Traveling

Beranda Traveling Halaman 4

Royal Golden Eagle Selamatkan Lahan Gambut Dengan RER

0
Source: Aprildialog.com

Jika dirawat, ia akan menjadi sahabat, namun kalau dirusak, ia akan berbalik merugikan. Begitulah peran lahan gambut bagi kita umat manusia. Oleh karena itu, sudah seharusnya kita selalu menjaganya dengan baik. Inilah yang kini tengah dilakukan oleh Royal Golden Eagle (RGE) dengan mencanangkan program Restorasi Ekosistem Riau (RER).

Lahan gambut ternyata memiliki peran yang sangat signifikan bagi kelangsungan hidup manusia. Area ini bisa menjadi cadangan air yang berlimpah. Bayangkan saja, jika masih berfungsi normal dan belum rusak, lahan gambut mampu menyimpan air antara 0,8 hingga 0,9 m3/m3. Bukan hanya itu, lahan gambut diketahui sangat berpengaruh terhadap keseimbangan iklim. Area unik ini bisa menyimpan karbon. Namun, jika rusak akibat kebakaran misalnya, hal yang terjadi sebaliknya. Karbon akan mereka lepaskan ke udara. Dampaknya fatal. Efek rumah kaca semakin meningkat dan mendorong suhu bumi terus naik.

Royal Golden Eagle tahu persis hal tersebut. Maka, mereka rela menggulirkan RER yang sejatinya tidak mudah dilakukan. Maklum saja, selain kedua peran tersebut, lahan gambut diketahui menyimpan keanakeragaman hayati yang luar biasa dan menjadi habitat alami beragam flora serta fauna. Berbagai alasan itu sudah cukup untuk membuat grup yang dulu bernama Raja Garuda Mas tersebut segera mengambil langkah strategis. Patut diketahui, oleh pendirinya, Sukanto Tanoto, RGE diharapkan untuk ikut aktif dalam menjaga keseimbangan iklim.  Hal itu bahkan digariskannya sebagai prinsip kerja di semua unit usaha Royal Golden Eagle. Langkah RGE ini terbilang unik. Pasalnya, sebagai grup yang memanfaatkan sumber daya alam, perusahaan seperti Royal Golden Eagle ini sering dianggap tidak memerhatikan kelestarian alam. Namun, kenyataan yang terjadi sebaliknya. RER yang mereka gagas adalah bukti nyatanya.

Korporasi yang dulu bernama awal Raja Garuda Mas ini mulai mencanangkan RER pada 2013. Mereka bekerja sama dengan sejumlah pihak seperti Flora & Fauna International, Bidara, dan The Nature Conservancy untuk menjalankannya. Sejumlah institusi tersebut dipilih oleh RGE karena dinilai kompeten dalam perlindungan dan pelestarian alam. Pada dasarnya, RER merupakan upaya perlindungan dan perbaikan area lahan gambut yang sudah rusak. RGE secara khusus memfokusnya di salah satu hutan gambut terluas di Asia Tenggara yang terletak di Semenanjung Kampar dan Pulau Padang yang ada di Provinsi Riau. Luas area yang direstorasi oleh RGE juga sangat luas. Mereka menangani lahan seluas 150 ribu hektare. Melalui program RER, area yang perannya sudah menurun tersebut hendak dipulihkan seperti sedia kala.

RGE mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Indonesia dalam melaksanakan RER. Mereka mendapat izin restorasi ekosistem di sana selama 60 tahun dari Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup. Kurun waktu tersebut hendak dimanfaatkan secara maksimal oleh Royal Golden Eagle untuk memulihkan fungsi dan peran lahan gambut di sana. Supaya proses pemulihan hutan gambut di Semenanjung Kampar dan Pulau Padang berjalan dengan baik, RGE melakukan empat tahap di dalam RER. Pertama mereka melakukan perlindungan terlebih dulu. Areanya dijaga dari ancaman tangan-tangan tak bertanggung jawab yang kerap menjadi perusak hutan.

