Sebagai kota terindah di Indonesia, Bukittinggi menyimpan tempat wisata tersembunyi dengan lanskap mengagumkan. Meski harus menempuh waktu perjalanan lebih dari 50 menit, banyak travelers yang berkunjung ke sana. Keunikan, keindahan, dan sisi eksotis seakan menyatu di kawasan tersebut.
Tempat mana sajakah yang jarang terjamah orang, tetapi memiliki pemandangan menawan? Berikut ini ada 5 surga tersembunyi dengan panorama instagramble.
Tarusan Kamang
Didominasi pepohonan dan hamparan rumput, Danau Tarusan Kamang ikut menghijau. Seolah, kawasan wisata air ini menjadi cermin bagi tumbuhan di sekitarnya. Namun, pemandangan tersebut akan hilang pada waktu yang tidak bisa ditentukan. Pastinya, ketika itu, air danau mengering sehingga hanya terlihat lapangan rumput hijau.
Karena fenomena itulah, Tarusan Kamang dijuluki danau bermuka dua. Air tanah yang mendadak naik, lantas membasahi seluruh rerumputan. Lambat laun, air tersebut menutupi permukaannya. Penasaran dengan keunikan tempat ini? Berarti, Anda harus menempuh perjalanan selama 30 menit dari pusat kota ke arah Bukit Barisan.
Telaga Dewi
Anda pernah mendaki Gunung Singgalang? Sempatkan mampir ke Telaga Dewi di Puncak Singgalang. Para pendaki kerap menyebut tempat ini sebagai surga tersembunyi. Hal itu karena Telaga Dewi menawarkan lanskap danau berair yang tampak membiru jika terkena pantulan sinar matahari.
Bagi para petualang, Telaga Dewi menjadi oase manakala kelelahan selama pendakian. Pasalnya, jalur menuju kawasan ini tergolong terjal, kadang berbatu, serta ditumbuhi rumput riang-riang. Namun, letih itu kelak terbayar oleh panorama indah di sekitar Telaga Dewi.
Air Terjun Langkuik Tinggi Malalak
Sekitar 54 menit dari pusat Kota Bukittinggi, Anda akan menemukan surga kecil yang jatuh ke bumi. Orang menyebutnya, Air Terjun Langkuik Tinggi. Dengan menyuguhkan lima curug sekaligus, tempat ini terlihat sangat indah.
Air terjunnya jatuh dari tebing bebatuan yang tinggi dan curam. Di samping kanan dan kiri curug terdapat aneka flora berwarna hijau. Jika memungkinkan, Anda bisa menempuh perjalanan sampai ke air terjun kelima. Selain itu, di tempat ini juga ada sebuah sungai jernih dengan arus deras.
Lembah Harau
Terletak di pedalaman Kecamatan Harau, sekitar 1,5 jam dari Kota Bukittinggi, tempat ini menawarkan panorama alam instagramable. Air terjun dengan ketinggian 100 meter dan bebatuan granit aneka warna merupakan lanskap utama di Lembah Harau. Tinggi batu granit tersebut kurang lebih 100-500 meter. Sebagian permukaannya tertutupi pohon yang tampak hijau dari kejauhan.
Taruko Cafe Bukittinggi
Anda suka petualangan? Menyusuri jalan menuju Taruko Cafe Bukittinggi merupakan pilihan terbaik. Pasalnya, jalur tersebut menyuguhkan panorama perbukitan dan Ngarai Sianok yang menawan.
Ketika tiba di Taruko Cafe Bukittinggi, Anda akan disuguhi pemandangan yang unik. Interior kafe ini terbuat dari kayu dengan ornamen bergaya etnik. Menariknya lagi, atap rumah makan tersebut berbentuk lancip khas Padang. Jadi, meski tersembunyi, Taruko Cafe menjadi salah satu tempat wisata paling diminati.
Apakah sudah menentukan pilihan ke mana mesti memulai perjalanan? Sesungguhnya, lima tempat wisata tersebut sangat sayang jika dilewatkan. Pastikan Anda bisa menjelajahi semuanya, ya.
