Traveling

Beranda Traveling Halaman 4

Mengenal Batik Ciamis yang Semakin Terlupakan

0
batik ciamis
batik ciamis

Saat ini jika bicara tentang batik, maka yang terlintas pertama kali adalah kota Pekalongan, Yogya atau juga Solo. Hal ini tidaklah mengherankan karena ketiga kota tersebut saat ini merupakan produsen batik terkemuka dan memiliki banyak sentra-sentra kerajinan batik. Tetapi tahukah kamu bahwa sebuah kota di tatar priangan juga memiliki motif batik khasnya sendiri lho, kota tersebut adalah Ciamis.

Batik dari Ciamis memiliki ciri khas yakni motifnya yang sederhana namun tetap terlihat elegan. Warna yang dipakai cenderung kalem seperti warna hitam, putih, yang berpadu dengan warna coklat kekuningan. Kebanyakan batik Ciamis banyak mengambil tema – tema gambar tumbuhan, hewan serta lingkungan alam sekitar. Motif Ciamisan diantaranya adalah “ciung wanara, galuh pakuan, bali pisan dan batik onom”.

Batik Ciamis mencapai masa kejayaanya di era tahun 1960an hingga awal tahun 1980an. Hingga sempat berdiri koperasi Rukun Batik yang menaungi para pengrajin batik dimasa itu. Koperasi ini kemudian menjadi wadah yang mampu memenuhi segala kebutuhan perajin batik, dari mulai bahan baku pembuatan hingga pemasaran produk.

Namun sayangnya kejayaan itu tidak bisa terus berlangsung dan sampai pada senjakalanya pada tahun 90an awal. Batik hasil karya Ciamis ini kalah bersaing dengan ragam produk fashion lainnya dan harus rela tergusur dan dilupakan. Kini nyaris tidak ada lagi yang mengenal batik ciamis, bahkan warga ciamis sendiripun kebanyakan tidak mengetahui bahwa dahulu kota ini memiliki batik khasnya sendiri. Bangunan Pabrik yang juga merangkap sebagai kantor Koperasi Rukun Batik sudah lama terbengkalai dan rusak disana – sini. Nyaris tidak ada lagi kegiatan yang terlihat jika kita melintas didepannya.

Saat ini hanya ada segelintir perajin yang masih setia membatik ciamisan, itupun dengan produksi yang terbatas dan hanya melayani pesanan skala kecil. Nyaris tidak ada yang berminat kembali mengidupkan warisan kebudayaan yang satu ini. Padahal jika dikembangkan dengan baik, bukan tidak mungkin produk batik ciamisan ini bisa kembali berjaya dan dapat menjadi seperti kota Pekalongan yang besar dengan kerajinan Batiknya.

Hotel Bintang 3 di Semarang Paling Murah

0

Jika Anda berlibur ke Semarang, mungkin hotel bintang 3 di Semarang bisa menjadi alternative untuk menginap. Hal ini dikarenakan hotel yang sudah berbintang 3 di anggap lebih murah namun tetap mengutamakan fasilitas. Bila Anda berencana berlibur ke kota ini. Tentu Anda harus merencanakan sebaik-baiknya. Apalagi budget yang harus Anda keluarkan.

Di bawah ini ialah pilihan hotel yang mempunyai bintang 3 paling murah yang berada di Semarang. Antara lain:

1.    Hotel Convertion Andelin. Terletak di Jalan Atmodirono, Simpang Lima. Memiliki tarif 350 ribu per malam, hotel ini hanya berjarak kurang lebih 1 KM bia dari pusat Kota Semarang. Bila Anda dari bandara, Anda hanya membutuhkan waktu 10 menit untuk menuju ke hotel ini,
2.    Hotel C3. Terletak di Jalan Diponegoro 223, Ungaran. Memiliki tarif 325 ribu per malam, Hotel ini siap menemani liburan Anda, dekat sekali dengan Umbul Sidomukti yang merupakan salah satu tujuan wisatawan jika berwisata ke Semarang,
3.    Guest House Wening. Terletak di Jalan Greenwood, Ungaran. Memiliki tarif 120 ribu per malam, hotel ini tampil dengan balutan fasilitas modern. Cocok sekali untuk para backpacker yang beramai-ramai mengunjungi Semarang.

Hotel memang salah satu hal yang mendukung perjalanan wisata Anda. Hotel pula lah yang menentukan apakan wisata Anda akan nyaman atau tidak. Bila Anda berlibur dengan budget yang rendah, memilih hotel yang mempunyai harga murah memang salah satu pilihan yang harus Anda lakukan. Bila memiliki budget besarpun tentu Anda akan tetap memilih tarif yang lebih murah. Apalagi hotel hanya Anda jadikan tempat untuk bermalam saja.

