Ketika berlibur di Yogyakarta, sekarang banyak sekali wisatawan yang lebih memilih hotel bintang 3 di Yogyakarta. Hal ini di karenakan keamanan hotel pun juga di perhatikan. Kebanyakan dari wisatawan, memang lebih memilih referensi dari teman-teman yang sudah pernah berkunjung ke Yogyakarta. Selain itu, mereka juga memilih hotel yang sudah memiliki nama serta pengalaman.
Selain budget, lokasi, fasilitas juga perlu di perhatikan. Jangan sampai anda keteteran karena fasilitas yang kurang memadai. Sebelum anda berwisata, akan lebih baik anda melihat terlebih dahulu review-review hotel yang berada di Yogyakarta. Setelah itu anda bisa langsung memesan ke pihak hotel jauh-jauh hari, agar anda tidak kehabisan kamar. Beberapa hotel ternama yang berada di Yogyakarta adalah:
1. Hotel Ibis Styles, tarif Rp 700.000. Berlokasi di Jalan Dagen 109, Yogyakarta. Hotel ini memiliki akses yang sangat mudah untuk ke pusat kota. Dekat sekali dengan Dagen Street, Kartika Trekking, serta Bakpia Pathok 25.
2. Hotel Jayakarta, tarif 500.000. Jalan Laksda Adisucipto, Yogyakarta. Hotel ini sangat dekat dengan bandara Adi Sucipto Yogyakarta. Fasilitas dari hotel memang tidak perlu di ragukan lagi. Ada spa, balkon pribadi, mini bar, dan yang lainnya.
3. Hotel Duta Garden, tarif 650.000. Terletak di Timuran, Yogyakarta. Hotel ini menjadi favorit para wisatawan karena hotel ini terletak di desa, yang jauh dari keramaian kota.
4. Hotel Grand Tjokro, Tarif 500.000. Jl Pemuda Selatan. Dilengkapi oleh 54 kamar, hotel ini banyak sekali tersedia fasilitas. Hotel ini memang memiliki gaya tradisional yang sangat kental. Ornament-ornamen tradisional, sangat menambah kesan harmonis yang di berikan.
Itulah beberapa hotel bintang 3 di Yogyakarta yang memang banyak menjadi tujuan bagi wisatawan-wisatawan, wisatawan lokal maupun wisatawan mancanegara. Jangan lupa untuk menghitung budget yang akan anda keluarkan, agar tidak terjadi hal yang di inginkan nantinya. Catat pula tempat yang ingin anda kunjungi. Bila memungkinkan pesanlah hotel jauh-jauh hari, agar mendapatkan tarif kamar yang anda kehendaki tentunya.
Seafood menjadi salah satu makanan yang paling digemari oleh sebagian besar masyarakat termasuk masyarakat di Indonesia. Hal ini karena seafood sendiri memiliki kandungan yang sangat baik untuk tubuh. Ketika anda sedang berkunjung ke Depok, sempatkanlah untuk menikmati sajian kuliner makanan laut di beberapa rumah makan di Depok.
Rumah Lobster Depok
Sebenarnya, anda sudah tidak sulit lagi untuk menemukan rumah makan seafood ketika berada di Depok. Bahkan ada beberapa tempat makan seafood yang cukup populer dan bisa anda lihat di Traveloka Eats. Salah satunya adalah Rumah Lobster Depok. Restoran ini menjadi salah satu restoran seafood yang sangat populer. Hal ini tidak lain karena olahan masakan di tempat ini yang mampu membuat siapapun ingin mencicipinya kembali.
Bisa merasakan sajian makanan ala hotel bintang lima
Ada banyak alasan mengapa banyak pengunjung yang datang ke tempat ini, salah satunya anda bisa merasakan makanan ala hotel bintang lima yang lezat. Adapun beberapa menu andalan yang dimiliki oleh restoran ini yakni olahan masakan dari lobster yang berukuran sangat besar bahkan beberapa orang juga menyebutnya dengan lobster gajah. Hal ini bukan tanpa alasan, karena lobster dengan ukuran yang besar tersebut mencapai 2 kilogram.
