaja menemukan sebuah artefak di sebuah toko gadai yang membawanya ke Cina kuno. Dia menemukan dirinya bergabung dengan seorang pria bernama Lu Yan (Chan) dan seorang biksu pendiam (Li) dalam sebuah misi untuk membebaskan Sun Wukong atau Raja Kera yang dipenjara (juga Li).
The Forbidden Kingdom adalah salah satu film yang paling ditunggu-tunggu pada saat perilisannya karena merupakan film pertama yang dibintangi oleh Jackie Chan dan Jet Li. Film ini menerima ulasan positif dan diapresiasi oleh para penggemar, dengan pujian khusus untuk adegan aksi yang menampilkan dua legenda seni bela diri.
Jet Li adalah salah satu legenda seni bela diri di dunia, film-filmnya telah mencapai kepopuleran yang luarbiasa selama lebih dari empat dekade. Dia membuat...