Dalam hal ini, peran Royal Golden Eagle dalam melindungi kelestarian alam kian kentara. Sebab, seiring dengan proses restorasi, dalam RER, RGE juga melakukan konservasi terhadap 400 ribu area hutan gambut lainnya. Selanjutnya, RGE melakukan riset dan penelitian. Hal ini menjadi modal dalam melakukan tindakan selanjutnya di dalam RER yakni proses restorasi. Ini yang tidak mudah dilakukan. Butuh kesabaran ekstra dan kerja keras dalam mengembalikan fungsi dan peran hutan yang sudah menurun.

Adapun tahap terakhir adalah pengelolaan lahan. Ini juga butuh komitmen dan keseriusan. Pasalnya, tidak mudah untuk mengelola lahan gambut. Ambil contoh tentang pengaturan air. Lahan ini tidak boleh kering supaya tidak mudah terbakar sehingga aliran air harus terus-menerus dipantau tanpa henti.

KESERIUSAN RGE

Source: Berita Satu

Akan tetapi, Royal Golden Eagle memang sudah berkomitmen untuk mengembalikan peran dan fungsi lahan gambut di Semenanjung Kampar seperti sedia kala. Mereka membuktikannya dengan mengucurkan investasi sebesar 100 juta dollar Amerika Serikat selama sepuluh tahun ke depan untuk pelaksanaan RER sejak 2015. Royal Golden Eagle mengikuti ajang konferensi tingkat tinggi dalam perlindungan alam dunia, COP21 di Paris, Prancis, pada Desember 2015 lalu. Di hadapan pihak-pihak yang berkiprah dalam perlindungan alam dunia, RGE menandaskan komitmennya.

“Komitmen ini menggambarkan bahwa pihak swasta juga memiliki andil secara nyata, bukan hanya ikrar, tapi dengan benar-benar menunjukkan hasil,” kata Managing Director APRIL Group Indonesia, Tony Wenas, seperti dikutip dari Berita Satu.

RGE bertekad melakukannya karena tahu persis kondisi lahan gambut. Area ini merupakan kawasan yang “sensitif” sehingga sangat membutuhkan perlindungan. Secara khusus, lahan gambut di Semenanjung Kampar tersebut juga menjadi habitat sejumlah fauna yang keberadaannya terancam. Lihat saja di sana ditemukan Macan Sumatera, Beruang Madu, dan sejumlah spesies kucing hutan yang langka.

Sejak mulai dilakukan hingga sekarang, dampak positif RER mulai terlihat. Area tersebut bebas dari kebakaran. Padahal, pada tahun 2015 terjadi musim kering yang parah di kawasan Asia Tenggara.

Selain itu, kawasan terlindungi yang seluas enam kali Singapura tersebut mulai “hidup” kembali. Hal tersebut tergambar dari penemuan sejumlah fauna langka yang terekam kamera jebakan pengelola RER. Ini menandakan fungsi dan peran kawasan Semenanjung Kampar sebagai habitat alami sejumlah fauna perlahan-lahan mulai kembali normal.

Hasil menggembirakan tersebut semakin menambah semangat RGE untuk melaksanakan RER. Menurut Direktur Royal Golden Eagle, Anderson Tanoto, langkah yang diambil pihaknya ini merupakan perwujudan nyata dari prinsip kerja perusahaan. Royal Golden Eagle ingin memberi manfaat kepada pihak lain khusus masyarakat dan negara. Bersamaan dengan itu, RGE juga berkiprah aktif dalam perlindungan iklim.

“Kami terus belajar dari pengalaman dan mengembangkan pendekatan demi memberikan manfaat bagi lingkungan, kesempatan ekonomi melalui kesempatan kerja dan pembangunan infrastruktur, sekaligus memberikan faedah bagi masyarakat lokal,” tutur Anderson Tanoto di Berita Satu.

Agar RER bisa berjalan sukses, RGE menggandeng masyarakat sekitar. Mereka tahu persis peran warga lokal akan sangat signifikan dalam perlindungan alam. Oleh karena itu, RER juga melibatkan warga setempat yang berdomisili di sekitar Semenanjung Kampar dan Pulau Padang.