Nah, kalau soal pilihan tempat menginap, jangan khawatir karena ada Airy Rooms. Situs ini menawarkan ratusan kamar hotel murah di Bukittinggi dengan tujuh fasilitas mumpuni. Mulai dari televisi, AC, peralatan mandi, shower air hangat, tempat tidur bersih, dan koneksi WiFi secara gratis. Selain itu, proses booking kamarnya mudah, lho. Anda dapat menggunakan Apple Apps, Android, atau PC untuk mengakses form pemesanannya.
Jika Anda berlibur ke Semarang, mungkin hotel bintang 3 di Semarang bisa menjadi alternative untuk menginap. Hal ini dikarenakan hotel yang sudah berbintang 3 di anggap lebih murah namun tetap mengutamakan fasilitas. Bila Anda berencana berlibur ke kota ini. Tentu Anda harus merencanakan sebaik-baiknya. Apalagi budget yang harus Anda keluarkan.
Di bawah ini ialah pilihan hotel yang mempunyai bintang 3 paling murah yang berada di Semarang. Antara lain:
1. Hotel Convertion Andelin. Terletak di Jalan Atmodirono, Simpang Lima. Memiliki tarif 350 ribu per malam, hotel ini hanya berjarak kurang lebih 1 KM bia dari pusat Kota Semarang. Bila Anda dari bandara, Anda hanya membutuhkan waktu 10 menit untuk menuju ke hotel ini,
2. Hotel C3. Terletak di Jalan Diponegoro 223, Ungaran. Memiliki tarif 325 ribu per malam, Hotel ini siap menemani liburan Anda, dekat sekali dengan Umbul Sidomukti yang merupakan salah satu tujuan wisatawan jika berwisata ke Semarang,
3. Guest House Wening. Terletak di Jalan Greenwood, Ungaran. Memiliki tarif 120 ribu per malam, hotel ini tampil dengan balutan fasilitas modern. Cocok sekali untuk para backpacker yang beramai-ramai mengunjungi Semarang.
Hotel memang salah satu hal yang mendukung perjalanan wisata Anda. Hotel pula lah yang menentukan apakan wisata Anda akan nyaman atau tidak. Bila Anda berlibur dengan budget yang rendah, memilih hotel yang mempunyai harga murah memang salah satu pilihan yang harus Anda lakukan. Bila memiliki budget besarpun tentu Anda akan tetap memilih tarif yang lebih murah. Apalagi hotel hanya Anda jadikan tempat untuk bermalam saja.
Salah satu alternative yang paling aman bila berkunjung ke Semarang adalah memilih hotel bintang 3 di Semarang. Dikarenakan hotel yang sudah memiliki bintang 3 di anggap layak serta aman, harga yang di berikan pun sudah pasti terjangkau. Sesuaikan hotel dengan tujuan Anda untuk menginap. Bila Anda ingin berbisnis, pilihlah hotel yang murah namun berada di pusat kota. Bila berlibur, pilihlah yang dekat dengan tempat wisata.
Selama ini orang lebih mengenal Lucy in the Sky sebagai tempat nongkrong anak-anak muda lengkap dengan dentuman musik yang memekakkan telinga. Tapi siapa sangka, dibalik citranya tersebut, cafe yang berada di kawasan Sudirman Jakarta ini merupakan pilihan wisata kuliner bagi warga Ibukota, khususnya di malam hari.
Cafe ini boleh dibilang cukup ramah. Meskipun disukai anak-anak muda sebagai tempat mangkal, namun sama sekali tidak ada kesan “urakan”. Banyak orang lebih memilih menu khas Lucy in the Sky, karena bisa sambil menikmati pemandangan kebun hijau di sekitar restoran.
Cafe Lucy in the Sky
Tidak salah jika warga Jakarta menjadikan cafe ini sebagai destinasi wisata kuliner di malam hari. Restoran ini menawarkan pesona keindahan yang sangat menarik untuk dikunjungi. Wahana wisata di cafe ini juga cocok untuk mengisi liburan kamu.
Nuansa pemandangan yang indah di tengah Ibukota, suasananya yang hangat dan nyaman, serta sajian menu makanannya yang menggoda selera, menjadikan cafe ala Barat ini makin digandrungi kawula muda. Berikut review selengkapnya.
