Traveling

Beranda Traveling Halaman 4

Manfaat Kartu Kredit Mandiri Bagi Para Traveler

0

 

Seperti kita ketahui, saat ini kartu kredit tidak hanya melulu menawarkan jasa pembiayaan ataupun talangan terhadap barang yang akan kita beli saja. Kartu pintar ini, sekarang telah berevolusi dengan berbagai bentuk maupun fitur yang akan sangat memudahkan kita dalam melakukan aktivitas pribadi maupun usaha. Salah satu produk kartu yang menarik untuk dicermati adalah kartu kredit mandiri baru hasil kerjasama dengan mastercard worldwide bernama Skyz Card.

Produk terbaru dari mandiri ini mengambil pangsa pasar para pelancong atau traveleryang kerap melakukan perjalanan dari pulau ke pulau ataupun antar negara. Sesuai dengan sasaran yang dituju, tentu saja kartu ini telah menyiapkan segala fasilitas dan fitur yang erat kaitannya dengan perjalanan anda. Selain itu, proses apply kartu yang mudah dan cepat serta rendahnya biaya yang dibebankan pada pemegang kartu tentu juga merupakan keuntungan yang dipersembahkan kepada para nasabah.
Fasilitas Yang Akan Diperoleh
Adapun beberapa fasilitas yang ditawarkan apabila kartu ini telah menjadi milik anda adalah sebagai berikut:
  • –       Anda bebas menikmati fasilitas tunggu yang mewah di airport lounge pada 16 bandara nasional tanpa dipungut biaya,
  • –       Nilai tukar mata uang asing yang cukup rendah apabila digunakan dalam melakukan transaksi di berbagai negara eropa dan amerika,
  • –       Memiliki asuransi atas keselamatan anda selama dalam perjalanan serta asuransi atas ketidaknyamanan yang anda terima selama di perjalanan seperti kehilangan bagasi atau delay keberangkatan pesawat lebih dari 4 jam.
Tentunya fasilitas-fasilitas tersebut diatas akan sangat menarik bagi para traveler bukan?
Syarat Apply Kartu
Banyak orang mengeluh dengan susahnya proses dan syarat dalam melakukan apply atas suatu kartu, namun berbeda dengan kartu kredit mandiri ini. Hampir semua jenis pekerjaan bisa memperoleh kartu ini dengan syarat usia minimum adalah 21 tahun untuk kartu utama serta penghasilan minimal adalah sebesar Rp. 5 juta/per bulan. Setelah syarat utama itu terpenuhi, selanjutnya calon pemegang kartu harus melengkapi dokumen administrasi seperti :
1.       Fotocopy identitas pribadi (ktp/sim bagi WNI dan paspor/kitas/kitap bagi WNA yang menetap di Indonesia),
2.       Slip gaji atau bukti payrol penghasilan satu bulan terakhir atau surat keterangan gaji.
Beban Atau Biaya Bulanan Biaya yang dibebankan pada pemegang kartu ini juga relatif ringan asalkan pemegang kartu dapat secara selektif dan terukur menggunakannya. Untuk biaya keanggotaan bulanan, tiap pemegang kartu utama hanya dikenakan charge sebesar Rp. 25 ribu.Bunga retail yang ditawarkan kartu ini juga cukup rendah yaitu hanya sebesar 3,5% sesuai besarnya transaksi yang akan dilakukan. Bila akan melakukan pengambilan tunai, pemegang saham akan dikenakan fee sebesar 6% dari total pengambilan atau sebesar Rp. 50 ribu per pengambilan, tergantung mana yang dianggap lebih besar dari nilai tersebut.