Ada sejumlah langkah yang dilakuan oleh RGE. Grup yang dulu pernah bernama Raja Garuda Mas ini memastikan terjaganya praktik tradisional dalam kegiatan memancing ikan dan mengumpulkan madu. Selain itu, mereka juga menciptakan sumber penghasilan dan kegiatan bisnis skala kecil. Hal ini penting karena tuntutan ekonomi kerap menjadi pendorong pemanfaatan hutan secara tidak bertanggung jawab.

Tak kalah penting juga RGE aktif melakukan pendidikan supaya masyarakat memahami pentingnya upaya konservasi dan perlindungan keanekaragaman hayati. Hal itu dibarengi dengan beragam upaya peningkatan ekonomi lokal sebagai bukti bahwa kegiatan konservasi mampu menciptakan kesejahteraan.

Diharapkan semua kegiatan yang dilakukan Royal Golden Eagle dalam RER mampu berjalan maksimal. Sebab, hasilnya tidak hanya dinikmati oleh warga sekitar maupun RGE. Semua rakyat Indonesia akan menikmati buahnya karena keseimbangan iklim ikut terjaga seiring fungsi dan peran lahan gambut yang membaik.

Jelajah Malam Bandung, dan Ketemu Hantu di Jalan Asia-Afrika

0
hantu asia afrika
hantu asia afrika

Wisata ke Bandung kali ini tidak saya rencanakan dengan sungguh-sungguh, hanya terjadi begitu saja karena menghadiri acara gathering salah satu brand smartphone di kota ini. Acaranya sendiri berakhir jam 8 malam, dan rasanya sayang melewatkan suasana malam Kota Bandung dengan begitu saja. Maka kemudian saya putuskan untuk menuju Alun-alun kota Bandung, beruntung tempat acara tidak terlalu jauh dari Alun-alun hingga bisa dengan mudah dicapai. Tiba disana suasana sudah begitu ramai, banyak anak kecil bermain bola, keluarga yang duduk-duduk di rumput sintetis, rombongan tour dengan seragam yang sama, hingga para pedagang yang tak henti menawarkan dagangannya ke setiap pengunjung yang datang. Walaupun ini bukan hari weekend, pengunjung tetap datang silih berganti. Setelah puas berkeliling, dari Alun-alun berjalan sedikit ke arah Jalan Asia Afrika, disini ada beberapa spot foto yang menarik.

Salah satunya adalah Hantu Asia Afrika Bandung yang telah terkenal dan menjadi ikon yang unik bagi para wisatawan. Disini kita bisa melihat hantu-hantu legendaris seperti valak, pocong, suster ngesot, genderuwo, serta kuntilanak. Paduan gedung tua dan hantu tersebut menimbulkan perasaan antara horor dan penasaran, tetapi nyatanya banyak wisatawan yang justru tertarik untuk berselfie ria dengan si hantu. Para Hantu ini adalah anak muda kreatif bandung yang tergabung dalam komunitas yang kemudian menyuguhkan atraksi dengan kostum unik disekitaran jalan Asia-Afrika.

Dari sana saya berjalan lagi ke arah Gedung Merdeka, tempat terciptanya Dasa Sila Bandung yang menjadi pedoman bangsa-bangsa terjajah dalam berjuang memperoleh kemerdekaan. Melihat bangunan tua Museum Asia-Afrika, berlanjut jalan hingga ke Hotel Savoy Homan, Belok ke Jalan Braga yang legendaris. Suasana vintage dari banguan yang ada disini dengan segala perjalanan sejarahnya, membuat menyusuri jalanan ini dimalam hari terasa romantis. Dan bagi para penyuka photography pastinya akan betah, karena sangat cocok untuk hunting street photography, dan pada akhirnya sayapun asyik jeprat-jepret hingga waktu tidak terasa semakin malam.