1. Daya Tarik
Yang menjadi daya tarik dari cafe ini adalah konsepnya yang cukup unik. Cafe & Bar ini tidak hanya menawarkan sajian menu istimewa, namun juga menawarkan wahana wisata malam hari. Layak, jika Lucy in the Sky menjadi salah satu rooftop bar paling populer di Jakarta.
Cafe ini menjadi tempat favorit untuk nongkrong anak gaul dan kaum milenial di Jakarta karena menyuguhkan live music yang seru. Spot wisata ini juga dikenal hanya untuk kalangan terbatas, karena tempat dan sajian menunya yang cukup mewah dan mahal.
Desain interiornya juga membuat pengunjung makin betah nongkrong di cafe yang mengusung konsep green house ini. Suasananya pun lebih adem, karena cafe ala resto ini didesain layaknya sebuah garden party. Kamu pun akan merasakan seperti di sebuah taman dengan tanaman hijau di sekitar cafe.
Bagi yang ingin menikmati pemandangan kota di malam hari, disediakan bar panjang dengan kursi dan deretan sofa. Untuk kamu yang ingin mengambil gambar city view, sebaiknya ambil tempat duduk di pinggiran rooftop.
Selain mengambil foto, pengunjung bisa lebih santai sambil menikmati makanan dan minuman yang dipesan. Di pinggiran rooftop, kamu bisa melihat alam terbuka, memandang langit dengan gedung-gedung pencakar langit yang tegak berdiri.
2. Fasilitas
Fasilitas di Lucy in the Sky Jakarta cukup lengkap, mulai area parkir kendaraan yang luas serta kamar mandi dan toilet yang bersih. Bagi pengunjung yang ingin bersantai sejenak juga disiapkan tempat untuk istirahat. Di dalam juga disediakan lantai dansa, area merokok, dan live music.
3. Daftar & Harga Menu
Restoran ini menyediakan aneka menu khas dan unik. Untuk kamu yang ingin mencoba menu unik di Lucy in the Sky, dapat memesan nasi jeruk dan sop buntut. Bagi yang suka menu ala Barat, layak dicoba rasanya Spicy Sunbathing Prawn, Pork Belly, Beef Short Ribs dan Bone Marrow Rice.
Untuk menu yang lain, kamu dapat pula mencicipi lezatnya banana cake yang dipadukan dengan potongan nanas, walnut, dan cream cheese. Untuk harganya rata-rata dibanderol Rp400.000 untuk 2 orang. Sedangkan harga 1 botol bir sekitar Rp70.000.
4. Lokasi & Jam Buka
Lokasi Lucy in the Sky berada di kawasan SCBD, Jl. Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta. Untuk sampai ke lokasi cafe juga mudah. Kamu bisa menggunakan kendaraan pribadi, taksi atau bisa pakai busway. Cafe ini dibuka setiap hari, mulai 16.00 WIB – 01.00 WIB.
Untuk kamu yang suka dunia malam, nongkrong di Lucy in the Sky layak dicoba. Suasana cafe yang environmentally friendly justru menjadi keunikan tersendiri dan banyak disukai banyak kalangan. Penasaran? Segera reservasi untuk membuktikannya.
Jika dirawat, ia akan menjadi sahabat, namun kalau dirusak, ia akan berbalik merugikan. Begitulah peran lahan gambut bagi kita umat manusia. Oleh karena itu, sudah seharusnya kita selalu menjaganya dengan baik. Inilah yang kini tengah dilakukan olehRoyal Golden Eagle (RGE) dengan mencanangkan program Restorasi Ekosistem Riau (RER).
Lahan gambut ternyata memiliki peran yang sangat signifikan bagi kelangsungan hidup manusia. Area ini bisa menjadi cadangan air yang berlimpah. Bayangkan saja, jika masih berfungsi normal dan belum rusak, lahan gambut mampu menyimpan air antara 0,8 hingga 0,9 m3/m3. Bukan hanya itu, lahan gambut diketahui sangat berpengaruh terhadap keseimbangan iklim. Area unik ini bisa menyimpan karbon. Namun, jika rusak akibat kebakaran misalnya, hal yang terjadi sebaliknya. Karbon akan mereka lepaskan ke udara. Dampaknya fatal. Efek rumah kaca semakin meningkat dan mendorong suhu bumi terus naik.