 Tips Sederhana Untuk Traveler

Kartu ini memang sangat berguna bagi para traveler, namun bila salah penggunaan maka tentu saja banyak hal yang merepotkan akan terjadi pada anda. Jadi berikut beberapa cara untuk menghindari hal tersebut selama anda menjadi pemegang kartu kredit ini:

1.       Benar-benar manfaatkan fasilitas yang ditawarkan secara maksimal, terutama di lounge bandara yang sudah ditunjuk,
2.       Bijaklah dalam melakukan transaksi menggunakan kartu ini, dan anggap hanya sebagai penundaan atas pembayaran transaksi tersebut,
3.       Segera bayar tagihan secara penuh sebelum jatuh tempo untuk menghindari beban bunga berlebih,
4.       Hindari penarikan tunai, karena bunga yang ada cukup tinggi.

Pesona Kota Denpasar yang Sayang Untuk Dilewatkan

0

Kota Denpasar adalah ibu kota Provinsi Bali, Indonesia. Pertumbuhan industri pariwisata di Pulau Bali mendorong Kota Denpasar menjadi pusat kegiatan bisnis, dan menempatkan kota ini sebagai daerah yang memiliki pendapatan per kapita dan pertumbuhan tinggi di Provinsi Bali. Perkembangan pariwisata dan daya tarik pulau Bali, secara tidak langsung telah mendorong kemajuan pembangunan di Kota Denpasar. Kebijakan pengembangan pariwisata di Kota Denpasar menitikberatkan pada pariwasata budaya berwawasan lingkungan.

Sebagai salah satu sentra pengembangan pariwisata, Kota Denpasar menjadi barometer bagi kemajuan pariwisata di Bali, hal ini dapat dilihat dengan munculnya berbagai hotel berbintang sebagai sarana menunjang aktifitas pariwisata tersebut.Pantai Sanur merupakan salah satu kawasan wisata pantai yang ramai dikunjungi. Sementara Lapangan Puputan merupakan kawasan ruang terbuka hijau di Kota Denpasar sekaligus berfungsi sebagai paru-paru kota. Nilai tradisional yang dijiwai oleh ritual-ritual agama Hindu masih kental mewarnai kota ini.

Denpasar memiliki beberapa tempat wisata yang memiliki unsur sejarah dan rekreasi diantaranya adalah:

1.Museum Bali – tempat ini awalnya adalah tempat berdiamnya keluarga kerajaan
2.Lapangan Renon – pusat aktifitas keluarga dan juga terdapat Monumen 3.Bajra Sandhi yaitu monumen perjuangan rakyat Bali
4.Taman Puputan – tempat pentas seni
5.Pasar Kreneng
6.Simpang Dewa Ruci atau Simpang Siur – terdapat Mal Simpang Siur atau Discovery Mall
7.Puri Santrian
8.Pantai Sanur
9.Ekowisata hutan mangrove atau bakau
10.Taman Budaya
11.Desa Budaya Kertalangu
12.Pasar Burung Satria
13.Pantai Sindu
14.Pura Agung Jagatnatha
15.Pura Sakenan

Tak lengkap jika kita berkunjung ke Denpasar tanpa membawa oleh-oleh untuk keluarga maupun teman. Beberapa oleh-oleh Bali yang terkenal diantaranya adalah dodol bali, brem, kacang rahayu, pie susu, kacang disco, salak bali, kacang kapri, kerupuk ceker ayam, pia legong dan kopi bali.Selain makanan dan jajanan kita juga bisa membeli souvenir, baju, kaos, tas, aksesories, sampai cinderamata khas Bali lain seperti Kerajinan Perak Celuk Bali,batik bali,kaos joger, dsb.

Nikmati pesona pulau Bali dan keramahan masyarakat pulau dewata, Ayo berkunjung kesini beserta teman dan keluarga anda.

Mengenal Batik Ciamis yang Semakin Terlupakan

0
batik ciamis
batik ciamis

Saat ini jika bicara tentang batik, maka yang terlintas pertama kali adalah kota Pekalongan, Yogya atau juga Solo. Hal ini tidaklah mengherankan karena ketiga kota tersebut saat ini merupakan produsen batik terkemuka dan memiliki banyak sentra-sentra kerajinan batik. Tetapi tahukah kamu bahwa sebuah kota di tatar priangan juga memiliki motif batik khasnya sendiri lho, kota tersebut adalah Ciamis.