Menikmati bandung dengan waktu yang terbatas rasanya memang sedikit disesalkan, karena kota ini memiliki banyak tempat wisata yang sayang untuk dilewatkan. Belum lagi tempat-tempat kulineran legendaris yang betul-betul harus dicoba saat berada di Bandung. Jadi, bagi para pembaca yang mau ke Bandung lebih baik rencanakan dengan matang, dan susun itenary perjalanan dengan baik agar bisa menikmati kota ini seutuhnya. Jangan khawatir, fasilitas akomodasi selama di Bandung sudah sangat lengkap, banyak hotel berbintang hingga hotel budget dapat ditemukan dnegan mudah disini.

Wisatawan domestik maupun mancanegara jangan ragu untuk pergi ke Bandung. Bagi yang menggunakan pesawat dan ingin menggunakan transportasi yang nyaman serta tepat waktu dari bandara, maka bisa memilih layanan Golden Bird. Layanan lengkap dengan berbagai tipe mobil yang bisa dipilih seperti Avanza, Inova, Camry, dan Alphard. Golden bird bandung siap mengantar ke berbagai destinasi populer di Bandung dengan tarif final yang sudah termasuk biaya tol, parkir dan pajak. Menariknya lagi, jika penerbangan tertunda, golden bird akan menunggu sehingga kita dipastikan untuk naik dan diantarkan ke tempat tujuan. Sekarang memesan Golden Bird bisa dilakukan dengan aplikasi traveloka sehingga lebih mudah.

Jadi tidak ada alasan untuk menunda liburan ke Bandung nih, yuk pilih tanggal yang tepat untuk mengeksplorasi kota ini. Memang benar sekali quotes yang terpampang di salah satu sudut kota “Bumi Pasundan Lahir ketika Tuhan sedang Tersenyum”. Bandung adalah kota yang selalu dirindukan untuk dikunjungi lagi dan lagi, pesona tempat wisatanya yang asyik ditambah kulinernya yang beragam membuatnya cocok untuk melepas penat. Yuk wisata ke bandung !.

Keunikan dan Nilai Lebih Hotel California Bandung

0

Menginap di Hotel California Bandung bisa membantu Anda menikmati kunjungan wisata dengan istirahat yang maksimal. Hotel satu ini merupakan hotel yang banyak dipilih oleh para wisatawan yang berkunjung ke Bandung. Hal ini tentu saja tidak terlepas dari banyaknya kelebihan maupun nilai keunikan yang dimiliki. Bandung yang kaya pilihan hotel memberikan keleluasaan bagi Anda dalam menentukan pilihan yang sesuai dengan kebutuhan. Adapun keunikan atau kelebihan yang disuguhkan oleh hotel satu ini adalah:


1.    Kamar yang tergolong “wah”

Memesan sebuah kamar di hotel dengan biaya minimal kadang sejalan dengan fasilitas yang ada dalam kamar tersebut. Hal inilah yang membuat banyak orang enggan memilih hotel yang murah sebagai tempat melepaskan penat. Namun jika memilih hotel California Anda akan berkesempatan menikmati sebuah kamar dengan harga merakyat. Namun tetap menyediakan sebuah kamar dengan fasilitas yang memanjakan kalangan borjuis. Kamar yang “wah” ini tidak terlepas dari fasilitas standart maupun tambahan yang diberikan pihak hotel.

2.    Makanan yang tersaji memanjakan lidah
Pergi berlibur membuat Kita kesulitan menemukan tempat makan yang pas di lidah sekaligus pas di kantong. Menginap di Hotel California akan meminimalkan resiko Anda makan di tempat yang keliru, keliru variasi menu maupun harganya. Sebab hotel satu ini menyediakan berbagai variant menu yang siap memanjakan indra pengecap Anda. Hal ini menjadikan kegiatan wisata kuliner tidak harus meninggalkan hotel tempat Anda menginap. Anda pun bisa memesan layanan antar makanan ke kamar yang Anda tempati, sehingga lebih praktis.

3.    Pelayanan yang baik
Sangat sedikit hotel terjangkau memberikan pelayanan yang profesional dan mengedepankan kepuasan pengunjung hotel. Hotel California termasuk dalam daftar tersebut, dimana memberikan pelayanan yang baik namun tetap dengan tarif yang ramah di kantong. Pelayanan ramah bisa Anda rasakan sejak pertama berkunjung ke meja resepsionis yang melayani selama 24 jam. Layanan di restoran, fasilitas umum hotel, dan di berbagai kesempatan. Kondisi di Hotel California Bandung juga sangat bersih sehingga nyaman saat datang ke hotel ini.

