Saat ini kita tengah berada fase “Revolusi Industri 4.0”, yang disadari atau tidak telah banyak mengubah cara bagaimana kita sebagai masyarakat melakukan kehidupan sehari-hari. Kini, kita dapat melakukan banyak hal hanya lewat genggaman. Gaya hidup digital mengubah kebiasaan konvensional menjadi serba mudah dan semakin efisien dari segi waktu juga biaya.

Tengok saja dari segi transportasi, kini kita dapat dengan mudah memesan layanan ride hailing untuk pergi kemanapun, saat ingin makan kita bisa memesan layanan order makanan online tanpa repot keluar rumah. Ketika traveling kini kita dengan mudah merencanakan hotel dan tiket tanpa repot menghubungi agen perjalanan. Dulu hal ini terasa sangat mustahil untuk dilakukan, tetapi nyatanya tekhnologi membuatnya menjadi mungkin dan merevolusi cara kita dengan signifikan.

Perubahan gaya hidup ini tak lepas dari hadirnya perusahaan – perusahaan tekhnologi yang menghadirkan inovasi tersebut. GO-Jek, Tokopedia, Bukalapak dan Traveloka adalah beberapa perusahaan tekhnologi tanah air yang sukses menjadi startup unicorn dan mampu memberikan pengalaman baru bagi setiap penggunanya.

Sebelumnya unicorn dikenal sebagai sebutan bagi kuda mitos yunani, tetapi kini istilah unicorn menjadi lebih dikenal sebagai sebutan bagi perusahaan rintisan yang memiliki valuasi lebih dari US$1 miliar. Valuasi startup adalah nilai ekonomi dari usaha yang dilakukan oleh suatu perusahaan rintisan. Valuasi ini kemudian dijadikan acuan untuk mengetahui seberapa besar potensi bisnis dari startup tersebut.

nexticorn
pemerintah support startup

Kehadiran startup ini memicu pertumbuhan industri kreatif di kalangan anak muda. Mereka kini tidak lagi terobsesi bekerja di balik meja, tetapi lebih menyukai pekerjaan berbau tekhnologi dan menjadi freelancer. Pekerjaan baru seperti content writer, tukang koding, desainer web, desainer grafis menjadi pekerjaan yang bisa dikerjakan dimanapun dengan mudah.

Dibandingkan dengan negara lain di asia tenggara, Indonesia memiliki jumlah startup unicorn yang lebih banyak. Hal ini menunjukan bahwa negara kita memiliki kemampuan yang sangat besar di bidang inovasi teknologi. Selain itu, jumlah penduduk yang banyak juga merupakan potensi market yang luar biasa untuk bisa berkembang.

Dengan dukungan pembangunan infrastruktur dari pemerintah seperti Palapa Ring, Last Mile, dan penetrasi internet yang semakin besar tidak menutup kemungkinan akan muncul startup unicorn lainnya di tanah air ini.