Batik dari Ciamis memiliki ciri khas yakni motifnya yang sederhana namun tetap terlihat elegan. Warna yang dipakai cenderung kalem seperti warna hitam, putih, yang berpadu dengan warna coklat kekuningan. Kebanyakan batik Ciamis banyak mengambil tema – tema gambar tumbuhan, hewan serta lingkungan alam sekitar. Motif Ciamisan diantaranya adalah “ciung wanara, galuh pakuan, bali pisan dan batik onom”.

Batik Ciamis mencapai masa kejayaanya di era tahun 1960an hingga awal tahun 1980an. Hingga sempat berdiri koperasi Rukun Batik yang menaungi para pengrajin batik dimasa itu. Koperasi ini kemudian menjadi wadah yang mampu memenuhi segala kebutuhan perajin batik, dari mulai bahan baku pembuatan hingga pemasaran produk.

Namun sayangnya kejayaan itu tidak bisa terus berlangsung dan sampai pada senjakalanya pada tahun 90an awal. Batik hasil karya Ciamis ini kalah bersaing dengan ragam produk fashion lainnya dan harus rela tergusur dan dilupakan. Kini nyaris tidak ada lagi yang mengenal batik ciamis, bahkan warga ciamis sendiripun kebanyakan tidak mengetahui bahwa dahulu kota ini memiliki batik khasnya sendiri. Bangunan Pabrik yang juga merangkap sebagai kantor Koperasi Rukun Batik sudah lama terbengkalai dan rusak disana – sini. Nyaris tidak ada lagi kegiatan yang terlihat jika kita melintas didepannya.

Saat ini hanya ada segelintir perajin yang masih setia membatik ciamisan, itupun dengan produksi yang terbatas dan hanya melayani pesanan skala kecil. Nyaris tidak ada yang berminat kembali mengidupkan warisan kebudayaan yang satu ini. Padahal jika dikembangkan dengan baik, bukan tidak mungkin produk batik ciamisan ini bisa kembali berjaya dan dapat menjadi seperti kota Pekalongan yang besar dengan kerajinan Batiknya.

Royal Golden Eagle Selamatkan Lahan Gambut Dengan RER

0
Source: Aprildialog.com

Jika dirawat, ia akan menjadi sahabat, namun kalau dirusak, ia akan berbalik merugikan. Begitulah peran lahan gambut bagi kita umat manusia. Oleh karena itu, sudah seharusnya kita selalu menjaganya dengan baik. Inilah yang kini tengah dilakukan oleh Royal Golden Eagle (RGE) dengan mencanangkan program Restorasi Ekosistem Riau (RER).

Lahan gambut ternyata memiliki peran yang sangat signifikan bagi kelangsungan hidup manusia. Area ini bisa menjadi cadangan air yang berlimpah. Bayangkan saja, jika masih berfungsi normal dan belum rusak, lahan gambut mampu menyimpan air antara 0,8 hingga 0,9 m3/m3. Bukan hanya itu, lahan gambut diketahui sangat berpengaruh terhadap keseimbangan iklim. Area unik ini bisa menyimpan karbon. Namun, jika rusak akibat kebakaran misalnya, hal yang terjadi sebaliknya. Karbon akan mereka lepaskan ke udara. Dampaknya fatal. Efek rumah kaca semakin meningkat dan mendorong suhu bumi terus naik.