Traveling ke Tasikmalaya, Ini Destinasi Wisata yang Bisa Kamu Datangi

0
traveling tasikmalaya
traveling tasikmalaya

Tasikmalaya adalah kota yang sangat dinamis di Jawa Barat. Kota yang memiliki julukan sebagai “mutiara priangan timur” ini diberkahi alam yang indah sehingga memiliki berbagai destinasi wisata yang menarik. Mulai dari pegunungan, hingga pantai bisa kita temukan di Tasikmalaya. Bahkan tidak hanya itu, wisata belanja dan budaya juga bisa kita temukan disini.

Bagi kamu yang sedang berkunjung ke Tasikmalaya, inilah dia destinasi wisata yang harus kamu kunjungi.

Destinasi wisata di Tasikmalaya.

Gunung Galunggung

Salah satu destinasi wisata unggulan Tasikmalaya adalah gunung Galunggung. Jaraknya hanya sekitar 20 kilometer dari pusat kota Tasik, akses jalannya sudah cukup baik sehingga bagi para wisatawan yang mau datang tidak perlu khawatir. Disini kita bisa naik ke atas kawah Gunung Galunggung dan menikmati view kota Tasik dari atas ketinggian. Namun yang perlu diperhatikan adalah persiapkan fisik, karena untuk bisa ke puncak kita harus menapaki ratusan anak tangga yang curam.

Ada dua tangga yang bisa dipilih, yakni tangga kuning berjumlah 620 tangga dan tangga biru berjumlah 512 tangga. Walaupun tangga biru lebih sedikiti memiliki anak tangga, tetapi ternyata kecuramannya bisa dibilang ekstrim. Saya sendiri ketika menaiki tangga ini cukup kerepotan dan terengah-engah bahkan beberapa kali berhenti untuk mengambil nafas. Setelah berada di puncak rasanya sangat lega dan melihat pemandangan yang luas ke arah kota Tasik.

Selepas naik ke kawah, jangan langsung pulang tetapi mampir dahulu ke pemandian air panas yang berada di bagian bawah destinasi wisata ini. Berendam dan relaksasi sejenak akan kembali menyegarkan tubuh. Ada beberapa pilihan kolam rendam, bahkan ada yang berbentuk kamar mandi privat.

tangga biru galunggung
tangga biru galunggung

Waktu terbaik untuk berkunjung adalah pada gelaran agenda wisata tahunan bertajuk “Memories of Galunggung“, sebuah acara yang dimaksudkan untuk memperingati kejadian meletusnya gunung ini pada tahun 1982. Berbagai kegiatan menarik digelar mulai dari Glamping, Festival Budaya, hingga Galunggung Coffeecamp yang pastinya akan seru untuk di ikuti. Dan pada 2019 ini sepertinya ada penataan yang sedang dilakukan, dan semoga kedepannya Galunggung semakin menarik untuk dikunjungi.

Karang Resik

Karang Resik adalah destinasi wisata yang sudah cukup melegenda di Tasikmalaya, terkenal di era 90an dan sempat tenggelam di sekitar tahun 2000an kini Karang Resik kembali dengan konsep lebih modern dan kekinian. Dibangun spot-spot foto instagenik untuk menarik pengunjung milenial. Selain ity Taman wisata seluas 32 hektar ini juga dilengkapi dengan sejumlah wahana seperti wisata air, museum 3D, rumah pohon, farm house, flying fox melintasi Sungai Citanduy, bahkan agro wisata.

Karang resik cocok bagi tempat destinasi wisata keluarga, tiket masuknya hanya 15ribu rupiah dan letaknya tidak jauh dari pusat kota Tasik.