Lobster memang menjadi salah satu makanan laut yang paling banyak digemari. Hal ini tidak lain karena manfaat yang dimilikinya. Adapun manfaat lobster untuk kesehatan diantaranya adalah dapat menambah vitamin dalam tubuh, sebagai sumber protein untuk membantu pembentukan gigi, tulang serta otot, mampu menstabilkan jantung karena adanya kandungan lemak omega-3 hingga bisa digunakan sebagai sumber energi.
Dari segudang manfaat yang dimiliki lobster tersebutlah, masyarakat tidak bisa menolak untuk mencicipinya. Apalagi semakin lengkap dipadukan dengan bumbu saus padang dan mozarella yang dijamin akan menggugah selera makan anda. Semua saus dan bumbu di tempat ini ternyata diracik sendiri sehingga mampu menghadirkan olahan rumahan yang sangat menggugah namun dengan rasa yang mewah.
Fasilitas di restoran
Fasilitas di restoran ini juga cukup lengkap. Dimana restoran ini akan menawarkan daya tampung hingga 48 kursi. Selain itu, suasana ruangan yang cozy akan membuat anda semakin nyaman untuk nongkrong dan berlama-lama disini.
Selain itu, desain interior yang ada di tempat ini juga cukup unik. Dimana anda akan menemukan mural di beberapa sudut ruangan. Mural tersebut menampilkan aneka macam lukisan binatang laut seperti lobster, kepiting, kerang, cumi dan masih banyak lagi. Mural tersebut biasanya digunakan untuk para anak mudah mengambil gambar. Karena memang ikon mural tersebut bisa menjadi latar belakang yang menarik untuk foto dan diunggah ke media sosial.
Tak hanya menyediakan olahan lobster
Rumah lobster ini tidak hanya menyediakan menu masakan yang terbuat dari lobster saja tetapi juga ada menu andalan lainnya yang bisa anda pilih seperti kerang, udang, dan cumi. Di tempat ini, anda akan dimanjakan dengan olahan masakan dengan cita rasa yang tinggi. Tak hanya makanan saja, berbagai macam minuman juga bisa menjadi pelipur dahaga anda.
Harga dari menu makanan dan minuman disini juga cukup terjangkau dimana untuk makanannya, ada bisa menyiapkan uang mulai dari 20 ribu rupiah. Sedangkan untuk minumannya, anda bisa menyiapkan uang mulai dari 4 ribu rupiah. Jika anda ingin lebih hemat maka anda juga bisa memilih paket laper yang disediakan di tempat ini. Untuk paket laper yang disediakan di tempat ini terdiri dari 5 pilihan yang masing-masing menawarkan menu masakan yang berbeda.
Lokasi rumah lobster
Jika anda ingin mampir ke Depok, anda bisa langsung datang ke Rumah Lobster yang berada tidak jauh dari Margo City yaitu di Jalan Margonda Raya Nomor 177c, Kemiri Muka, Beji, Kota Depok. Anda tidak akan kesulitan untuk menemukan restoran ini karena berada di jalan utama.
Selain mengunjungi tempat-tempat penting untuk berwisata di Depok, anda juga wajib untuk mengunjungi rumah makan Lobster Depok ini. Jika anda ingin mendapatkan informasi lebih lanjut, anda bisa membuka Traveloka Eats.
Selama ini orang lebih mengenal Lucy in the Sky sebagai tempat nongkrong anak-anak muda lengkap dengan dentuman musik yang memekakkan telinga. Tapi siapa sangka, dibalik citranya tersebut, cafe yang berada di kawasan Sudirman Jakarta ini merupakan pilihan wisata kuliner bagi warga Ibukota, khususnya di malam hari.
Cafe ini boleh dibilang cukup ramah. Meskipun disukai anak-anak muda sebagai tempat mangkal, namun sama sekali tidak ada kesan “urakan”. Banyak orang lebih memilih menu khas Lucy in the Sky, karena bisa sambil menikmati pemandangan kebun hijau di sekitar restoran.
Cafe Lucy in the Sky
Tidak salah jika warga Jakarta menjadikan cafe ini sebagai destinasi wisata kuliner di malam hari. Restoran ini menawarkan pesona keindahan yang sangat menarik untuk dikunjungi. Wahana wisata di cafe ini juga cocok untuk mengisi liburan kamu.