Royal Golden Eagle tahu persis hal tersebut. Maka, mereka rela menggulirkan RER yang sejatinya tidak mudah dilakukan. Maklum saja, selain kedua peran tersebut, lahan gambut diketahui menyimpan keanakeragaman hayati yang luar biasa dan menjadi habitat alami beragam flora serta fauna. Berbagai alasan itu sudah cukup untuk membuat grup yang dulu bernama Raja Garuda Mas tersebut segera mengambil langkah strategis. Patut diketahui, oleh pendirinya, Sukanto Tanoto, RGE diharapkan untuk ikut aktif dalam menjaga keseimbangan iklim.  Hal itu bahkan digariskannya sebagai prinsip kerja di semua unit usaha Royal Golden Eagle. Langkah RGE ini terbilang unik. Pasalnya, sebagai grup yang memanfaatkan sumber daya alam, perusahaan seperti Royal Golden Eagle ini sering dianggap tidak memerhatikan kelestarian alam. Namun, kenyataan yang terjadi sebaliknya. RER yang mereka gagas adalah bukti nyatanya.

Korporasi yang dulu bernama awal Raja Garuda Mas ini mulai mencanangkan RER pada 2013. Mereka bekerja sama dengan sejumlah pihak seperti Flora & Fauna International, Bidara, dan The Nature Conservancy untuk menjalankannya. Sejumlah institusi tersebut dipilih oleh RGE karena dinilai kompeten dalam perlindungan dan pelestarian alam. Pada dasarnya, RER merupakan upaya perlindungan dan perbaikan area lahan gambut yang sudah rusak. RGE secara khusus memfokusnya di salah satu hutan gambut terluas di Asia Tenggara yang terletak di Semenanjung Kampar dan Pulau Padang yang ada di Provinsi Riau. Luas area yang direstorasi oleh RGE juga sangat luas. Mereka menangani lahan seluas 150 ribu hektare. Melalui program RER, area yang perannya sudah menurun tersebut hendak dipulihkan seperti sedia kala.

RGE mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Indonesia dalam melaksanakan RER. Mereka mendapat izin restorasi ekosistem di sana selama 60 tahun dari Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup. Kurun waktu tersebut hendak dimanfaatkan secara maksimal oleh Royal Golden Eagle untuk memulihkan fungsi dan peran lahan gambut di sana. Supaya proses pemulihan hutan gambut di Semenanjung Kampar dan Pulau Padang berjalan dengan baik, RGE melakukan empat tahap di dalam RER. Pertama mereka melakukan perlindungan terlebih dulu. Areanya dijaga dari ancaman tangan-tangan tak bertanggung jawab yang kerap menjadi perusak hutan.

Dalam hal ini, peran Royal Golden Eagle dalam melindungi kelestarian alam kian kentara. Sebab, seiring dengan proses restorasi, dalam RER, RGE juga melakukan konservasi terhadap 400 ribu area hutan gambut lainnya. Selanjutnya, RGE melakukan riset dan penelitian. Hal ini menjadi modal dalam melakukan tindakan selanjutnya di dalam RER yakni proses restorasi. Ini yang tidak mudah dilakukan. Butuh kesabaran ekstra dan kerja keras dalam mengembalikan fungsi dan peran hutan yang sudah menurun.

Adapun tahap terakhir adalah pengelolaan lahan. Ini juga butuh komitmen dan keseriusan. Pasalnya, tidak mudah untuk mengelola lahan gambut. Ambil contoh tentang pengaturan air. Lahan ini tidak boleh kering supaya tidak mudah terbakar sehingga aliran air harus terus-menerus dipantau tanpa henti.

KESERIUSAN RGE

Source: Berita Satu

Akan tetapi, Royal Golden Eagle memang sudah berkomitmen untuk mengembalikan peran dan fungsi lahan gambut di Semenanjung Kampar seperti sedia kala. Mereka membuktikannya dengan mengucurkan investasi sebesar 100 juta dollar Amerika Serikat selama sepuluh tahun ke depan untuk pelaksanaan RER sejak 2015. Royal Golden Eagle mengikuti ajang konferensi tingkat tinggi dalam perlindungan alam dunia, COP21 di Paris, Prancis, pada Desember 2015 lalu. Di hadapan pihak-pihak yang berkiprah dalam perlindungan alam dunia, RGE menandaskan komitmennya.