Salah satu alternative yang paling aman bila berkunjung ke Semarang adalah memilih hotel bintang 3 di Semarang. Dikarenakan hotel yang sudah memiliki bintang 3 di anggap layak serta aman, harga yang di berikan pun sudah pasti terjangkau. Sesuaikan hotel dengan tujuan Anda untuk menginap. Bila Anda ingin berbisnis, pilihlah hotel yang murah namun berada di pusat kota. Bila berlibur, pilihlah yang dekat dengan tempat wisata.

Jelajah Malam Bandung, dan Ketemu Hantu di Jalan Asia-Afrika

0
hantu asia afrika
hantu asia afrika

Wisata ke Bandung kali ini tidak saya rencanakan dengan sungguh-sungguh, hanya terjadi begitu saja karena menghadiri acara gathering salah satu brand smartphone di kota ini. Acaranya sendiri berakhir jam 8 malam, dan rasanya sayang melewatkan suasana malam Kota Bandung dengan begitu saja. Maka kemudian saya putuskan untuk menuju Alun-alun kota Bandung, beruntung tempat acara tidak terlalu jauh dari Alun-alun hingga bisa dengan mudah dicapai. Tiba disana suasana sudah begitu ramai, banyak anak kecil bermain bola, keluarga yang duduk-duduk di rumput sintetis, rombongan tour dengan seragam yang sama, hingga para pedagang yang tak henti menawarkan dagangannya ke setiap pengunjung yang datang. Walaupun ini bukan hari weekend, pengunjung tetap datang silih berganti. Setelah puas berkeliling, dari Alun-alun berjalan sedikit ke arah Jalan Asia Afrika, disini ada beberapa spot foto yang menarik.

Salah satunya adalah Hantu Asia Afrika Bandung yang telah terkenal dan menjadi ikon yang unik bagi para wisatawan. Disini kita bisa melihat hantu-hantu legendaris seperti valak, pocong, suster ngesot, genderuwo, serta kuntilanak. Paduan gedung tua dan hantu tersebut menimbulkan perasaan antara horor dan penasaran, tetapi nyatanya banyak wisatawan yang justru tertarik untuk berselfie ria dengan si hantu. Para Hantu ini adalah anak muda kreatif bandung yang tergabung dalam komunitas yang kemudian menyuguhkan atraksi dengan kostum unik disekitaran jalan Asia-Afrika.

Dari sana saya berjalan lagi ke arah Gedung Merdeka, tempat terciptanya Dasa Sila Bandung yang menjadi pedoman bangsa-bangsa terjajah dalam berjuang memperoleh kemerdekaan. Melihat bangunan tua Museum Asia-Afrika, berlanjut jalan hingga ke Hotel Savoy Homan, Belok ke Jalan Braga yang legendaris. Suasana vintage dari banguan yang ada disini dengan segala perjalanan sejarahnya, membuat menyusuri jalanan ini dimalam hari terasa romantis. Dan bagi para penyuka photography pastinya akan betah, karena sangat cocok untuk hunting street photography, dan pada akhirnya sayapun asyik jeprat-jepret hingga waktu tidak terasa semakin malam.

Menikmati bandung dengan waktu yang terbatas rasanya memang sedikit disesalkan, karena kota ini memiliki banyak tempat wisata yang sayang untuk dilewatkan. Belum lagi tempat-tempat kulineran legendaris yang betul-betul harus dicoba saat berada di Bandung. Jadi, bagi para pembaca yang mau ke Bandung lebih baik rencanakan dengan matang, dan susun itenary perjalanan dengan baik agar bisa menikmati kota ini seutuhnya. Jangan khawatir, fasilitas akomodasi selama di Bandung sudah sangat lengkap, banyak hotel berbintang hingga hotel budget dapat ditemukan dnegan mudah disini.

Wisatawan domestik maupun mancanegara jangan ragu untuk pergi ke Bandung. Bagi yang menggunakan pesawat dan ingin menggunakan transportasi yang nyaman serta tepat waktu dari bandara, maka bisa memilih layanan Golden Bird. Layanan lengkap dengan berbagai tipe mobil yang bisa dipilih seperti Avanza, Inova, Camry, dan Alphard. Golden bird bandung siap mengantar ke berbagai destinasi populer di Bandung dengan tarif final yang sudah termasuk biaya tol, parkir dan pajak. Menariknya lagi, jika penerbangan tertunda, golden bird akan menunggu sehingga kita dipastikan untuk naik dan diantarkan ke tempat tujuan. Sekarang memesan Golden Bird bisa dilakukan dengan aplikasi traveloka sehingga lebih mudah.

Jadi tidak ada alasan untuk menunda liburan ke Bandung nih, yuk pilih tanggal yang tepat untuk mengeksplorasi kota ini. Memang benar sekali quotes yang terpampang di salah satu sudut kota “Bumi Pasundan Lahir ketika Tuhan sedang Tersenyum”. Bandung adalah kota yang selalu dirindukan untuk dikunjungi lagi dan lagi, pesona tempat wisatanya yang asyik ditambah kulinernya yang beragam membuatnya cocok untuk melepas penat. Yuk wisata ke bandung !.