Royal Golden Eagle tahu persis hal tersebut. Maka, mereka rela menggulirkan RER yang sejatinya tidak mudah dilakukan. Maklum saja, selain kedua peran tersebut, lahan gambut diketahui menyimpan keanakeragaman hayati yang luar biasa dan menjadi habitat alami beragam flora serta fauna. Berbagai alasan itu sudah cukup untuk membuat grup yang dulu bernama Raja Garuda Mas tersebut segera mengambil langkah strategis. Patut diketahui, oleh pendirinya, Sukanto Tanoto, RGE diharapkan untuk ikut aktif dalam menjaga keseimbangan iklim. Hal itu bahkan digariskannya sebagai prinsip kerja di semua unit usaha Royal Golden Eagle. Langkah RGE ini terbilang unik. Pasalnya, sebagai grup yang memanfaatkan sumber daya alam, perusahaan seperti Royal Golden Eagle ini sering dianggap tidak memerhatikan kelestarian alam. Namun, kenyataan yang terjadi sebaliknya. RER yang mereka gagas adalah bukti nyatanya.
Korporasi yang dulu bernama awal Raja Garuda Mas ini mulai mencanangkan RER pada 2013. Mereka bekerja sama dengan sejumlah pihak seperti Flora & Fauna International, Bidara, dan The Nature Conservancy untuk menjalankannya. Sejumlah institusi tersebut dipilih oleh RGE karena dinilai kompeten dalam perlindungan dan pelestarian alam. Pada dasarnya, RER merupakan upaya perlindungan dan perbaikan area lahan gambut yang sudah rusak. RGE secara khusus memfokusnya di salah satu hutan gambut terluas di Asia Tenggara yang terletak di Semenanjung Kampar dan Pulau Padang yang ada di Provinsi Riau. Luas area yang direstorasi oleh RGE juga sangat luas. Mereka menangani lahan seluas 150 ribu hektare. Melalui program RER, area yang perannya sudah menurun tersebut hendak dipulihkan seperti sedia kala.
RGE mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Indonesia dalam melaksanakan RER. Mereka mendapat izin restorasi ekosistem di sana selama 60 tahun dari Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup. Kurun waktu tersebut hendak dimanfaatkan secara maksimal oleh Royal Golden Eagle untuk memulihkan fungsi dan peran lahan gambut di sana. Supaya proses pemulihan hutan gambut di Semenanjung Kampar dan Pulau Padang berjalan dengan baik, RGE melakukan empat tahap di dalam RER. Pertama mereka melakukan perlindungan terlebih dulu. Areanya dijaga dari ancaman tangan-tangan tak bertanggung jawab yang kerap menjadi perusak hutan.
Dalam hal ini, peran Royal Golden Eagle dalam melindungi kelestarian alam kian kentara. Sebab, seiring dengan proses restorasi, dalam RER, RGE juga melakukan konservasi terhadap 400 ribu area hutan gambut lainnya. Selanjutnya, RGE melakukan riset dan penelitian. Hal ini menjadi modal dalam melakukan tindakan selanjutnya di dalam RER yakni proses restorasi. Ini yang tidak mudah dilakukan. Butuh kesabaran ekstra dan kerja keras dalam mengembalikan fungsi dan peran hutan yang sudah menurun.
Adapun tahap terakhir adalah pengelolaan lahan. Ini juga butuh komitmen dan keseriusan. Pasalnya, tidak mudah untuk mengelola lahan gambut. Ambil contoh tentang pengaturan air. Lahan ini tidak boleh kering supaya tidak mudah terbakar sehingga aliran air harus terus-menerus dipantau tanpa henti.
Akan tetapi, Royal Golden Eagle memang sudah berkomitmen untuk mengembalikan peran dan fungsi lahan gambut di Semenanjung Kampar seperti sedia kala. Mereka membuktikannya dengan mengucurkan investasi sebesar 100 juta dollar Amerika Serikat selama sepuluh tahun ke depan untuk pelaksanaan RER sejak 2015. Royal Golden Eagle mengikuti ajang konferensi tingkat tinggi dalam perlindungan alam dunia, COP21 di Paris, Prancis, pada Desember 2015 lalu. Di hadapan pihak-pihak yang berkiprah dalam perlindungan alam dunia, RGE menandaskan komitmennya.