Nuansa pemandangan yang indah di tengah Ibukota, suasananya yang hangat dan nyaman, serta sajian menu makanannya yang menggoda selera, menjadikan cafe ala Barat ini makin digandrungi kawula muda. Berikut review selengkapnya.
1. Daya Tarik
Yang menjadi daya tarik dari cafe ini adalah konsepnya yang cukup unik. Cafe & Bar ini tidak hanya menawarkan sajian menu istimewa, namun juga menawarkan wahana wisata malam hari. Layak, jika Lucy in the Sky menjadi salah satu rooftop bar paling populer di Jakarta.
Cafe ini menjadi tempat favorit untuk nongkrong anak gaul dan kaum milenial di Jakarta karena menyuguhkan live music yang seru. Spot wisata ini juga dikenal hanya untuk kalangan terbatas, karena tempat dan sajian menunya yang cukup mewah dan mahal.
Desain interiornya juga membuat pengunjung makin betah nongkrong di cafe yang mengusung konsep green house ini. Suasananya pun lebih adem, karena cafe ala resto ini didesain layaknya sebuah garden party. Kamu pun akan merasakan seperti di sebuah taman dengan tanaman hijau di sekitar cafe.
Bagi yang ingin menikmati pemandangan kota di malam hari, disediakan bar panjang dengan kursi dan deretan sofa. Untuk kamu yang ingin mengambil gambar city view, sebaiknya ambil tempat duduk di pinggiran rooftop.
Selain mengambil foto, pengunjung bisa lebih santai sambil menikmati makanan dan minuman yang dipesan. Di pinggiran rooftop, kamu bisa melihat alam terbuka, memandang langit dengan gedung-gedung pencakar langit yang tegak berdiri.
2. Fasilitas
Fasilitas di Lucy in the Sky Jakarta cukup lengkap, mulai area parkir kendaraan yang luas serta kamar mandi dan toilet yang bersih. Bagi pengunjung yang ingin bersantai sejenak juga disiapkan tempat untuk istirahat. Di dalam juga disediakan lantai dansa, area merokok, dan live music.
3. Daftar & Harga Menu
Restoran ini menyediakan aneka menu khas dan unik. Untuk kamu yang ingin mencoba menu unik di Lucy in the Sky, dapat memesan nasi jeruk dan sop buntut. Bagi yang suka menu ala Barat, layak dicoba rasanya Spicy Sunbathing Prawn, Pork Belly, Beef Short Ribs dan Bone Marrow Rice.
Untuk menu yang lain, kamu dapat pula mencicipi lezatnya banana cake yang dipadukan dengan potongan nanas, walnut, dan cream cheese. Untuk harganya rata-rata dibanderol Rp400.000 untuk 2 orang. Sedangkan harga 1 botol bir sekitar Rp70.000.
4. Lokasi & Jam Buka
Lokasi Lucy in the Sky berada di kawasan SCBD, Jl. Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta. Untuk sampai ke lokasi cafe juga mudah. Kamu bisa menggunakan kendaraan pribadi, taksi atau bisa pakai busway. Cafe ini dibuka setiap hari, mulai 16.00 WIB – 01.00 WIB.
Untuk kamu yang suka dunia malam, nongkrong di Lucy in the Sky layak dicoba. Suasana cafe yang environmentally friendly justru menjadi keunikan tersendiri dan banyak disukai banyak kalangan. Penasaran? Segera reservasi untuk membuktikannya.
Jika dirawat, ia akan menjadi sahabat, namun kalau dirusak, ia akan berbalik merugikan. Begitulah peran lahan gambut bagi kita umat manusia. Oleh karena itu, sudah seharusnya kita selalu menjaganya dengan baik. Inilah yang kini tengah dilakukan olehRoyal Golden Eagle (RGE) dengan mencanangkan program Restorasi Ekosistem Riau (RER).
Lahan gambut ternyata memiliki peran yang sangat signifikan bagi kelangsungan hidup manusia. Area ini bisa menjadi cadangan air yang berlimpah. Bayangkan saja, jika masih berfungsi normal dan belum rusak, lahan gambut mampu menyimpan air antara 0,8 hingga 0,9 m3/m3. Bukan hanya itu, lahan gambut diketahui sangat berpengaruh terhadap keseimbangan iklim. Area unik ini bisa menyimpan karbon. Namun, jika rusak akibat kebakaran misalnya, hal yang terjadi sebaliknya. Karbon akan mereka lepaskan ke udara. Dampaknya fatal. Efek rumah kaca semakin meningkat dan mendorong suhu bumi terus naik.