“Komitmen ini menggambarkan bahwa pihak swasta juga memiliki andil secara nyata, bukan hanya ikrar, tapi dengan benar-benar menunjukkan hasil,” kata Managing Director APRIL Group Indonesia, Tony Wenas, seperti dikutip dari Berita Satu.

RGE bertekad melakukannya karena tahu persis kondisi lahan gambut. Area ini merupakan kawasan yang “sensitif” sehingga sangat membutuhkan perlindungan. Secara khusus, lahan gambut di Semenanjung Kampar tersebut juga menjadi habitat sejumlah fauna yang keberadaannya terancam. Lihat saja di sana ditemukan Macan Sumatera, Beruang Madu, dan sejumlah spesies kucing hutan yang langka.

Sejak mulai dilakukan hingga sekarang, dampak positif RER mulai terlihat. Area tersebut bebas dari kebakaran. Padahal, pada tahun 2015 terjadi musim kering yang parah di kawasan Asia Tenggara.

Selain itu, kawasan terlindungi yang seluas enam kali Singapura tersebut mulai “hidup” kembali. Hal tersebut tergambar dari penemuan sejumlah fauna langka yang terekam kamera jebakan pengelola RER. Ini menandakan fungsi dan peran kawasan Semenanjung Kampar sebagai habitat alami sejumlah fauna perlahan-lahan mulai kembali normal.

Hasil menggembirakan tersebut semakin menambah semangat RGE untuk melaksanakan RER. Menurut Direktur Royal Golden Eagle, Anderson Tanoto, langkah yang diambil pihaknya ini merupakan perwujudan nyata dari prinsip kerja perusahaan. Royal Golden Eagle ingin memberi manfaat kepada pihak lain khusus masyarakat dan negara. Bersamaan dengan itu, RGE juga berkiprah aktif dalam perlindungan iklim.

“Kami terus belajar dari pengalaman dan mengembangkan pendekatan demi memberikan manfaat bagi lingkungan, kesempatan ekonomi melalui kesempatan kerja dan pembangunan infrastruktur, sekaligus memberikan faedah bagi masyarakat lokal,” tutur Anderson Tanoto di Berita Satu.

Agar RER bisa berjalan sukses, RGE menggandeng masyarakat sekitar. Mereka tahu persis peran warga lokal akan sangat signifikan dalam perlindungan alam. Oleh karena itu, RER juga melibatkan warga setempat yang berdomisili di sekitar Semenanjung Kampar dan Pulau Padang.

Ada sejumlah langkah yang dilakuan oleh RGE. Grup yang dulu pernah bernama Raja Garuda Mas ini memastikan terjaganya praktik tradisional dalam kegiatan memancing ikan dan mengumpulkan madu. Selain itu, mereka juga menciptakan sumber penghasilan dan kegiatan bisnis skala kecil. Hal ini penting karena tuntutan ekonomi kerap menjadi pendorong pemanfaatan hutan secara tidak bertanggung jawab.

Tak kalah penting juga RGE aktif melakukan pendidikan supaya masyarakat memahami pentingnya upaya konservasi dan perlindungan keanekaragaman hayati. Hal itu dibarengi dengan beragam upaya peningkatan ekonomi lokal sebagai bukti bahwa kegiatan konservasi mampu menciptakan kesejahteraan.

Diharapkan semua kegiatan yang dilakukan Royal Golden Eagle dalam RER mampu berjalan maksimal. Sebab, hasilnya tidak hanya dinikmati oleh warga sekitar maupun RGE. Semua rakyat Indonesia akan menikmati buahnya karena keseimbangan iklim ikut terjaga seiring fungsi dan peran lahan gambut yang membaik.

Artikel Menarik

daftar film kungfu jet li

Daftar Film Kungfu Jet Li Terbaik yang Harus Kamu Tonton

0
Jet Li adalah salah satu legenda seni bela diri di dunia, film-filmnya telah mencapai kepopuleran yang luarbiasa selama lebih dari empat dekade. Dia membuat...