“Komitmen ini menggambarkan bahwa pihak swasta juga memiliki andil secara nyata, bukan hanya ikrar, tapi dengan benar-benar menunjukkan hasil,” kata Managing Director APRIL Group Indonesia, Tony Wenas, seperti dikutip dari Berita Satu.
RGE bertekad melakukannya karena tahu persis kondisi lahan gambut. Area ini merupakan kawasan yang “sensitif” sehingga sangat membutuhkan perlindungan. Secara khusus, lahan gambut di Semenanjung Kampar tersebut juga menjadi habitat sejumlah fauna yang keberadaannya terancam. Lihat saja di sana ditemukan Macan Sumatera, Beruang Madu, dan sejumlah spesies kucing hutan yang langka.
Sejak mulai dilakukan hingga sekarang, dampak positif RER mulai terlihat. Area tersebut bebas dari kebakaran. Padahal, pada tahun 2015 terjadi musim kering yang parah di kawasan Asia Tenggara.
Selain itu, kawasan terlindungi yang seluas enam kali Singapura tersebut mulai “hidup” kembali. Hal tersebut tergambar dari penemuan sejumlah fauna langka yang terekam kamera jebakan pengelola RER. Ini menandakan fungsi dan peran kawasan Semenanjung Kampar sebagai habitat alami sejumlah fauna perlahan-lahan mulai kembali normal.
Hasil menggembirakan tersebut semakin menambah semangat RGE untuk melaksanakan RER. Menurut Direktur Royal Golden Eagle, Anderson Tanoto, langkah yang diambil pihaknya ini merupakan perwujudan nyata dari prinsip kerja perusahaan. Royal Golden Eagle ingin memberi manfaat kepada pihak lain khusus masyarakat dan negara. Bersamaan dengan itu, RGE juga berkiprah aktif dalam perlindungan iklim.
“Kami terus belajar dari pengalaman dan mengembangkan pendekatan demi memberikan manfaat bagi lingkungan, kesempatan ekonomi melalui kesempatan kerja dan pembangunan infrastruktur, sekaligus memberikan faedah bagi masyarakat lokal,” tutur Anderson Tanoto di Berita Satu.
Agar RER bisa berjalan sukses, RGE menggandeng masyarakat sekitar. Mereka tahu persis peran warga lokal akan sangat signifikan dalam perlindungan alam. Oleh karena itu, RER juga melibatkan warga setempat yang berdomisili di sekitar Semenanjung Kampar dan Pulau Padang.
Ada sejumlah langkah yang dilakuan oleh RGE. Grup yang dulu pernah bernama Raja Garuda Mas ini memastikan terjaganya praktik tradisional dalam kegiatan memancing ikan dan mengumpulkan madu. Selain itu, mereka juga menciptakan sumber penghasilan dan kegiatan bisnis skala kecil. Hal ini penting karena tuntutan ekonomi kerap menjadi pendorong pemanfaatan hutan secara tidak bertanggung jawab.
Tak kalah penting juga RGE aktif melakukan pendidikan supaya masyarakat memahami pentingnya upaya konservasi dan perlindungan keanekaragaman hayati. Hal itu dibarengi dengan beragam upaya peningkatan ekonomi lokal sebagai bukti bahwa kegiatan konservasi mampu menciptakan kesejahteraan.
Diharapkan semua kegiatan yang dilakukan Royal Golden Eagle dalam RER mampu berjalan maksimal. Sebab, hasilnya tidak hanya dinikmati oleh warga sekitar maupun RGE. Semua rakyat Indonesia akan menikmati buahnya karena keseimbangan iklim ikut terjaga seiring fungsi dan peran lahan gambut yang membaik.
Jet Li adalah salah satu legenda seni bela diri di dunia, film-filmnya telah mencapai kepopuleran yang luarbiasa selama lebih dari empat dekade. Dia membuat...