Royal Golden Eagle tahu persis hal tersebut. Maka, mereka rela menggulirkan RER yang sejatinya tidak mudah dilakukan. Maklum saja, selain kedua peran tersebut, lahan gambut diketahui menyimpan keanakeragaman hayati yang luar biasa dan menjadi habitat alami beragam flora serta fauna. Berbagai alasan itu sudah cukup untuk membuat grup yang dulu bernama Raja Garuda Mas tersebut segera mengambil langkah strategis. Patut diketahui, oleh pendirinya, Sukanto Tanoto, RGE diharapkan untuk ikut aktif dalam menjaga keseimbangan iklim. Hal itu bahkan digariskannya sebagai prinsip kerja di semua unit usaha Royal Golden Eagle. Langkah RGE ini terbilang unik. Pasalnya, sebagai grup yang memanfaatkan sumber daya alam, perusahaan seperti Royal Golden Eagle ini sering dianggap tidak memerhatikan kelestarian alam. Namun, kenyataan yang terjadi sebaliknya. RER yang mereka gagas adalah bukti nyatanya.
Korporasi yang dulu bernama awal Raja Garuda Mas ini mulai mencanangkan RER pada 2013. Mereka bekerja sama dengan sejumlah pihak seperti Flora & Fauna International, Bidara, dan The Nature Conservancy untuk menjalankannya. Sejumlah institusi tersebut dipilih oleh RGE karena dinilai kompeten dalam perlindungan dan pelestarian alam. Pada dasarnya, RER merupakan upaya perlindungan dan perbaikan area lahan gambut yang sudah rusak. RGE secara khusus memfokusnya di salah satu hutan gambut terluas di Asia Tenggara yang terletak di Semenanjung Kampar dan Pulau Padang yang ada di Provinsi Riau. Luas area yang direstorasi oleh RGE juga sangat luas. Mereka menangani lahan seluas 150 ribu hektare. Melalui program RER, area yang perannya sudah menurun tersebut hendak dipulihkan seperti sedia kala.
RGE mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Indonesia dalam melaksanakan RER. Mereka mendapat izin restorasi ekosistem di sana selama 60 tahun dari Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup. Kurun waktu tersebut hendak dimanfaatkan secara maksimal oleh Royal Golden Eagle untuk memulihkan fungsi dan peran lahan gambut di sana. Supaya proses pemulihan hutan gambut di Semenanjung Kampar dan Pulau Padang berjalan dengan baik, RGE melakukan empat tahap di dalam RER. Pertama mereka melakukan perlindungan terlebih dulu. Areanya dijaga dari ancaman tangan-tangan tak bertanggung jawab yang kerap menjadi perusak hutan.
Dalam hal ini, peran Royal Golden Eagle dalam melindungi kelestarian alam kian kentara. Sebab, seiring dengan proses restorasi, dalam RER, RGE juga melakukan konservasi terhadap 400 ribu area hutan gambut lainnya. Selanjutnya, RGE melakukan riset dan penelitian. Hal ini menjadi modal dalam melakukan tindakan selanjutnya di dalam RER yakni proses restorasi. Ini yang tidak mudah dilakukan. Butuh kesabaran ekstra dan kerja keras dalam mengembalikan fungsi dan peran hutan yang sudah menurun.
Adapun tahap terakhir adalah pengelolaan lahan. Ini juga butuh komitmen dan keseriusan. Pasalnya, tidak mudah untuk mengelola lahan gambut. Ambil contoh tentang pengaturan air. Lahan ini tidak boleh kering supaya tidak mudah terbakar sehingga aliran air harus terus-menerus dipantau tanpa henti.