Pantai di Tasikmalaya

Tasikmalaya memiliki garis pantai yang eksotik, namun sayang belum banyak dikembangkan secara serius oleh pemerintah setempat. Setidaknya terdapat beberapa pantai yang terletak disini mulai dari Cipatujah, Sindangkerta dan Pantai Karang Tawulan. Susananya masih cukup sepi dan tidak banyak pengunjung, tiket masuk juga sangat terjangkau. Namun untuk mencapainya dari pusat kota Tasik membutuhkan waktu yang cukup lama, yakni sekitar 2 jam lebih dengan jarak sekitar 71 kilometer.

Di pantai ini kita bisa menikmati pantai yang indah dengan debur ombak yang berkejaran. Jika perut keroncongan, terdapat warung yang menyediakan sajian seafood yang akan terasa cocok sambil menikmati pantai ke laut lepas.

Kampung Naga

Ingin detinasi yang berbeda ?, Tasikmalaya juga mempunyai destinasi wisata dengan kearifan lokal yang sangat menarik, yakni Kampung Naga. Kampung yang masih memegang teguh adat tradisi ini terletak di Salawu Tasikmalaya dan berjarak sekitar 30kilometer dari pusat kota Tasik. Disini bangunan rumah warga masih berupa rumah panggung yang sederhana. Atapnya dari ijuk dan dindingnya dari anyaman bambu, sebuah gambaran kehidupan yang sangat bersahaja.

Pengunjung bisa belajar budaya setempat, karena Kampung Naga masih memiliki kearifan lokal yang terjaga dengan baik. Disini kita juga bisa membeli cendera mata khas yang sungguh unik.

Ke Tasikmalaya kini Bisa Naik Pesawat.

Destinasi menarik Tasikmalaya ini sayangnya belum banyak diketahui oleh khalayak ramai. Lokasi adalah salah satu alasan kenapa kota ini nampak kurang diminati oleh para wisatawan dari Jakarta maupun Bandung. Jika memakai transportasi mobil, dibutuhkan waktu yang lumayan panjang dan seringkali arus lalu lintas tersendat kemacetan di daerah Gentong dan Nagreg. Begitupun jika memilih transportai Kereta Api, dibutuhkan waktu setidaknya 7 jam.

Namun kini Traveling ke Tasikmalaya semakin mudah berkat dibukanya akses transportasi udara ke kota ini. Bagi kamu yang berasal dari Jakarta, bisa langsung menuju Tasikmalaya hanya dengan durasi terbang 55 menit saja. Maskapai yang melayani penerbangan ini adalah Wings Air dengan pesawat ATR 70 dan berangkat dari Bandara Halim Perdanakusumah menuju Bandara Wiradinata Tasikmalaya. Harganya cukup terjangkau, berada di kisaran 500 ribuan sekali jalan.

Tiket Pesawat bisa dipesan dengan mudah melalui aplikasi online Pegipegi. Asyiknya terbang dengan Pegipegi adalah karena sudah dilengkapi dengan Travel Protection yang merupakan asuransi Penerbangan baik domestik maupun internasional. Dengan adanya fitur ini maka penumpang akan merasakan perjalanan yang aman dan terjamin karena sudah diberikan berbagai jenis perlindungan untuk bahkan dari kemungkinan keterlambatan penerbangan atau delay sekalipun.

 

Selain destinasi wisata diatas, masih ada yang lain seperti Situ Gede, Tonjong Canyon, Pasir Kirisik dan Wahana air artifisial seperti Teejay Waterpark. Dan, jangan dilupakan juga bahwa Tasikmalaya adalah tempat berbelanja bagi produk seperti bordir, anyaman dan kelom geulis yang legendaris.

Nah, yang pasti jika kamu ke berkunjung ke Tasikmalaya akan banyak sekali destinasi menarik dan sayang untuk dilewatkan begitu saja. Jadi kapan nih kamu akan ke Tasikmalaya ?.

Artikel Menarik

daftar film kungfu jet li

Daftar Film Kungfu Jet Li Terbaik yang Harus Kamu Tonton

0
Jet Li adalah salah satu legenda seni bela diri di dunia, film-filmnya telah mencapai kepopuleran yang luarbiasa selama lebih dari empat dekade. Dia membuat...