Lucy in the Sky, Pilihan Wisata Kuliner Malam Hari di Jakarta

0

Selama ini orang lebih mengenal Lucy in the Sky sebagai tempat nongkrong anak-anak muda lengkap dengan dentuman musik yang memekakkan telinga. Tapi siapa sangka, dibalik citranya tersebut, cafe yang berada di kawasan Sudirman Jakarta ini merupakan pilihan wisata kuliner bagi warga Ibukota, khususnya di malam hari.

Cafe ini boleh dibilang cukup ramah. Meskipun disukai anak-anak muda sebagai tempat mangkal, namun sama sekali tidak ada kesan “urakan”. Banyak orang lebih memilih menu khas Lucy in the Sky, karena bisa sambil menikmati pemandangan kebun hijau di sekitar restoran.

Cafe Lucy in the Sky
Tidak salah jika warga Jakarta menjadikan cafe ini sebagai destinasi wisata kuliner di malam hari. Restoran ini menawarkan pesona keindahan yang sangat menarik untuk dikunjungi. Wahana wisata di cafe ini juga cocok untuk mengisi liburan kamu.

Nuansa pemandangan yang indah di tengah Ibukota, suasananya yang hangat dan nyaman, serta sajian menu makanannya yang menggoda selera, menjadikan cafe ala Barat ini makin digandrungi kawula muda. Berikut review selengkapnya.

1. Daya Tarik
Yang menjadi daya tarik dari cafe ini adalah konsepnya yang cukup unik. Cafe & Bar ini tidak hanya menawarkan sajian menu istimewa, namun juga menawarkan wahana wisata malam hari. Layak, jika Lucy in the Sky menjadi salah satu rooftop bar paling populer di Jakarta.

Cafe ini menjadi tempat favorit untuk nongkrong anak gaul dan kaum milenial di Jakarta karena menyuguhkan live music yang seru. Spot wisata ini juga dikenal hanya untuk kalangan terbatas, karena tempat dan sajian menunya yang cukup mewah dan mahal.

Desain interiornya juga membuat pengunjung makin betah nongkrong di cafe yang mengusung konsep green house ini. Suasananya pun lebih adem, karena cafe ala resto ini didesain layaknya sebuah garden party. Kamu pun akan merasakan seperti di sebuah taman dengan tanaman hijau di sekitar cafe.

Bagi yang ingin menikmati pemandangan kota di malam hari, disediakan bar panjang dengan kursi dan deretan sofa. Untuk kamu yang ingin mengambil gambar city view, sebaiknya ambil tempat duduk di pinggiran rooftop.

Selain mengambil foto, pengunjung bisa lebih santai sambil menikmati makanan dan minuman yang dipesan. Di pinggiran rooftop, kamu bisa melihat alam terbuka, memandang langit dengan gedung-gedung pencakar langit yang tegak berdiri.

2. Fasilitas
Fasilitas di Lucy in the Sky Jakarta cukup lengkap, mulai area parkir kendaraan yang luas serta kamar mandi dan toilet yang bersih. Bagi pengunjung yang ingin bersantai sejenak juga disiapkan tempat untuk istirahat. Di dalam juga disediakan lantai dansa, area merokok, dan live music.

3. Daftar & Harga Menu
Restoran ini menyediakan aneka menu khas dan unik. Untuk kamu yang ingin mencoba menu unik di Lucy in the Sky, dapat memesan nasi jeruk dan sop buntut. Bagi yang suka menu ala Barat, layak dicoba rasanya Spicy Sunbathing Prawn, Pork Belly, Beef Short Ribs dan Bone Marrow Rice.
Untuk menu yang lain, kamu dapat pula mencicipi lezatnya banana cake yang dipadukan dengan potongan nanas, walnut, dan cream cheese. Untuk harganya rata-rata dibanderol Rp400.000 untuk 2 orang. Sedangkan harga 1 botol bir sekitar Rp70.000.

4. Lokasi & Jam Buka
Lokasi Lucy in the Sky berada di kawasan SCBD, Jl. Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta. Untuk sampai ke lokasi cafe juga mudah. Kamu bisa menggunakan kendaraan pribadi, taksi atau bisa pakai busway. Cafe ini dibuka setiap hari, mulai 16.00 WIB – 01.00 WIB.

Untuk kamu yang suka dunia malam, nongkrong di Lucy in the Sky layak dicoba. Suasana cafe yang environmentally friendly justru menjadi keunikan tersendiri dan banyak disukai banyak kalangan. Penasaran? Segera reservasi untuk membuktikannya.

Artikel Menarik

daftar film kungfu jet li

Daftar Film Kungfu Jet Li Terbaik yang Harus Kamu Tonton

0
Jet Li adalah salah satu legenda seni bela diri di dunia, film-filmnya telah mencapai kepopuleran yang luarbiasa selama lebih dari empat dekade. Dia membuat...