Akan tetapi, Royal Golden Eagle memang sudah berkomitmen untuk mengembalikan peran dan fungsi lahan gambut di Semenanjung Kampar seperti sedia kala. Mereka membuktikannya dengan mengucurkan investasi sebesar 100 juta dollar Amerika Serikat selama sepuluh tahun ke depan untuk pelaksanaan RER sejak 2015. Royal Golden Eagle mengikuti ajang konferensi tingkat tinggi dalam perlindungan alam dunia, COP21 di Paris, Prancis, pada Desember 2015 lalu. Di hadapan pihak-pihak yang berkiprah dalam perlindungan alam dunia, RGE menandaskan komitmennya.
“Komitmen ini menggambarkan bahwa pihak swasta juga memiliki andil secara nyata, bukan hanya ikrar, tapi dengan benar-benar menunjukkan hasil,” kata Managing Director APRIL Group Indonesia, Tony Wenas, seperti dikutip dari Berita Satu.
RGE bertekad melakukannya karena tahu persis kondisi lahan gambut. Area ini merupakan kawasan yang “sensitif” sehingga sangat membutuhkan perlindungan. Secara khusus, lahan gambut di Semenanjung Kampar tersebut juga menjadi habitat sejumlah fauna yang keberadaannya terancam. Lihat saja di sana ditemukan Macan Sumatera, Beruang Madu, dan sejumlah spesies kucing hutan yang langka.
Sejak mulai dilakukan hingga sekarang, dampak positif RER mulai terlihat. Area tersebut bebas dari kebakaran. Padahal, pada tahun 2015 terjadi musim kering yang parah di kawasan Asia Tenggara.
Selain itu, kawasan terlindungi yang seluas enam kali Singapura tersebut mulai “hidup” kembali. Hal tersebut tergambar dari penemuan sejumlah fauna langka yang terekam kamera jebakan pengelola RER. Ini menandakan fungsi dan peran kawasan Semenanjung Kampar sebagai habitat alami sejumlah fauna perlahan-lahan mulai kembali normal.
Hasil menggembirakan tersebut semakin menambah semangat RGE untuk melaksanakan RER. Menurut Direktur Royal Golden Eagle, Anderson Tanoto, langkah yang diambil pihaknya ini merupakan perwujudan nyata dari prinsip kerja perusahaan. Royal Golden Eagle ingin memberi manfaat kepada pihak lain khusus masyarakat dan negara. Bersamaan dengan itu, RGE juga berkiprah aktif dalam perlindungan iklim.
“Kami terus belajar dari pengalaman dan mengembangkan pendekatan demi memberikan manfaat bagi lingkungan, kesempatan ekonomi melalui kesempatan kerja dan pembangunan infrastruktur, sekaligus memberikan faedah bagi masyarakat lokal,” tutur Anderson Tanoto di Berita Satu.
Agar RER bisa berjalan sukses, RGE menggandeng masyarakat sekitar. Mereka tahu persis peran warga lokal akan sangat signifikan dalam perlindungan alam. Oleh karena itu, RER juga melibatkan warga setempat yang berdomisili di sekitar Semenanjung Kampar dan Pulau Padang.
Ada sejumlah langkah yang dilakuan oleh RGE. Grup yang dulu pernah bernama Raja Garuda Mas ini memastikan terjaganya praktik tradisional dalam kegiatan memancing ikan dan mengumpulkan madu. Selain itu, mereka juga menciptakan sumber penghasilan dan kegiatan bisnis skala kecil. Hal ini penting karena tuntutan ekonomi kerap menjadi pendorong pemanfaatan hutan secara tidak bertanggung jawab.
Tak kalah penting juga RGE aktif melakukan pendidikan supaya masyarakat memahami pentingnya upaya konservasi dan perlindungan keanekaragaman hayati. Hal itu dibarengi dengan beragam upaya peningkatan ekonomi lokal sebagai bukti bahwa kegiatan konservasi mampu menciptakan kesejahteraan.
Diharapkan semua kegiatan yang dilakukan Royal Golden Eagle dalam RER mampu berjalan maksimal. Sebab, hasilnya tidak hanya dinikmati oleh warga sekitar maupun RGE. Semua rakyat Indonesia akan menikmati buahnya karena keseimbangan iklim ikut terjaga seiring fungsi dan peran lahan gambut yang membaik.
Jet Li adalah salah satu legenda seni bela diri di dunia, film-filmnya telah mencapai kepopuleran yang luarbiasa selama lebih dari empat dekade. Dia membuat...